Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Bayi. Tampilkan semua postingan

Lacto-B

Lacto-B_Novell_Pharm_Probiotik_Makanan_Pelengkap_Kotak
Bayi kami yang masih berusia 14 bulan sangat sering terkena diare ringan, biasanya diketahui dari pup-nya yang agak cair seperti orang sedang mencret. Kemungkinan besar hal tersebut dikarenakan oleh kebiasaan si kecil yang sering memasukkan tangan ke mulutnya, padahal bisa jadi saat memasukkan tangan itu ia habis memegang benda yang terdapat kuman atau bakteri penyebab diarea.

Saat bayi Anda terkena diare dengan gejala muntah dan mencret seperti itu, mungkin banyak orang yang menyarankan untuk memberi buah hati tercinta obat probiotik yang bernama Lacto-B. Apa sebenarnya Lacto-B itu? Apakah ia adalah obat diare?

Lacto-B bukan merupakan obat diare, melainkan adalah suplemen tambahan makanan pelengkap berupa probiotik yang berfungsi untuk membantu menjaga fungsi normal pencernaan pada bayi (to protect normal function of infant digestive).

Makanan pelengkap non-serealia bubuk instan untuk bayi (bubuk instan) Lacto-B ini diproduksi dengan menggunakan formula khusus untuk anak usia 1-12 tahun.

Lacto-B_probiotik_fomula_khusus_untuk_anak_1_12_tahun
Lacto-B yang dirancang dengan formula khusus untuk anak usia 1 - 12 tahun.

Tetapi apa sebenarnya kandungan dan manfaat dari Lacto-B ini, dan apakah aman bila diberikan pada si kecil yang sedang diare?

Melalui artikel ini, ortubaik.click ingin mengulas tuntas tentang obat probiotik Lacto-B yang memang banyak direkomendasikan oleh sejumlah sumber di internet ini:

Komposisi

Setiap sachet Lacto-B mengandung zat dan vitamin sebagai berikut:
  • Energi 3,4 Kalori,
  • Karbohidrat 0,6 gram,
  • Protein 0,02 gram,
  • Lemak total 0,1 gram,
  • Vitamin C 10 mg,
  • Vitamin B1 0,5 mg,
  • Vitamin B2 0,5 mg,
  • Vitamin B6 0,5 mg,
  • Niacin 2 mg.

Kegunaan

Lactic Acid Bacteria

Bakteri ini menghasilkan asam organik yang menghambat bakteri merugikan, sehingga dapat membantu memperbaiki ketidakseimbangan flora usus pada diare.

Lactobacillales atau bakteri asam laktat (BAL) / Lactic Acid Bacteria (LAB) biasanya ditemukan pada tanaman membusuk dan produk susu, menghasilkan asam laktat sebagai produk akhir metabolisme utama fermentasi karbohidrat. LAB ini umumnya diakui sebagai status safe (GRAS / generally recognized as safe), karena penggunaan mereka di mana-mana dalam makanan. LAB adalah mikroba yang paling umum digunakan sebagai probiotik.


Dua jenis utama dari bakteri probiotik, anggota Lactobacillus dan Bifidobacterium genera, telah dipelajari secara rinci. Probiotik telah dievaluasi dalam studi penelitian pada hewan dan manusia sehubungan dengan antibiotik terkait diare, diare pediatrik, penyakit radang usus, dan sindrom iritasi usus besar. Di masa depan, probiotik kemungkinan akan digunakan untuk penyakit pencernaan yang berbeda, vaginosis, atau sebagai sistem pengiriman untuk vaksin, imunoglobulin, dan terapi lainnya.

Lactobacilli

Lactobacillus adalah jenis bakteri yang sebagian besar spesiesnya pada manusia dianggap tidak berbahaya. Lactobacilli tinggal di kantung kemih, pencernaan dan kelamin manusia. Lactobacillus adalah bakteri yang efektif untuk mencegah diare pada anak-anak, atau infeksi vagina yang disebabkan oleh bakteri. Namun, bakteri ini mungkin tidak efektif untuk ISK, intoleransi laktosa, dan infeksi jamur. Lactobacilli menghasilkan enzim β-Galaktosidase, untuk menghidrolisa laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.

Intoleransi Laktosa

Lacto-B dapat mengurangi "lactose intolerance" (diare akibat mengkonsumsi susu formula yang mengandung laktosa).

Intoleransi laktosa adalah ketidakmampuan untuk mencerna laktosa, gula yang ditemukan dalam susu dan produk susu tingkat rendah, dan dapat menyebabkan efek samping. Hal ini biasanya disebabkan oleh tubuh yang kekurangan laktase, atau hipolaktasia. Defisiensi laktase bawaan mencegah bayi dari minum susu bahkan ASI. Dalam kebanyakan kasus, ini menyebabkan gejala yang mungkin termasuk perut kembung dan kram, perut kembung, diare, mual, borborygmi (gemuruh perut), atau muntah setelah mengkonsumsi sejumlah besar laktosa. Hal ini umum untuk pasien dengan penyakit inflamasi usus mengalami gejala gastrointestinal setelah konsumsi laktosa, meskipun prevalensi defisiensi laktase pada populasi ini belum diteliti dengan baik.

Vitamin B

Kandungan Vitamin B yang terdapat di dalam Lacto-B bisa membantu keseimbangan flora usus.

KEMASAN

Setiap kotak Lacto-B berisi masing-masing kemasan kecil berbentuk sachet dengan berat 1 gram x 40 sachet.
Lacto-B_Novell_Pharm_Probiotik_Makanan_Pelengkap
Lacto-B (Novell Pharm), obat Probiotik sebagai Makanan Pelengkap dalam bentuk Sachet.

DOSIS

Berhubung obat probiotik ini termasuk dalam katagori "Harus Dengan Resep Dokter", maka sebaiknya hubungi Dokter Spesialis Anak (DSA) langganan Anda terlebih dahulu sebelum memberikan obat probiotik Lacto-B kepada putra/putri Anda. Apabila Anda mendapatkan saran dari rekan / orangtua lain yang anaknya pernah mengalami diare, selalu ingat untuk tidak sembarangan memberi obat kepada si kecil dan tetap berhati-hati dalam menentukan dosis yang tepat karena tidak semua anak sama.
  • Dibawah 1 tahun : 2 sachet per hari.
  • Usia 1 sampai 6 tahun : 3 sachet per hari.
  • Dapat diberikan langsung (rasa enak) atau dicampur dengan susu, makanan bayi atau air.
Dapat dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak

Importir / Produsen

Novell Pharmaceutical Laboratories atau NovellPharm didirikan sejak tahun 1998 dan terdaftar dengan Badan Koordinasi Penanaman Indonesia (BKPM). Kata Novell berasal dari kata Novel bahasa Inggris yang diterjemahkan sebagai sesuatu yang baru, segar dan juga membawa makna inovasi. Pada tahun 2013, Novell Pharma menjadi perusahaan pertama farmasi lokal Indonesia yang mendapatkan persetujuan GMP dari otoritas Uni Eropa (Jerman - Lageso) untuk pabrik injeksinya. Novell juga menjadi satu-satunya perusahaan yang memiliki lisensi GMP dari Eropa, Australia, Afrika Selatan dan negara-negara Teluk PICS GCC.

Bayi Pilek

Bayi_Pilek_Batuk_Demam
Saat anak kita terserang pilek, flu, demam (suhu tubuhnya hangat / meningkat) sakit perut, atau infeksi telinga, setiap orangtua pasti merasa khawatir.

Tetapi perasaan cemas tersebut wajar, karena antibody / imun / sistem kekebalan tubuh anak kita yang memang belum sempurna untuk menghadapi beragam virus dan bakteri yang datang dari luar tubuhnya. Sehingga dalam membantu bayi / anak kecil yang terserang penyakit, kadangkala kita mendengar berbagai saran dari orangtua ataupun orang lain yang merasa mengerti atau pernah mengalami. Tetapi tidak semua saran itu pasti benar adanya, ada beberapa teori yang perlu diuji terlebih dahulu kebenarannya.

Beragam Teori Kuno

Orang tua sejak zaman dahulu punya teorinya masing-masing. Beberapa teori telah diwariskan dari generasi ke generasi, bahkan ada yang sudah ketinggalan zaman. Beberapa lainnya terlihat seperti masih relevan dan masuk akal. Tetapi yang pasti, banyak teori yang sebenarnya salah kaprah. Tentu Ayah / Bunda merasa penasaran, teori apa saja yang sebenarnya salah kaprah?

Berikut fakta di balik beragam mitos tersebut:

  1. Berikan saja makanan pada anak yang sedang pilek

    Beberapa orang tua menyarankan agar kita memberi makanan saja kepada anak yang sedang pilek,
    Berikan saja makanan pada anak yang sedang pilek

    FAKTA: Bisa dibilang teori ini ada benarnya. "Semua anak (dan orang dewasa) yang sedang sakit (entah itu terserang pilek, demam, atau bahkan keduanya) membutuhkan cukup nutrisi dan cairan agar tubuh bisa membalikkan keadaannya ke kondisi normal (lebih cepat sembuh)," demikian dikatakan oleh Leigh Ann Greavu, seorang pakar nutrisi dari St. Paul. Kalau si kecil tidak mau makan makanan padat, berikan saja sup ayam, jus, atau bahkan es krim (untuk anak diatas usia satu tahun).

  2. Lendir kehijauan berarti anak kena penyakit yang lebih parah dari pilek.

    Lendir kehijauan berarti anak kena penyakit yang lebih parah dari pilek.
    FAKTA: Tidak selalu (alias belum tentu). Walau lendir yang bening terlihat lebih 'normal', ingus anak yang berwarna hijau atau kuning bisa juga hanya gejala pilek. Meski begitu, lendir bening plus secara terus menerus demam tinggi, menurunnya selera makan, batuk, serta hidung tersumbat cukup parah bisa merupakan gejala infeksi bakteri, yang memerlukan antibiotika.

    Jika lendir anak sering berwarna hijau atau kuning, mungkin saja ada gangguan lain (pembesaran kelenjar limfa, misalnya) yang memicu infeksi bakteri yang berulang. Kalau ini masalahnya, biarkan dokter spesialis anak (SpA) yang memeriksa kondisi anak.

  3. Pilek dan flu paling menular sebelum timbul gejala.

    FAKTA: Sebaliknya, kedua penyakit ini justru paling mudah menyebar ketika gejala penyakit sedang parah-parahnya. Ini karena infeksi tersebut menyebar lewat percikan cairan yang mengandung virus ketika pengidapnya batuk atau bersin, atau via kontak dari tangan-ke-tangan. Walau kemungkinan penularan terbesar ketika anak merasa sangat tidak enak badan, risiko terus mengintai selama ingus masih keluar (meler). Meskipun si kecil sudah nyaris sembuh, beritahu mama lain agar siap-siap mencegah terjadinya penularan penyakit pada putra-putri mereka.

  4. Demam yang ringan tidak usah diobati.

    FAKTA: Sebenarnya tidak demikian, hal ini tergantung dari kondisi anak yang sedang demam. Demam memang membantu tubuh si kecil memerangi infeksi dengan merangsang sistem kekebalan tubuh dan membunuh bakteri dan virus yang tidak bisa bertahan dalam suhu di atas normal. Tetapi, itu bukan alasan untuk membuat anak merasa tidak enak badan.

    "Coba lakukan secara seimbang antara membuat anak merasa nyaman dan membiarkan tubuhnya menjalani tugasnya," ujar Daniel Levy, M.D., asisten profesor klinis bagian kesehatan anak di University of Maryland School of Medicine, Baltimore. Jika demam termasuk kategori ringan, namun anak terlihat rewel, lesu, atau sakit, berilah acetaminophen atau ibuprofen dalam dosis yang tepat, sekali lagi ini harus atas anjuran Dokter Spesialis Anak (SpA). Jadi, ia akan merasa tubuhnya lebih enak (termasuk saat tertidur). Jika ia tetap riang dan enerjik walau suhu tubuhnya setinggi 38,9°C, Anda cukup memantaunya saja (dan pastikan ia tidak kekurangan cairan tubuh). Pengecualian: Untuk bayi di bawah usia 6 bulan yang mengalami demam, segera bawa ke dokter!!!

  5. P.N.A.R. paling baik untuk diare.

    FAKTA: Pisang, Nasi, Saus Apel, dan Roti Panggang memang bisa mengentalkan pup si kecil yang encer. Meski manjur, sepiring nasi, dengan pisang sebagai dessert, tidak selalu menggiurkan si sakit. "Anak akan cepat sembuh bila Anda memberinya makanan yang diinginkannya," kata Andrea McCoy, M.D., rekanan profesor bagian kesehatan anak di Temple University, Philadelphia. (Jangan lupa, hindari berbagai makanan yang berbumbu dan berlemak, serta jus buah.)

  6. Jangan cium bayi kalau Anda sedang pilek.

    FAKTA: "Sedikit kecupan pada bibir bayi Anda tidak apa-apa kok, meskipun Anda sedang pilek" tutur Neil Schachter, M.D., penulis The Good Doctor’s Guide to Colds & Flu. Berbeda dengan bersin atau batuk yang mampu memercikkan cairan berisi virus dari saluran napas Anda, air liur dalam mulut hanya mengandung sedikit virus pilek. Jadi, kecil kemungkinan Anda akan menularkan penyakit itu melalui ciuman. Yang pasti, cara terbaik untuk mencegah si kecil Anda tertular pilek Anda: Sering-seringlah mencuci tangan Anda.

  7. Pilek menyebabkan infeksi telinga.

    FAKTA: Kelihatannya memang seperti itu. Namun, semua pilek disebabkan oleh virus, sedangkan 90% infeksi telinga dikarenakan bakteri. Jadi, kenapa anak selalu terkena infeksi telinga ketika pilek? "Pilek memroduksi lendir dan cairan yang menyumbat saluran telinga – lingkungan yang pas untuk infeksi telinga – sehingga bakteri akan berkembang biak," demikian disampaikan oleh Ari Brown, M.D., penulis Toddler 411: Clear Answers and Smart Advice for Your Toddler.
*** sebagaimana dikutip dari: Parenting.co.id ~ Trik atasi pilek flu dan lain-lain

Kulit Bayi Sensitif

Mungkin ada beberapa orang tua yang memperhatikan kulit bayi mereka timbul bintik-bintik atau ruam merah di sekitar pipi ketika terpapar panas matahari dalam waktu lama, bahkan ada yang hanya sebentar saja sudah timbul bercak kemerahan. Itu bisa jadi adalah tanda bahwa kulit bayi Anda memang sensitif terhadap paparan sinar matahari, atau yang lebih parah lagi, ia alergi terhadap sinar matahari.

Alergi atau Sensitif?

Sulit untuk menentukan apabila bayi cepat terbakar oleh sinar matahari sehingga menimbulkan tanda merah di seputaran wajahnya, apakah itu memang karena sensitif atau memang ia menderita alergi. Tetapi setidaknya baca dulu artikel ini untuk memperoleh informasi singkat tentang efek sengatan sinar matahari terhadap kulit bayi.

Bagaimana saya bisa mengetahui apabila kulit bayi saya terbakar matahari?

Kulit_Bayi_Sensitif
Jika kulit bayi Anda terbakar matahari, kulitnya akan terlihat merah dan terasa panas saat disentuh, bahkan ketika Anda sudah mencoba untuk mendinginkannya. Jika kulitnya terbakar parah, kulitnya bisa lecet dan menjadi bengkak, dan bisa timbul gejala demam.

Kulit bayi yang terbakar sinar matahari biasanya disebabkan oleh terlalu banyak terkena paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari. Kulit terbakar sinar matahari biasanya terjadi pada cuaca panas, baik terkena sinar matahari langsung, juga dapat terjadi dari pantulan cahaya.

Akan tetapi, hawa panas juga dapat menyebabkan hal ini terjadi. Berada di ruangan yang pengap dan panas juga bisa menimbulkan warna merah pada kulit si kecil.

Cara terbaik untuk mengobati bayi tersengat Matahari

  1. Bayi Anda mungkin mengalami dehidrasi saat berada di luar rumah dan terkena langsung cahaya UltraViolet di bawah sinar matahari, jadi pastikan ia minum banyak cairan. Berikan banyak ASI atau susu formula. Bayi yang diberi susu formula dan makanan padat akan membuatnya memiliki cadangan air ekstra di dalam tubuh.
  2. Langsung memberikan penanganan pada bagian kulit yang terbakar matahari. Rendam bersih kain popok, kain flanel atau kain kasa persegi di air dingin, peras, dan dengan lembut letakkan di area yang terbakar matahari selama 10 sampai 15 menit beberapa kali sehari. Pastikan bayi Anda tidak terkena demam. Jangan menaruh es atau air es pada kulit bayi Anda karena cairan dingin justru dapat membakar kulitnya.
  3. Biarkan bayi Anda berendam di bak mandi hangat. Anda bisa menambahkan satu sendok teh soda bikarbonat ke air untuk membuatnya lebih nyaman.
  4. Oleskan lotion pelembab berbasis air, gel lidah buaya atau calamine lotion untuk mengurangi rasa gatal, yang dapat terjadi ketika luka bakar mulai mengelupas.
  5. Anda mungkin ingin memberikan bayi Anda sesuatu yang akan membantu untuk meringankan rasa sakit dan menurunkan demamnya, jika dia terkena demam. Bayi Anda dapat diberi parasetamol khusus bayi sejak berusia dua bulan jika dia lahir setelah umurnya 37 minggu dan beratnya lebih dari 4kg (£ 9). Atau dia dapat meminum ibuprofen khusus bayi jika dia berusia tiga bulan atau lebih dan berat setidaknya 5kg (11 pound). Ini tidak disarankan tanpa panduan dokter anak, jadi lebih baik kunjungi dokter spesialis anak Anda.
Lebih baik untuk tidak menggosokkan produk minyak yang berbasis minyak bumi, seperti petroleum jelly, pada kulit bayi Anda yang terbakar. Produk berminyak mencegah panas dan keringat keluar dari tubuh dan dapat memperburuk luka bakar. Juga hindari semprotan atau salep yang mengandung benzocaine, yang dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi.


Kulit terkelupas biasanya dimulai tiga sampai 10 hari setelah terbakar sinar matahari. Jangan khawatir ketika itu terjadi, mengelupas adalah bagian alami dari proses penyembuhan. Pastikan bayi Anda tetap di tempat teduh sampai kulitnya telah sembuh. Pakaian longgar yang terbuat dari katun / cotton / kapas yang lembut tidak akan mengiritasi kulit sensitif.

Apakah saya perlu menghubungi Dokter Anak tentang kulit bayi saya?

Kulit yang terpapar sinar UV bisa lebih serius dari yang terlihat pada bayi, sehingga menghubungi dokter adalah solusi terbaik.

Anda harus segera menghubungi dokter jika terjadi luka seperti lecet pada bayi Anda dalam 24 jam pertama setelah dia terkena paparan UV yang terlalu banyak, karena ia mungkin terkena luka bakar serius tingkat dua. Jika kulit bayi Anda melepuh dan berisi cairan, ini dapat menyebabkan infeksi. Sebaliknya, membawa anak Anda bertemu dokter untuk memeriksakannya.

Tanda-tanda lain dari sengatan matahari yang serius termasuk demam atau rasa sakit yang hebat. Kasus yang parah sengatan matahari dapat menyebabkan stroke panas. Jika bayi Anda muntah atau kehilangan kesadaran, mendapatkan bantuan segera.

Apakah kerusakan kulit dari sinar matahari perlu dicemaskan?

Iya Nih. Hingga 80 persen dari paparan sinar matahari seumur hidup anak Anda akan terjadi selama dia 18 tahun pertama. Paparan radiasi ultraviolet dari matahari adalah nomor satu penyebab kanker kulit dari semua jenis. Beberapa studi menunjukkan bahwa sengatan matahari parah selama masa kanak-kanak meningkatkan risiko melanoma, bentuk paling serius kanker kulit, di kemudian hari.

Anak berambut pirang, berkulit pucat, berbintik-bintik, dan bermata hijau atau biru bermata adalah yang paling berisiko untuk kerusakan kulit dan kanker dari paparan sinar matahari. Namun, sinar matahari membakar juga dapat membahayakan anak-anak berkulit gelap.

Bagaimana cara mencegah bayi saya dari mendapatkan sengatan matahari?

Cobalah untuk tidak mengekspos bayi Anda ke matahari dan menggunakan tabir surya secara teratur. Kedua langkah dapat mencegah luka bakar dan mengurangi risiko bayi Anda dari kanker kulit tertentu.

Jika bayi Anda lebih muda dari enam bulan, tetap keluar dari matahari sepenuhnya. Ketika dia enam bulan atau lebih dan ingin merangkak dan bermain di luar, Anda dapat memilih untuk tetap di tempat teduh ketika matahari sedang panas-panasnya 11:00-03:00.

Bila bayi Anda di bawah sinar matahari, gaunnya dalam topi dan lengan panjang puncak bertepi lebar. Kemudian gunakan tabir surya yang tahan air (dengan SPF minimal 15) pada setiap kulit yang terkena.

Ketika membeli tabir surya untuk bayi Anda, lakukan memilih lotion atau semprot dibuat untuk anak-anak. Ini berarti akan diformulasikan secara khusus untuk kulit muda.

Pilih tabir surya dengan SPF (sun protection factor) dari 15 atau lebih. SPF menunjukkan jumlah perlindungan terhadap sengatan matahari.

Juga pastikan tabir surya melindungi terhadap UVA dan UVB. Ini mungkin diberi label UVA / UVB atau spektrum yang luas. Sebuah tabir surya yang baik harus memiliki rating empat bintang atau lebih pada label. Bintang-bintang ini mengukur tingkat perlindungan UVA, dan lima bintang adalah maksimum.

Jangan menerapkan tabir surya tebal untuk setiap area kulit bayi Anda tidak tertutup oleh pakaian atau topi, termasuk tangan dan kakinya. Anda harus sesendok plum berukuran tabir surya, mungkin jauh lebih dari yang Anda harapkan. Meletakkannya di sebelum dia pergi di luar ruangan. Mengajukan permohonan kembali setidaknya setiap beberapa jam dan setelah ia telah bermain di air, bahkan jika tabir surya yang tahan air.

Terakhir: April 2014

Bayi Batuk

Apa arti dari batuk, mengi, atau batuk keras seperti menggonggong?
Oleh Evan Forster dari American Baby
Belajar_Membaca_Arti_Batuk_Pada_Bayi_Anda
Belajar membaca arti batuk pada bayi Anda.

Kapan Kita Harus Khawatir: Batuk & Pilek

Batuk bayi dapat berarti hal yang sangat berbeda, dan itu bukan seolah-olah Anda dapat bertanya kepada bayi Anda apa yang salah. Kadang-kadang sulit untuk mengetahui apakah Anda harus menghubungi dokter Anda untuk mendapat saran, membuat janji, atau langsung membawa si kecil ke ruang gawat darurat (ICU / UGD).

Batuk adalah cara tubuh untuk melindungi dirinya sendiri, sebagaimana dijelaskan oleh Howard Balbi, MD, direktur Penyakit Menular Pediatrik di Nassau County, New York Medical Center yang terletak di East Meadow, New York - USA. Batuk berfungsi sebagai metode yang digunakan tubuh untuk menjaga saluran udara tetap bersih, membersihkan tenggorokan dari dahak, postnasal drip (ingus yang menetes ke bagian belakang tenggorokan), atau sepotong makanan yang tersangkut di saluran pernafasan. Ada dua jenis batuk yang termasuk di dalamnya:
  1. Batuk kering: ini terjadi ketika bayi terkena demam atau alergi. Batuk ini membantu membersihkan postnasal drip atau mencegah iritasi dari terjadinya sakit tenggorokan.
  2. Batuk basah: Ini hasil dari penyakit pernapasan yang menyertai infeksi bakteri. Hal ini yang menyebabkan dahak atau lendir (yang mengandung sel-sel darah putih untuk membantu melawan kuman) terbentuk dalam saluran pernafasan bayi.
Bayi yang usianya kurang dari 4 bulan tidak seharusnya sering batuk, jadi jika mereka terus batuk, itu adalah gejala serius, kata Catherine Dundon, MD, seorang profesor klinik pediatri di Vanderbilt University Medical School dan seorang dokter anak di Goodlettsville, Tennessee. Di musim dingin, jika bayi batuk keras, bisa jadi bayi terinfeksi Respiratory Syncytial Virus (RSV), infeksi virus yang berbahaya bagi bayi. Setelah anak Anda mencapai usia 1 tahun ke atas, batuk kurang mengkhawatirkan. Dalam kebanyakan kasus, kemungkinan batuk bayi Anda tidak lebih dari sekedar demam biasa.

Untuk membantu Anda membaca situasi kapan harus menunggu dan dan membaca arti batuk dari jenis yang menuntut penanganan medis segera, tetap tenang, mendengarkan dengan cermat batuk anak Anda, dan ikuti petunjuk di bawah ini:

Demam Biasa (umum) atau Flu

Tanda-tanda bahwa batuk bayi mungkin menunjukkan gejala demam meliputi:
  • Hidung tersumbat atau meler
  • Radang tenggorokan
Kedengarannya seperti: Batuk Kering

Gejala lain: Batuk biasanya kering, tapi tergantung pada tingkat keparahan demamnya, bayi dapat memiliki gejala sebagai berikut:
  • Beberapa kali batuk berderak yang disertai lendir
  • Sedikit demam (suhu tubuh menghangat) pada malam hari
Pengobatan: Coba therapy rutinitas yang sering dilakukan oleh ibu-ibu zaman dahulu, yaitu "banyak-minum-cairan-dan-banyak-istirahat" secara rutin. Meskipun Anda mungkin ingin memberikan bayi sesuatu yang lebih kuat (seperti misalnya obat batuk) untuk menenangkan batuk, American Academy of Pediatrics menyarankan untuk tidak menggunakan obat batuk dan obat flu untuk anak-anak di bawah 6 tahun karena penelitian telah menunjukkan bahwa mereka tidak dapat bekerja maksimal di tubuh anak-anak kecil - dan mereka dapat memiliki efek samping yang berpotensi fatal. Lebih baik untuk tetap metode alami seperti madu (untuk bayi lebih dari satu tahun), tetes garam, dan menggunakan humidifier cool-mist.


Acetaminophen memang aman digunakan untuk mengurangi demam, tetapi jika suhu anak Anda adalah 100,4 derajat farenheit atau lebih tinggi dari 38 derajat celcius dan dia terlihat sakit-sakitan, segera hubungi dokter Anda. Kemungkinan bahwa dia terkena flu. Jika bayi Anda adalah 4 bulan atau dibawah usia 4 bulan, hubungi dokter Anda segera jika ia mengalami demam apapun; bahkan sedikit demam saja bisa berakibat serius pada bayi dibawah umur 4 bulan.

Croup

Croup adalah masalah pernapasan yang sering terjadi pada anak-anak. Ini cenderung terjadi pada musim gugur dan musim dingin. Gejala utamanya adalah batuk keras yang seperti menggonggong. Croup merupakan penyebab pembengkakan dan penyempitan di tabung kotak suara, tenggorokan, dan saluran pernapasan yang mengarah ke paru-paru.

Tahukah Anda bahwa bayi terkena croup ketika dia bangun di tengah malam dengan batuk menggonggong (suara seperti ini tidak sulit untuk dikenali) dan kesulitan bernapas. Croup biasanya mempengaruhi anak-anak di bawah usia 5 tahun dan dimulai dengan demam biasa atau bersin-bersin sehari sebelumnya.

Kedengarannya seperti: batuk menggongong.

Gejala lain: Biasanya penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus, croup membuat lapisan trakea membengkak dan menutup saluran udara, yang menjadi alasan mengapa bayi terkadang sulit bernapas. Anda akan mendengar batuk seperti gonggongan anjing laut (tidak bisa membayangkan? silakan cari di youtube) ketika anak Anda menghirup udara (bukan pada saat membuang napas).

Pengobatan: Pertama cobalah untuk menenangkan anak Anda. Kemudian pertimbangkan untuk melakukan salah satu teknik berikut untuk memudahkan napasnya.
  1. Bawa ia ke kamar mandi, lalu tutup pintu kamar mandi, dan biarkan anak Anda menghirup udara beruap dari shower air panas yang Anda nyalakan.
  2. Jika itu adalah malam yang sejuk, membawanya ke luar bisa menjadi salah satu solusi; udara lembab akan memudahkan baginya untuk bernapas.
  3. Mintalah anak Anda menghirup udara dari humidifier cool-mist.
Croup seharusnya segera hilang dalam tiga atau empat hari; jika tidak, hubungi dokter Anda.

Paru-Paru Basah

Pneumonia adalah infeksi virus atau bakteri dari paru-paru yang disebabkan oleh sejumlah kondisi, termasuk flu biasa.

Kedengarannya seperti: Batuk Basah dan phlegmy

Gejala lain: Bayi dengan pneumonia akan terlihat sangat lelah dan seharusnya sangat sering sekali batuk (sangat "produktif" menghasilkan batuk), dengan membawa segala sesuatu keluar dari mulutnya yang dibayangkan dalam nuansa warna hijau dan kuning.

Pengobatan: Pengobatan tergantung pada apakah penyebabnya adalah virus atau bakteri, sehingga hubungi dokter Anda, terutama jika bayi demam. Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri biasanya lebih berbahaya dan paling sering disebabkan oleh radang pneumonae.

Bronchiolitis atau Asma

Bronchiolitis dan asma terjadi setelah apa yang tampaknya seperti demam biasa, dengan batuk dan pilek. Menurut Ruffin Franklin, MD, dari Capitol Pediatrics and Adolescent Pusat di Raleigh, North Carolina, banyak hal menyebabkan mengi atau penyempitan saluran nafas, termasuk faktor lingkungan seperti debu.

Dokter umumnya sepakat bahwa asma tidak umum pada anak-anak muda dari 2, kecuali bayi telah memiliki serangan eksim dan ada riwayat keluarga alergi dan asma. Sampai ada diagnosis absolut asma, pengetatan saluran udara bayi yang mengakibatkan mengi disebut sebagai Reactive Airway Disease.

Sebagian besar kasus bronchiolitis pada bayi di bawah usia 1 disebabkan oleh virus respiratory syncytial (RSV). Virus ini menyebabkan demam sederhana pada anak-anak lebih tua dari umur 3 tahun, tetapi dapat menembus paru-paru bayi dan dapat berpotensi mengancam jiwa, sebagaimana diperingatkan oleh David Rubin, MD, kepala pediatri di Rumah Sakit St Barnabas di Bronx, New York.

Kedengarannya seperti: Batuk disertai mengi atau menimbulkan suara berisik saat bernapas.

Gejala lain: Batuk atau mengi yang berhubungan dengan kedua penyakit tersebut (bronkiolitis dan asma) membuat mereka sulit untuk dibedakan.

Dalam kasus asma, bayi Anda mungkin akan mulai dengan:
  • Gejala pilek
  • Mata gatal dan berair
Bronchiolitis biasanya terlihat pada musim gugur dan musim dingin dan bisa disertai dengan:
  • Sedikit demam
  • Kehilangan nafsu makan
Dalam kasus asma, bayi Anda juga akan menderita retraksi (mengisap masuk dan keluar dari dada dan diafragma).

Pengobatan: Mengawasi laju pernapasan anak Anda. Jika terlalu tinggi - 50 napas per menit atau lebih - anak Anda pasti dalam gangguan pernapasan. Hubungi segera Unit Gawat Darurat / UGD.

Apapun masalahnya, itu selalu lebih baik untuk menghubungi dokter Anda ketika Anda mendengar mengi pada bayi Anda. Bahkan tanpa diagnosis definitif asma, dokter sering menggunakan obat asma untuk mengobati serangan mengi. Dokter Anda mungkin akan meresepkan bentuk cair dari albuterol obat asma untuk membuka saluran udara. Jika serangan asma sangat parah, albuterol diberikan melalui nebulizer - perangkat khusus yang memberikan obat dalam kabut halus - kadang-kadang digunakan dengan masker ukuran bayi sehingga bayi bisa menghirup obat lebih mudah.

Anda dapat mengobati bronchiolitis di rumah setelah pernapasan bayi berada di bawah kontrol. Berikan banyak bayi cairan, banyak istirahat, dan humidifier cool-mist.

Jika bayi muda memiliki batuk yang parah atau yang memburuk setelah satu atau dua hari, dan napasnya menjadi sesak, segera hubungi dokter anak Anda.

Batuk rejan

Infeksi bakteri yang mengancam jiwa ini adalah penyebab utama penyakit dan kematian bayi sampai vaksin DTP diciptakan pada tahun 1960 dan penyakit itu semua tapi diberantas di AS Namun, penyakit ini telah membuat cerdas dan telah terjadi wabah di banyak negara dalam beberapa tahun terakhir. Dalam kebanyakan kasus batuk rejan (pertusis), bayi memiliki gejala tidak dingin atau demam.

Kedengarannya seperti: Sebuah batuk keras, disertai teriakan cepat

Klik disini untuk membaca lebih rincin tentang penyakit Bronkitis Akut: Ikhtisar, Gejala, dan Penyebab.

Gejala lain: Sering, mengkhawatirkan batuk kejang bisa disertai dengan:
  • Lidah mencuat
  • Mata menonjol
  • Perubahan warna rona wajah
Pengobatan: Pencegahan adalah kunci. Pastikan bayi Anda telah diimunisasi, tetapi karena bayi tidak sepenuhnya dilindungi sampai mereka telah menerima tiga dosis vaksin, sangat penting bahwa Anda dan semua pengasuh bayi Anda mendapatkan vaksinasi dengan Tdap (tetanus, difteri, pertusis) penguat.

Jika Anda mencurigai bayi Anda menderita batuk rejan, segera telepon dokter Anda. Pada saat batuk semakin berkembang, bayi harus dirawat di rumah sakit sehingga ia dapat menerima oksigen selama batuk masih terjadi, menurut Ruffin Franklin, MD, dari Capitol Pediatrics and Adolescent Centre di Raleigh, North Carolina.

Umumnya, bayi - serta setiap anggota rumah tangga Anda - juga diresepkan antibiotik eritromisin untuk mencegah penyebaran penyakit sangat menular ini. Jika anak sanggup melalui serangan awal dari penyakit ini, batuk rejan harus tetap melewati proses hilang total, yang dapat mengambil bulan.

Anak dengan Batuk Rejan

Adanya Benda Asing yang Masuk ke Saluran Pernafasan.

Bagi anak-anak usia 2 tahun ke atas yang sudah terbiasa diberikan makanan padat, seperti sepotong wortel atau hot dog, adalah penyebab paling umum dari tersedak. Jika bayi mulai terengah-engah atau batuk tiba-tiba saat makan atau bermain dengan mainan kecil, terlihat di mulutnya untuk pelakunya jelas. Dia biasanya bisa batuk itu sendiri.

Dan karena bayi selalu menempel sesuatu di mulut mereka, mungkin untuk kehilangan sesuatu yang terjebak selama berhari-hari.

Kedengarannya seperti: Batuk kecil, batuk terus-menerus atau terengah-engah

Gejala lain: Jika bayi Anda memiliki batuk awal dan batuk terus-menerus atau sedikit mengi selama hari sesudahnya tanpa gejala flu lainnya dan tidak ada sejarah dingin atau demam, kemungkinan ada sesuatu yang terjebak dalam tenggorokan nya. Dalam kasus lain, bayi akan mendapatkan pneumonia akibat makanan yang ditelannya dengan cara yang salah dan terjebak dalam paru-parunya - kacang adalah penyebab yang sangat umum, kata Dr Dundon.

Pengobatan: Jika objek asing tersebut telah benar-benar memblokir saluran napas bayi Anda, ia akan menunjukkan gejala berikut:
  • Terlihat jelas sedang berada dalam kesulitan bernafas
  • Tidak membuat suara sama sekali
  • Pucat atau biru
Jika Anda menduga lorong pernafasannya benar-benar terhalangi oleh benda asing, mengubah bayi lebih dan segera memberikan lima pukulan kembali antara tulang bahunya. Jika Anda tidak dapat mengeluarkan benda asing tersebut dari tubuhnya, hubungi Unit Gawat Darurat.

Dalam kasus objek sebagian diajukan, mencoba untuk membantu bayi batuk itu dengan:
  • Memiringkan kepalanya ke bawah
  • Memberinya tepukan lembut sedikit di belakang
Jika Anda mencurigai bayi Anda menderita objek sebagian yang dicontohkan di atas, tapi dia tidak muncul gejala batuk itu, dia akan membutuhkan x-ray dada. Jika terdapat  sedikit makanan memang terjebak, dokter akan merujuk Anda ke dokter spesialis yang dapat melakukan bronkoskopi. Selama prosedur, anak Anda akan diletakkan di bawah anestesi umum, dan tabung serat optik kecil dengan pinset di akhir turun jalan napas dan mengambil keluar benda asing yang masuk ke tubuhnya.

Kapan Harus Menghubungi Bantuan

Hubungi dokter jika bayi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Setiap batuk, dan dia lebih muda dari 4 bulan,
  • Batuk kering yang terkait dengan dingin (pilek tapi tidak ada demam) yang berlangsung lebih dari lima sampai tujuh hari,
  • Batuk kering atau basah dengan dingin dan demam 100 derajat farenheit (38 derajat celcius) atau lebih,
  • Ringan, mengi ringan,
  • Menunjukkan gejala batuk terus-menerus.
Segera menelepon Unit Gawat Darurat (UGD) jika bayi:
  • Mengi cepat,
  • Mendengus,
  • Tidak dapat bernapas,
  • Membiru,
  • Perutnya kembang-kempis secara cepat.

Memperkenalkan MPASI

Saat bayi Anda sudah siap untuk makan makanan yang lebih padat (alias MPASI), mereka mungkin ingin sedikit susu pada setiap makanannya, atau bahkan tanpa susu sama sekali. Bayi harus tetap mendapatkan ASI (atau susu formula) untuk setidaknya tahun pertama usianya meskipun Anda sudah mulai memperkenalkan makanan padat pada bayi Anda, dan ortu dapat melanjutkan pemberian ASI selama Anda masih menginginkannya. Dari 12 bulan pertama susu sapi akan tetap baik-baik saja digunakan sebagai minuman utama mereka.


Berikut adalah berbagai tips yang dapat Anda baca terlebih dahulu sebelum memperkenalkan makanan padat kepada bayi Anda:
  • Kapan saya harus memperkenalkan makanan padat untuk bayi saya?

    Mulai memberi makanan padat (bubur) kepada Bayi Anda.
    Anda dapat memperkenalkan makanan padat sejak usia 4 dan 6 bulan jika bayi Anda sudah siap. Sampai saat itu, ASI atau susu formula menyediakan semua kalori dan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi Anda dan dapat ditangani oleh tubuhnya. Sistem pencernaannya hanya tidak siap untuk padatan sampai ia mendekati setengah hari ulang tahunnya.

    The American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa bayi harus disusui secara eksklusif selama sedikitnya enam bulan - meskipun orang tua akan membuktikan bahwa beberapa bayi sangat ingin dan siap untuk makan makanan padat sebelum usianya genap 6 bulan.

  • Bagaimana saya akan tahu kapan bayi saya sudah siap makan?

    Bayi Anda akan memberikan tanda-tanda yang jelas terlihat ketika dia sidah siap untuk menerima selain dari makanan cair saja.

    Ciri_Ciri_Bayi_Sudah_Siap_Makan
    Ciri-ciri bayi sudah siap makan makanan padat (bubur)

    Isyarat untuk mencari makanan padat yang ditunjukkan oleh bayi adalah meliputi:
    • Kontrol penuh terhadap kepalanya.

      Bayi Anda harus mampu menjaga kepalanya mantap, dalam posisi tegak.
    • Kehilangan "refleks ekstrusi".

      Untuk menjaga makanan padat tetap berada dalam mulutnya dan kemudian menelannya, bayi Anda perlu berhenti menggunakan lidahnya untuk mendorong makanan keluar dari mulutnya.
    • Duduk dengan baik bila didukung.

      Bahkan jika dia tidak cukup siap untuk kursi bayi yang tinggi, bayi Anda harus dapat duduk tegak untuk menelan dengan baik.
    • Gerakan mengunyah.

      Mulut bayi Anda dan lidahnya akan berkembang sinkron dengan sistem pencernaannya. Untuk memulai proses mengunyah makanan padat, ia harus mampu memindahkan makanan ke bagian belakang mulut dan menelannya. Saat ia belajar untuk menelan efisien, Anda mungkin melihat sedikit air liur.
    • Berat badan yang naik signifikan.

      Kebanyakan bayi akan siap untuk makan makanan padat ketika mereka telah dua kali lipat berat lahir mereka (atau berat sekitar 8 kilogram) dan setidaknya berusia 4 bulan.
    • Tumbuhnya nafsu makan.

      Dia tampaknya lapar - bahkan jika sudah delapan sampai sepuluh kali menyusui ASI atau susu formula dalam sehari.
    • Rasa ingin tahu tentang apa yang Anda makan.

      Bayi Anda mungkin mulai mengincar mangkuk nasi atau meraih bungkus makanan ringan saat Anda sedang makan.

  • Bagaimana saya harus memperkenalkan makanan padat?

    Sekarang kita tahu bahwa tidak benar, dan untuk sebagian besar bayi, sereal dalam botol di 6 minggu adalah cara yang kurang baik untuk memulai memberi MPASI. (Beberapa bayi dengan refluks buruk dapat mengambil manfaat dari sereal dalam botol, namun sebaiknya tanyakan dokter anak Anda.) Antara usia 4 dan 6 bulan, kebanyakan bayi sudah siap untuk mendapatkan rasa pertama mereka dalam bentuk makanan padat.
    makanan_padat_terbaik_bayi_4_bulan
    Makanan Padat pertama kali yang terbaik untuk bayi 4 bulan ke atas.

    Bagi kebanyakan bayi, Anda bisa mulai dengan makanan berupa bubur. Sementara itu cara tradisional (di luar negeri) untuk memulai memberi bayi Anda pada padatan dengan sereal gandum tunggal (single grain cereal), tidak ada bukti medis yang menunjukkan bahwa memperkenalkan makanan padat dalam urutan tertentu akan bermanfaat bagi bayi Anda. Makanan yang baik untuk memulai adalah dengan memasukkan bubur kentang manis, labu, saus apel (applesauce), pisang, dewi persik, dan pir.

    Pertama, gunakan botol-makan (bottle feed) pada bayi Anda. Kemudian memberinya satu atau dua sendok teh bubur makanan padat. Jika Anda memutuskan untuk memulai dengan sereal, mencampurnya dengan cukup formula atau ASI untuk membuat semi-cair / encer. Gunakan sendok plastik berujung lembut ketika Anda menyusui bayi Anda, untuk menghindari melukai gusinya. Mulailah dengan hanya sejumlah kecil makanan yang diletakkan di ujung sendok.

    Jika bayi Anda tidak tampak sangat tertarik dengan makan dari sendok, biarkan dia mencium bau dan rasa makanan atau menunggu sampai ia tertarik dengan ide makan sesuatu yang padat. Jangan menambahkan sereal dalam botol bayi Anda atau dia tidak dapat membuat pemahaman bahwa makanan harus dimakan saat duduk dan dari sendok.

    Mulailah dengan makan sekali sehari, setiap kali itu lebih mudah bagi Anda dan bayi Anda, tapi jangan mencoba memulai memberi makanan padat pada saat bayi Anda tampak lelah atau rewel. Bayi Anda mungkin tidak makan banyak pada awalnya, tetapi memberinya waktu untuk terbiasa dengan pengalaman. Beberapa bayi membutuhkan waktu latihan untuk menjaga makanan dalam mulut dan menelan mereka.

    Setelah dia terbiasa dengan diet jenis baru selain susu, ia akan siap untuk beberapa sendok makanan sehari. Jika dia makan sereal, secara bertahap menebalkan konsistensi dengan menambahkan lebih sedikit air pada makanannya. Sebagaimana jumlah bayi Anda makan mulai perlahan-lahan meningkat, tambahkan variasi makanan lain.

  • Bagaimana saya akan tahu kapan bayi saya merasa kenyang?
  • Apakah saya masih harus memberikan ASI atau susu formula untuk bayi saya?
  • Bagaimana saya harus memperkenalkan makanan baru?
  • Berapa kali sehari harus bayi saya makan makanan padat?
  • Apakah saya membutuhkan peralatan khusus?
  • Di mana saya harus menyusui bayi saya?
  • Bagaimana saya bisa membantu anak saya mengembangkan kebiasaan makan yang sehat?

Bayi Sesak Nafas

Hari ini putra kami tercinta yang berusia lima bulan satu hari bangun pagi mengalami keluhan nafasnya yang pendek seperti orang tersengal-sengal. Biasanya nafasnya memang pendek-pendek jika habis menangis, seperti kesulitan bernafas menarik dalam lalu menghembuskannya dalam jarak yang pendek. Saya sudah memperhatikannya sejak semalam, namun saya mengira masih seperti biasanya. Pagi harinya saat saya sedang berada di kantor, istri menelfon dan mengabarkan bahwa anak kami nafasnya tersengal-sengal. Ia merasa khawatir dan segera mematikan AC di kamar lalu menggendong buah hati kami.

Ilustrasi: Anak sesak nafas dan tersengal-sengal. | foto: http://womenworld.org

Sesak Nafas pada Bayi dan Anak-anak

Saya pun membuka blogger dan mencatat kejadian ini ke dalam artikel. Sebagai dikutip dari situs familydoctor.org, sesak napas merupakan gejala yang sangat serius pada anak-anak dan tidak boleh diabaikan. Mengetahui bahwa dokter telah mendiagnosa dan mengobati masalah seharususnya memberi rasa aman pada orangtua, akan tetapi jika gejala tetap berkembang menjadi lebih buruk, segera hubungi dokter anak Anda atau pergi ke ruang gawat darurat di rumah sakit terdekat. Bagan ini menjelaskan beberapa penyebab umum sesak napas pada bayi dan anak-anak. Jika ada gejala yang termasuk di dalam bagan ini. segera bawa buah hati Anda ke dokter Anak terdekat.


GEJALA
DIAGNOSA
PENANGANAN
Mulai dari sini




1. Apakah Anak Anda mengalami Demam?
Tidak
Baca Pertanyaan nomor 5.*

Ya




2. Apakah Anak Anda memiliki batuk berlendir dan gejala demam atau flu?
Ya
Bayi atau anak kecil sangat rentant terkena penyakit BRONCHIOLITIS, yaitu batuk dengan nafas pendek tersengal. BRONKITIS AKUT dan PNEUMONIA juga dapat menyebabkan sesak nafas. Segera bawa bayi Anda ke dokter Anak.
Tidak




3. Apakah bayi Anda mengalami radang tenggorokan dan batuk keras yang kering, ataukah ia terlihat tidak nyaman dengan nafas yang sesak?
Ya
CROUP, epiglotitis atau adanya abses (nanah) di tonsil dapat menyebabkan gejala-gejala tersebut. Semua adalah infeksi serius. Segera bawa bayi Anda ke dokter Anak.
Tidak




4. Apakah anak Anda mengalami batuk kering dan gejala demam bersamaan dengan sesak napas?
Ya
Kadang-kadang, VIRUS BRONKITIS akan menyebabkan konstriksi pada bronkus seperti asma dan menyebabkan sesak napas. Segera bawa bayi Anda ke dokter Anak.

*5. Apakah anak Anda mengi dan sesak napas?
Ya
ASTHMA atau ASMA dapat menyebabkan mengi dan bisa serius, tapi itu bisa diobati. Segera bawa bayi Anda ke dokter Anak.
Tidak




6. Apakah anak Anda tampaknya sesak napas setelah ia menelan atau tersedak mainan, koin atau benda lain?
Ya
Setiap benda kecil dapat memblokir jalan napas dan menyebabkan sesak napas atau tercekik. Bawalah anak Anda ke dokter Anda segera. Perhatikan anak Anda dengan cermat dan sedapatnya buat dia batuk (ini dapat mengeluarkan objek dari tenggorokan). Jika perlu, bersihkan jalan napas dengan sangat hati-hati dengan cara gerakan jari Anda seperti menyapu. Jika anak Anda tersedak, melakukan Manuver Heimlich segera, kemudian segera panggil dokter.
Tidak




7. Apakah bayi Anda pernah tampak seperti berhenti bernapas ketika ia sedang tidur?
Ya
Episode pendek ketika bayi seperti berhenti bernapas mungkin normal, sementara episode yang lebih lama mungkin menjadi tanda peringatan dari SINDROM KEMATIAN MENDADAK BAYI (SUDDEN INFANT DEATH SYNDROME atau SIDS). Segera bawa bayi Anda ke dokter Anak.
Tidak




Untuk informasi lebih lanjut, silakan berbicara dengan dokter Anda. Jika Anda pikir masalahnya adalah serius, hubungi dokter Anda segera.


Sumber: http://familydoctor.org/familydoctor/en/health-tools/search-by-symptom/shortness-of-breath-infants-children.html

Bayi Baru Lahir

Anda mungkin pernah terkejut melihat bagian ubun-ubun di kepala bayi Anda yang baru berusia 1 hingga 3 bulan tiba-tiba berdenyut seperti ada jantung di dalamnya. Tenang saja, jangan panik dulu, kami juga pernah mengalaminya. Hal tersebut membuat kami sempat khawatir, tetapi setelah mencari-cari informasi dan referensi di internet, kami merasa sedikit lega.

kepala_ubun_bayi_berdenyut
Kepala atau Ubun-Ubun bayi berdenyut.

Ada banyak hal yang harus Anda perhatikan setelah bayi baru lahir. Berikut adalah beberapa hal yang tidak perlu dimasukkan dalam daftar kekhawatiran Anda.

  1. Menyentuh titik yang terasa lunak di kepala bayi.

    Jika Anda melakukan ini, jangan khawatir tentang hal itu! Ketika Anda menyentuh titik yang masih lunak di kepala bayi Anda, yang dikenal sebagai fontanel, Anda tidak menyentuh otaknya.

    Jadi apa yang Anda sentuh? Sebuah membran super-protektif yang cukup tebal. Titik lembut di kepala bayi ada karena untuk mengamankan kepala agar bisa menyesuaikan dengan jalan lahir yang sempit, tengkorak bayi dirancang fleksibel, sehingga kepala si kecil yang berambut halus ini tetap aman dan bisa selamat keluar dari rahim dan mulut rahim ibunya sepanjang tidak ada kesalahan yang dilakukan saat proses melahirkan. Sungguh luar biasa rancangan Tuhan Yang Maha Kuasa bukan?

  2. Melihat denyutan di fontanel (ubun-ubun) kepala bayi.

    Apa yang Anda lihat adalah kerja normal dari sistem sirkulasi bayi Anda. Karena fontanel (ubun-ubun) menutupi daerah tengkorak yang belum menyatu bersama-sama, mereka memang masih lunak, membuat pembuluh darah dan arteri dapat terlihat secara kasat mata.

    Ini tidak perlu Anda khawatirkan, denyutan pada fontanel bayi adalah normal terjadi selama masa pertumbuhannya di usia dini. Apabila bayi Anda terlihat memiliki gejala yang tidak biasa ataupun keluhan lain, segera periksakan ke Dokter Spesialis Anak (DSA) langganan Anda.

  3. Darah di popok bayi perempuan Anda.

    Selama kehamilan, lonjakan kadar estrogen ibu bisa merangsang rahim janin betina. Dalam minggu pertama kehidupannya setelah lahir ke bumi, itu tidak biasa bagi bayi perempuan untuk memiliki periode mini dimana di dalam rahimnya tersimpan sedikit darah.

  4. Rongga kecil di dada bayi.

    Tenang, ini bukan masalah pada jantung bayi Anda. Menurut para ahli, dada terdiri dari tiga bagian. Lekukan yang Anda lihat adalah kemungkinan bagian bawah, yang bergerak mundur dan dari luar terlihat seperti ada rongga kecil di dada bayi. Saat bayi Anda mulai tumbuh besar seiring umurnya, dada dan perut ototnya akan menariknya sehingga menjadi lurus kembali. Bahkan sebelum itu, lapisan lemak pada tubuh bayi akan menutupi rongga ini sehingga sedikit terlihat sangat normal untuk anatomi tubuh bayi yang baru lahir.

  5. Kotoran licin dan lunak setiap habis makan.

    Menyusui bayi mungkin akan mengakibatkan bayi sering mengeluarkan kotoran setelah setiap makan karena ASI memang sifat ASI yang begitu cepat dicerna. Bayi yang diberi susu botol (susu formula) mungkin memiliki frekuensi buang air besar yang lebih jarang ataupun lebih sering, tergantung bagaimana respons tubuh bayi terhadap kandungan yang terdapat di dalam susu formula tersebut. Sejauh masalah kotoran licin yang terjadi, sebagian kotoran dari bayi yang baru lahir yang lembut hanya disebabkan oleh bayi berada pada masa "diet khusus" dengan menu makan yang semuanya berbentuk cair.

Sumber: http://www.parents.com/baby/care/newborn/newborn-worries-not-to-worry-about/

Bayi Muntah Susu (Gumoh)

Mungkin ada beberapa dari Anda yang kaget ketika melihat bayi Anda memuntahkan lagi susu yang baru saja diminumnya. Jangan khawatir, itu sangat lumrah terjadi dan disebut sebagai possetting atau di Indonesia dikenal dengan sebutan gumoh. Sebelumnya mengambil tindakan apapun, sebaiknya baca terlebih dahulu ulasan selengkapnya tentang gumoh di bawah ini:

Apakah normal bagi bayi saya muntah susu?

Bayi_muntah_susu_gumoh_adalah_biasa_jika_hanya_sedikit
Adalah umum bagi bayi Anda sering muntah dalam minggu-minggu awal dimana mereka masih menyesuaikan diri dengan makanan dan sebagaimana tubuh mereka berkembang. Anda dapat membedakan bahwa bayi Anda muntah atau hanya mengeluarkan jumlah kecil susu (yang biasa disebut possetting atau gumoh), dilihat dari banyaknya jumlah susu yang keluar. Perasaan sensasi muntah bisa jadi hal yang menakutkan bagi bayi Anda, jadi dia akan menangis ataupun mungkin tetap tenang seperti biasanya.

Semua penyakit gangguan pencernaan dapat menyebabkan bayi menjadi sakit. Bahkan serangan berkepanjangan yakni menangis tanpa henti atau batuk dapat memicu refleks ini. Sehingga Anda kemungkinan akan melihat cukup banyak muntah pada bayi Anda di beberapa tahun pertama.

Serangan muntah umumnya akan mereda dengan sendirinya setelah enam sampai 24 jam setelah gejala tersebut dimulai. Bayi Anda tidak perlu perawatan khusus, selain minum banyak susu untuk memastikan dia tetap cukup terhidrasi (tapi jangan dipaksa, karena berlebihan juga sama saja akan menyebabkan muntah karena perutnya yang kepenuhan). Selama bayi Anda tampak sehat dan terus menambah berat badannya, biasanya Anda tidak perlu khawatir. Percayalah pada insting Anda, meskipun pada akhirnya Anda akan tetap menemui dokter anak jika Anda tetap khawatir.

Kapan saatnya saya harus khawatir?

Selama bayi Anda masih beberapa bulan pertama, muntah mungkin disebabkan oleh masalah makan ringan, seperti perutnya terlalu penuh. Setelah beberapa bulan pertama, tiba-tiba mengalami muntah lebih cenderung disebabkan oleh infeksi perut, seperti gastroenteritis. Jenis infeksi seperti ini sering disertai dengan diare.
Kapan_saatnya_harus_khawatir_bayi_muntah
Kapan saatnya kita harus khawatir saat bayi muntah susu?
Bayi Anda mungkin juga sakit ketika ia memiliki salah satu dari gejala di bawah ini:
  • Suhu tubuh mendingin
  • Infeksi urin
  • Infeksi telinga
Alergi makanan kadang-kadang dapat menyebabkan muntah pada bayi usia 6 bulan ke atas yang sudah diberi asupan makanan tambahan (MPASI). Jika bayi Anda berhenti diberikan makanan yang memicu reaksi alergi, ia mungkin akan langsung normal kembali. Namun, ada baiknya membuat janji dengan dokter Anda sebelum mengeluarkan menu tersebut dari daftar makanan bayi Anda.

Kadang-kadang, muntah dapat menjadi gejala dari penyakit yang lebih serius. Hubungi dokter Anda jika Anda melihat salah satu dari tanda-tanda peringatan berikut pada bayi Anda:
  1. Tanda-tanda dehidrasi, termasuk mulut kering, kurangnya air mata, fontanel (ubun-ubun) cekung, floppiness, dan popok basah lebih sedikit dari biasanya (kurang dari enam popok sehari).
  2. Demam. Penolakan untuk menyusui atau minum susu formula.
  3. Muntah selama lebih dari 12 jam, atau muntah dengan keras/kuat.
  4. Ruam pada kulit yang tidak memudar ketika kulit ditekan.
  5. Rasa ngantuk atau bayi cepat ngambek / marah yang parah.
  6. Fontanelle (bagian ubun-ubun pada kepala bayi) menggembung.
  7. Sesak napas.
  8. Perut yang bengkak.
  9. Terdapat bercak darah atau cairan empedu (zat yang berwarna hijau) di muntahan (lihat di bawah).
  10. Muntah yang hebat terus-menerus pada bayi baru lahir dalam waktu setengah jam makan (lihat di bawah).
Darah atau empedu dalam muntahan: ini biasanya tidak perlu khawatir jika bayi Anda baik sebelum ia muntah. Ini mungkin terjadi ketika kekuatan regurgitasi menyebabkan air mata kecil di dalam pembuluh darah yang melapisi pipa makanan. Muntah bayi Anda juga dapat diwarnai dengan warna merah jika ia telah menelan darah dari luka di mulutnya, atau telah mimisan dalam enam jam terakhir.

Namun, hubungi dokter jika bayi Anda terus memiliki darah dalam muntahan atau jika jumlahnya terus meningkat. Dokter mungkin akan ingin melihat sampel muntah jika mengandung darah atau empedu, sehingga, meskipun mungkin tugas yang tidak menyenangkan, cobalah untuk menyimpannya. Hijau empedu dapat menunjukkan bahwa usus bayi Anda sedang dalam gangguan serius, suatu kondisi yang membutuhkan perhatian segera.

Khawatir_bayi_muntah
Ortu yang baik perlu mengetahui kapan gumoh atau muntah susu pada bayi itu normal

Muntah persisten atau kuat pada bayi baru lahir dalam waktu setengah jam makan: Ini mungkin karena stenosis pilorus, yang merupakan kondisi langka. Stenosis pilorus kemungkinan besar dimulai ketika bayi Anda berusia beberapa minggu, tapi bisa muncul setiap saat sebelum ia mencapai empat bulan.

Stenosis pilorus menyebabkan katup terkemuka dari perut ke dalam usus menebal begitu banyak sehingga tidak akan membuka cukup untuk membiarkan makanan melaluinya. Hal inilah yang menyebabkan bayi muntah. Masalahnya sederhana untuk memperbaiki dengan operasi kecil, tapi itu tidak membutuhkan perhatian medis segera.

Bagaimana saya harus berurusan dengan muntah?

Biasanya, muntah susu pada Bayi tidak perlu membuat Anda langsung khawatir, dan ia akan segera merasa lebih baik. Tetapi, inilah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk membantu bayi Anda lebih cepat sembuh:
  1. Pastikan bayi Anda terhidrasi (lawan kata dari dehidrasi)

    Bila bayi Anda muntah, dia kehilangan cairan penting untuk tubuhnya. Sangat penting untuk menggantikan cairan tersebut agar ia tidak mengalami dehidrasi. Untuk melakukan hal ini, Anda mungkin dapat memberinya beberapa teguk cairan rehidrasi oral (oralit) ~jika ia sudah cukup umur~, beberapa kali dalam satu jam, di samping ASI yang biasa atau susu formula sebotol penuh, dan air. Tetapi akan lebih baik lagi jika Anda memeriksakan dengan dokter anak ataupun apoteker / ahli gizi anak Anda sebelum mencoba ini. Satu yang pasti, jangan pernah sekalipun memberikan Anda jus buah untuk bayi atau bahkan minuman bersoda.
  2. Mudahkan dia untuk kembali ke rutinitasnya

    Jika bayi Anda tidak muntah selama 12 jam sampai 24 jam, Anda dapat mulai kembali ke diet menu yang biasanya. Namun Anda akan tetap perlu memberinya banyak cairan seperti susu biasa. Jika bayi Anda makan makanan padat, mulai dengan makanan yang mudah dicerna seperti sereal atau yoghurt. Anda juga dapat mencoba menggunakan cairan bening beku, seperti es loli, jika anak Anda sudah berusia lebih dari 12 bulan.
  3. Bantu dia beristirahat

    Tidur juga dapat membantu untuk menenangkan bayi Anda. Perut sering bermuara di usus saat tidur, menghilangkan rasa mual dan keinginannya untuk muntah.
  4. Jangan sok tahu / sok pintar

    Jangan pernah sekali-kali memberikan anak obat anti-mual Anda (langsung membelinya di apotek tanpa resep atau istilahnya "over-the-counter"), kecuali Dokter telah memberikan resep kepada Anda dan bayi Anda.

Jika bayi Anda terpaksa dititipkan di tempat penitipan anak, sebaiknya biarkan bayi Anda tetap di rumah sampai setidaknya 48 jam setelah kejadian terakhir muntah.

Bayi Sulit BAB

Anda biasanya buang air besar (BAB) dengan teratur, tiga atau empat kali sehari. Anda pun selalu memberinya ASI, tanpa makanan tambahan. Namun suatu saat, bayi Anda tidak juga buang air, bahkan selama berhari-hari! Anda pun panik dan bertanya-tanya: apa yang sebenarnya yang terjadi dengan sang bayi?

Bayi_Tidak_BAB_Selama_Seminggu
Bayi Tidak BAB Selama Seminggu

Normalkah bayi BAB lebih dari seminggu? Sebenarnya, sangat wajar ketika bayi kita tidak BAB secara teratur, kita pun menjadi panik. Namun sebenarnya, itu normal dialami bayi. Kadang bayi tidak BAB hingga 10 hari, dan tidak ada indikasi gangguan apapun pada mereka.

Bagi bayi yang hanya mengkonsumsi ASI, ada kemungkinan ASI terserap seluruhnya dalam tubuh dan tidak menyisakan apapun kecuali air seni. Jadi, tidak BAB hingga beberapa hari sebenarnya tergolong normal.

Yang Perlu Diwaspadai

Yang perlu Anda waspadai adalah ketika BAB bayi merasa kesakitan dan sulit mengeluarkan tinja. Anda perlu berkonsultasi pada dokter jika terjadi hal yang demikian. Namun selama tidak nampak keluhan pada bayi, anda tidak perlu terlalu khawatir. Jika rasa khawatir masih menghantui, Anda dapat mencoba beberapa cara, sesuai dengan usia dan kemampuan bayi. Misalnya, air jeruk manis atau yogurt.

Yogurt membantu mengaktifkan bakteri baik dalam tubuh, dan memperlancar proses buang air besar. Namun berikan makanan tersebut sesuai dengan usia sang bayi. Jika masih terlalu kecil, sebaiknya tidak diberi air jeruk atau makanan asam, karena lambung bayi masih sangat peka.


Cara lain adalah dengan mengoleskan krim vaselin atau sedikit minyak pada bagian belakangnya, untuk membantu memperlancar proses buang air besar. Jangan lupa konsultasikan pada dokter anak tentang kondisi bayi Anda, sebelum memberinya makanan atau perawatan tertentu.

Pasangan yang baru saja memiliki anak umumnya mudah cemas jika ada yang berbeda dari keseharian sang bayi, termasuk dalam soal BAB. Tidak perlu terlalu cemas, sebab hal itu wajar terjadi.

Jadi, normalkah bayi BAB lebih dari seminggu? Jawabannya adalah: normal, selama tidak disertai dengan keluhan lain.

sumber: http://artikelkesehatananak.com/normalkah-bayi-bab-lebih-dari-seminggu.html

Konsultasi Dokter

Baru-baru ini anak kami tercinta melaksanakan imunisasi keduanya di dokter anak yang biasa kami kunjungi. Ada sejumlah keluhan yang ingin kami tanyakan kepada dokter, berdasarkan pengamatan kami setiap hari pada bayi. Berikut ini adalah diantaranya:
  1. Pada leher bayi timbul bercak-bercak kemerahan seperti kulit terkelupas atau berjamur.
  2. Bayi menjadi lebih sering menangis dan tangisannya tidak seperti biasanya, akhir-akhir ini lebih keras dan durasinya lebih lama.
    Klik disini untuk mengetahui Makna Tangisan Bayi dan Sebab Bayi Menangis..
  3. Bayi juga lebih sering gumoh atau mengeluarkan susu yang baru saja diminumnya.
ilustrasi_bayi_sering_menangis_keras_lama
ilustrasi ~ bayi sering menangis keras dan lama

Solusi Dokter

Untuk keluhan pertama, yakni timbulnya bercak-bercak di sekitar leher, dokter menganalisa kemungkinan hal tersebut dikarenakan bintik-bintik merah yang awalnya timbul karena biang keringat, kemudian diolesi minyak telon sehingga menutup pori-pori dan menyebabkan jamur tumbuh dan berkembang menyebar di sekitar leher. Dokter menyarankan untuk menghentikan sementara pemberian minyak telon di area leher.

Kemudian untuk keluhan ketiga, dokter menyatakan bahwa kemungkinan bayi sering mengalami gumoh adalah karena perut/lambung yang sudah penuh atau kepenuhan, dan juga diakibatkan gerak usus yang lebih aktif dari biasanya, sehingga susu yang sudah masuk terpaksa dikeluarkan oleh tubuhnya. Untuk menanggulangi hal ini dokter menyarankan agar tidak terlalu banyak memberikan susu, walaupun bayi terlihat menggerak-gerakkan bibirnya belum tentu hal tersebut berarti bayi sedang merasa haus atau lapar. Jadi jangan langsung diberi susu, agar perutnya tidak kepenuhan.

Dokter juga mencoba mengetuk perut bayi dan mendengarkan suara yang berasal dari perut bayi. Perut yang mengeluarkan suara seperti "gruduk-grudug" kemungkinan karena gerakan usus yang sangat aktif untuk mencerna makanan.

Gerakan usus yang aktif tersebut bisa juga disebabkan karena bayi yang tidak cocok dengan susu formula yang diberikan kepada bayi. Sehingga bayi merasa tidak nyaman karena perutnya, dan hal ini bisa jadi berkaitan dengan keluhan kedua (menangis lebih sering, keras, dan lama / sulit berhenti menangis).

Oleh karena itu, dokter memberi saran untuk mencoba mengganti susu formula yang diberikan kepada bayi. Sebelumnya kami menggunakan Anmum yang merupakan susu formula Nabati, dan dokter menyarankan kami untuk mengganti dengan susu Nabati, yakni susu Soya yang banyak tersedia di pasaran.

Pada artikel yang berikutnya kami akan membahas tentang perbandingan susu soya yang tersedia di pasaran agar kami bisa memilih yang terbaik bagi putra kami tercinta.

Sectio Caesaria

22 Agustus yang lalu menjadi hari yang berbahagia bagi kami sekeluarga. Seorang anak yang merupakan buah cinta kami berdua telah lahir ke dunia untuk menggenapkan kebahagiaan kami sebagai sebuah keluarga. Bagi orangtua kami dari pihak perempuan, ini adalah cucu pertama mereka, yang telah ditunggu-tunggu sejak lahir. Bayi laki-laki ini lahir dengan panjang 50 centi meter dan berat 3.290 gram (hampir 3,3 Kg) melalui proses operasi persalinan atau caesar.

Oleh karena letak bayi yang sungsang (letsu) pada minggu ke-38 kehamilan (semester akhir), dokter kandungan yang kami percayakan telah memberitahu kami sebelumnya bahwa kemungkinan besar bayi dilahirkan melalui proses sectio caesaria (cesar / sesar). Oleh karena itu kami meminta saran keluarga untuk menentukan tanggal terbaik untuk kehadiran sang buah hati ke dunia. Maka terpilihlah tanggal 22 Agustus 2014 sebagai hari lahir putra kami.

Persiapan

Persiapan_Sectio_Caesaria
Sehari sebelum tanggal terpilih, atau tepatnya tanggal 21 Agustus saya sudah pulang ke rumah untuk mempersiapkan semuanya, dan pada malam harinya pukul 21:00 kami berangkat menuju rumah sakit yang direkomendasikan oleh dokter kandungan. Perjalanan ke rumah sakit tersebut memakan waktu kurang lebih satu jam, perasaan gugup dan jantung berdebar mengiringi perjalanan kami, karena besok akan menjadi hari yang bersejarah untuk keluarga besar, termasuk keluarga kecil yang baru kami bangun tahun lalu (2013). Sesampainya disana kami mendaftarkan diri untuk persalinan esok hari, dan mendapat urutan pertama pada pukul 06:00.

Sekitar pukul 23:00, di ruang VK (yang baru saja saya ketahui merupakan singkatan dari "Verlos Kamer" / "verloskamer" yang merupakan adaptasi dari bahasa Belanda dimana artinya adalah "delivery room" atau ruang persalinan alias kamar bersalin), istri saya mulai dipersiapkan untuk operasi keesokan harinya, dimana ia diukur tensi, dan lain-lain yang tidak bisa saya sebutkan detailnya. Kemudian istri saya dipersilakan untuk menginap di kamar kelas I yang sudah kami booking sebelumnya, lalu diberitahu untuk bersiap-siap bangun pada pukul setengah lima pagi untuk persiapan tahap akhir persalinan dengan operasi.

Hari Operasi

Pada pukul 04:00, kami sudah bangun dan bersiap-siap. Suster / perawat datang menjemput kami ke kamar untuk membawa istri saya di ruang OK (Operatie Kamer / operatiekamer) yang juga merupakan bahasa serapan dari bahasa Belanda yang berarti kamar operasi. Disana sudah menunggu perawat dan assisten dokter bedah kandungan yang turut mempersiapkan peralatan operasi. Sambil menunggu dokter yang akan melaksanakan operasi, saya terlebih dahulu dimintai tanda-tangan persetujuan operasi oleh salah seorang staff rumah sakit disana, kemudian dokter spesialis anestesi menerangkan kepada saya bahwa setiap operasi cesar pasti memiliki resiko komplikasi, tetapi tim dokter akan berusaha semaksimal mungkin meminimalisir resiko, saya mengiyakan dan mengatakan bahwa saya memahami hal tersebut kepada sang dokter. Kami kemudian dipersilakan keluar, dan beberapa waktu kemudian tim dokter yang akan menangani operasi ini telah siap. Kalau tidak salah terdiri dari dokter yang akan membedah kandungan, dokter spesialis bius (anastesi), dan dokter anak yang akan memeriksa kondisi bayi.

Berlangsung singkat

Kurang lebih selama 20 menit kami menunggu di luar ruang OK sambil berharap-harap cemas, dan ternyata operasi cesar itu tidak memakan waktu lama alias berlangsung cukup singkat. Saya dipanggil keruangan, dan perawat memberitahu: "bayinya sudah lahir Pak ya, silakan dilihat..". Saya langsung mengikuti perawat tersebut dengan perasaan yang tidak bisa dijelaskan dalam tulisan ini. Ketika saya masuk ke ruang perawatan bayi, anakku tersayang sedang dibersihkan dari sisa darah ibunya yang masih menempel. Tali pusarnya masih melekat dan menggantung di perutnya, berwarna biru kehijauan seperti tosca. Anakku menangis, dan ia tampak begitu lucu. Sepintas terlihat mirip bapakku. Aku bisa melihat pentol bakso di selangkangannya, laki-laki, he he he... Saya segera mengeluarkan HP Xiaomi Redmi 1s dari saku celana untuk merekam bayiku, agar bisa ditunjukkan ke keluarga lainnya karena yang diperbolehkan masuk hanya Ayah / Suami pasien.

Dokter Anak yang menangani bayiku kemudian datang dan menjelaskan, bayinya laki-laki, keadaannya sehat, panjangnya 50 centimeter, beratnya 3.290gram, dan seterusnya. Setelah selesai merekam, saya lalu keluar dan menunjukkannya kepada mertua dan saudara-saudara yang ikut menunggu pada saat itu. Kami semua larut dalam perasaan bahagia, dan saya pun segera mengabari keluarga yang lainnya melalui telepon.

Saya kemudian dipanggil lagi karena istri saya sudah selesai dijahit dan sudah keluar dari kamar operasi (OK), saya menemuinya dan ia masih tampak lemas karena efek biusnya. Istri saya merasa menggigil karena kedinginan, tapi kata perawat itu normal, dan akan berangsur-angsur hilang bersamaan dengan hilangnya efek obat bius.

Air Mata Bayi

Pada beberapa bayi baru lahir satu atau kedua mata menjadi berair dan lengket, terutama setelah tidur. Hal ini biasa terjadi dan biasanya terjadi tanpa pengobatan apapun. Anda mungkin merasa khawatir melihat mata anak Anda (baik salah satu ataupun mata kanan dan mata kiri) selalu berair dan mengakibatkan menumpuknya kotoran mata hingga menjadi lengket, tapi jangan khawatir. Air mata tersebut diakibatkan tersumbatnya saluran air mata pada bayi sebagai akibat dari pertumbuhannya yang memang belum sempurna.

Produksi air mata normal

Produksi_air_mata_normal
Untuk menghindari kerusakan pada permukaan sensitif dari mata perlu dijaga agar tetap lembab. Untuk melakukan hal ini dan untuk membantu menghilangkan kotoran atau bit (debris), mata menghasilkan air mata film. Film air mata terdiri dari tiga lapisan - lapisan utama tengah berair, tipis luar berminyak (lipid) lapisan, dan lapisan mukosa dalam tipis.

Cairan berair air mata berasal dari kelenjar lakrimal yang tepat di atas, dan ke sisi luar, dari masing-masing mata. Kelenjar ini terus membuat sejumlah kecil cairan berair yang mengalir ke bagian atas mata. Ketika kita berkedip, kelopak mata menyebar air mata atas bagian depan mata.

Kelenjar kecil di kelopak mata (kelenjar meibom) membuat sejumlah kecil cairan berminyak yang meliputi lapisan luar air mata film. Lapisan ini membantu untuk menjaga permukaan air mata halus dan mengurangi penguapan air mata berair.

Air mata kemudian mengalir turun saluran kecil (kanalikuli) dari bagian dalam mata ke dalam kantung air mata. Dari sini mereka mengalir ke saluran yang disebut saluran air mata (juga disebut saluran nasolacrimal) ke dalam hidung.

Apa yang menyebabkan saluran air mata tersumbat pada bayi?

Mata bisa menjadi berair baik karena Anda membuat terlalu banyak air mata (misalnya, menangis), atau karena saluran air mata tersumbat. Penyebab biasa mata berair pada bayi baru lahir adalah keterlambatan dalam perkembangan normal dan pembukaan saluran air mata. Hanya saja itu tidak cukup sepenuhnya dikembangkan pada saat lahir. Sekitar 1 dari 20 bayi yang baru lahir akan memiliki saluran air mata yang tidak cukup sepenuhnya dikembangkan. Hal ini dapat mempengaruhi satu atau kedua mata.

Kelainan lain dari mata atau kelopak mata dapat (jarang) menyebabkan penyumbatan air mata pada bayi.


Bagaimana itu bisa sembuh?

Pada waktunya, saluran air mata biasanya selesai berkembang dan masalah akan. Ini biasanya terjadi dalam beberapa minggu setelah lahir. Pada beberapa bayi dapat memakan waktu beberapa bulan. Jadi, Anda biasanya akan disarankan hanya untuk menunggu dan melihat apakah masalah akan. Jika saluran air mata masih tersumbat oleh sekitar usia 12 bulan, dokter Anda dapat membawa bayi Anda ke dokter mata. Pilihan adalah untuk spesialis untuk melakukan prosedur di mana instrumen yang sangat tipis dilewatkan ke dalam saluran air mata untuk membuka saluran. Prosedur ini biasanya dilakukan sebagai kasus hari dan biasanya sangat sukses.

Kadang-kadang rujukan ke dokter spesialis dapat dilakukan lebih cepat jika masalahnya adalah sangat mengganggu, atau jika kelainan langka diduga menjadi penyebabnya.

Apakah itu serius?

Biasanya tidak. Sebuah kasus yang khas adalah sebagai berikut: produksi air mata pada bayi baru lahir dapat mengambil seminggu untuk memulai, sehingga Anda mungkin tidak melihat mata berair pada awalnya. Anda kemudian dapat melihat satu atau kedua mata menjadi berair. Bayi Anda biasanya tidak terganggu. Kadang-kadang setelah tidur mata yang terkena tampak lengket. Anda mungkin harus menghapus beberapa materi seperti lem. Bola mata terlihat sehat dan putih. Setelah masalah tampaknya telah pergi, jika anak mengalami pilek, mata berair dapat kembali selama dingin. Hal ini karena saluran air mata yang baru saja dibuka bisa menjadi tersumbat oleh lendir.

Apa yang harus dilakukan?

Anda harus memijat saluran air mata bayi Anda. Untuk melakukannya, gunakan tekanan lembut dengan jari Anda pada bagian luar hidung bayi Anda dan kemudian tekan ke bawah menuju sudut hidung. Hal ini harus diulang sepuluh kali sehari. Hal ini dapat membantu untuk menghapus air mata menggenang di saluran tersumbat. Hal ini juga dapat membantu saluran air mata untuk mengembangkan.

Jika bahan lengket atau lengket berkembang maka Anda harus menghapus itu pergi dengan beberapa kapas dibasahkan. Idealnya, melembabkan kapas dengan air steril (air dingin yang sebelumnya telah direbus).

Kebanyakan bayi akan merespon memijat ini dan kemudian tidak membutuhkan perawatan lebih lanjut.

Kemungkinan Masalah-Masalah yang Dapat Terjadi

Bola mata bayi berwarna merah / kemerahan bisa terjadi kapan saja. Hal ini disebabkan peradangan ringan, dan tidak memerlukan pengobatan. Kadang-kadang hal ini dapat berkembang menjadi infeksi bagian luar mata (konjungtivitis). Mata mungkin akan melihat meradang dan merah. Hal ini biasanya tidak serius. Tetes mata antibiotik kadang-kadang diresepkan untuk membantu konjungtivitis jelas.

Kemungkinan Masalah-Masalah yang Dapat Terjadi

Seperti disebutkan, mata berair pada bayi adalah (jarang) karena masalah mata lainnya. Dengan masalah yang khas di mana penyumbatan disebabkan oleh saluran air mata akhir-berkembang, bola mata biasanya putih. Bayi itu baik, namun, dan tidak terganggu oleh mata berair. Gejala-gejala berikut mungkin menunjukkan masalah yang berbeda. Jika mereka terjadi, hubungi dokter:
  • Jika mata bayi Anda menjadi meradang, marah atau merah.
  • Jika bayi Anda menggosok mata banyak atau tampaknya kesakitan.
  • Jika bayi Anda tidak ingin membuka atau matanya, atau cahaya tampaknya menyakiti mata bayi Anda.
  • Jika struktur dari mata bayi Anda atau kelopak mata tampaknya tidak benar.
by: OrtuBaik.Click
www_ortubaik_click
www.ortubaik.click