Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Ibu Hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Ibu Hamil. Tampilkan semua postingan

Kucing dan Toxoplasmosis

Jika Anda mengetik kata kunci pencarian (keyword) berupa 'cat toxoplasmosis' di kolom penelusuran Google Search, maka Google akan langsung menampilkan halaman hasil penelusuran mesin pencari (Search Engine Result Page / SERP) berikut ini:

Google_Search_Cat_Toxoplasmosis_Kucing
Halaman hasil pencarian Google Search untuk kata kunci 'cat toxoplasmosis'

Apabila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, mungkin artinya kira-kira seperti ini:
"Toxoplasmosis adalah sebuah infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii (T. gondii). Ia adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh parasit yang paling sering / umum terjadi, dan diketahui dapat mempengaruhi hampir semua manusia dan hewan berdarah panas (warm-blooded animals), tetapi kucing adalah inang hidup yang utama (tempat parasit tersebut berkembang biak)."

Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa hewan peliharaan yang bernama kucing sementara ini dianggap sebagai media utama dalam penyebaran parasit berbahaya bernama T. Gondii yang dapat menyebabkan terjadinya Toksoplasmosis ini.

Bagan yang menggambarkan daur hidup persebaran Toxoplasma.
Bagan yang menggambarkan daur hidup persebaran Toxoplasma.

Penyebab Toxoplasmosis

Sebagaimana dikutip dari Wikipedia, Toxoplasmosis adalah sebuah penyakit parasitic yang disebabkan oleh sejenis protozoa bernama Toxoplasma gondii. Parasit ini menginfeksi hampir seluruh genus hewan berdarah hangat/panas, termasuk juga manusia, tetapi host primer (inang utama) bagi protozoa T. gondii ini adalah keluarga felid (kucing). Infeksi ini kebanyakan terjadi karena:
  1. Memakan daging yang telah terinfeksi, lebih khususnya lagi produk daging yang berasal dari hewan babi.
  2. Karena terpapar air, tanah, atau makanan yang sebelumnya disentuh oleh debu / kotoran hewan yang sudah terinfeksi. Ini paling sering disebarkan dalam kotoran kucing rumahan.
  3. Transmisi atau perpindahan dari seorang Ibu yang sedang hamil kepada janin yang tengah dikandungnya. Ini mengapa para praktisi kesehatan selalu merekomendasikan untuk tidak membersihkan kotoran kucing ataupun memakan produk daging yang tidak dimasak dengan sempurna.

Diperkirakan nyaris lebih dari separuh populasi manusia yang tinggal di bumi ini membawa infeksi Toxoplasma. Data mutakhir dari Amerika Serikat menyebutkan pada tahun 2014 terindikasi hingga 22.5% penduduk USA mengidap penyakit ini dan 29.2% di bagian tenggara AS. Sebuah studi di El Salvador mengklaim angka tersebut bahkan mencapai 75%. Sementara itu penelitian resmi di Inggris Raya menghasilkan jumlah angka pengidap infeksi Toksoplasma mencapat 350.000 setiap tahunnya.

Mengingat parahnya dampak yang dapat disebabkan oleh Toksoplasmosis ini, apakah berbahaya bagi wanita hamil untuk memelihara kucing? Kita akan bahas di artikel selanjutnya.

Morning sickness

Apa_itu_Morning_Sickness_adalah
Menurut Wikipedia, si ensiklopedia bebas, Morning sickness, juga disebut "Nausea and Vomiting of Pregnancy" atau NVP, nausea gravidarum, emesis gravidarum, dan pregnancy sickness (sakit selama kehamilan), adalah ketidaknyamanan yang terjadi saat kehamilan dan terjadi pada lebih dari separuh wanita hamil di seluruh dunia. Gejala bisa saja timbul setiap pagi hari dan semakin berkurang seiring berjalannya hari. Bagaimanapun juga, walaupun namanya "Morning Sickness" yang kurang lebih diartikan "Penyakit di Pagi Hari", nausea (mual) dan muntah-muntah selama kehamilan bisa terjadi kapan saja dalam waktu tertentu (tidak selalu terjadi di pagi hari). Dalam kebanyakan kasus, umumnya wanita hamil akan berhenti mengalami ini di sekitar 12 minggu usia kehamilan.

Morning sickness terjadi karena plasenta yang berkembang dan menghasilkan sejenis hormon HCG (human chorionic gonadotropin). Hormon ini prosentasenya meninggi sesuai dengan pertumbuhan plasenta. Diperkirakan, hormon inilah yang mengakibatkan muntah melalui rangsangan terhadap otot dari poros lambung. Semakin tinggi hormon HCG makin cepat merangsang muntah. Sebenarnya hormon HCG sangat dibutuhkan pada awal kehamilan. Selain membentuk plasenta, HCG juga akan menjaga janin tumbuh dengan baik.


Sehubungan dengan tingkat produksi hormon estrogen yang meningkat, bentuk yang sama dari nausea juga terjadi pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal atau sedang menjalani terapi penggantian hormon. Mual-mual bisa terjadi dalam tingkat ringan atau bisa datang dengan muntah-muntah, bagaimanapun juga, tidak terlalu parah hingga menyebabkan gangguan metabolisme. Dalam beberapa kasus yang lebih parah, muntah-muntah bisa menyebabkan dehidrasi, penurunan berat badan, tingginya kadar pH dalam darah, dan berkurangnya kandungan potassium di dalam darah. Kondisi ini dikenal sebagai hyperemesis gravidarum dan hanya terjadi pada sekitar 1% dari seluruh kehamilan yang diketahui. Mual dan muntah bisa jadi merupakan salah satu tanda awal terjadinya kehamilan dan biasanya mulai muncul sejak minggu keenam kehamilan (menghitung umur gestational sejak 14 hari sebelum konsepsi).

Mengapa mereka menyebutnya "morning sickness" padahal saya merasa mual sepanjang hari?

Morning_Sickness_Lama
"Morning sickness" adalah sebuah ironi. (Istilah medis sebenarnya secara teknis menyebutnya dengan "mual dan muntah kehamilan.") Untuk beberapa wanita hamil, gejala yang lebih buruk di pagi hari dan mereda selama hari, tetapi mereka bisa menyerang setiap saat dan, untuk kebanyakan wanita, gejala ini dapat bertahan sepanjang hari. Intensitas gejala dapat bervariasi pada setiap wanita.

Secara keseluruhan, kondisi ini mempengaruhi sekitar tiga perempat wanita hamil selama trimester pertama. Sekitar setengah dari wanita hamil mengalami mual dan muntah, seperempat mengalami mual saja, dan seperempat lagi adalah wanita beruntung yang tidak mengalaminya sama sekali. Mual biasanya dimulai sekitar 6 minggu kehamilan, tetapi dapat dimulai sedini 4 minggu. Apa yang ditakutkan itu adalah morning sickness yang cenderung menjadi lebih buruk selama bulan ke depan atau bahkan bisa lebih.

Sekitar setengah dari wanita yang mengalami mual selama kehamilan akan merasa lega setelah janin berusia sekitar 14 minggu. Tetapi ada sebagian kecil kasus dimana wanita memiliki gejala morning sickness yang menetap terus menerus sampai melahirkan.

Kesehatan Ibu Hamil

Kesehatan_Ibu_Hamil
Memiliki bayi yang terlahir sehat tentu saja menjadi dambaan setiap para ibu hamil, untuk mendapatkannya tentu saja Anda harus berusaha dan selalu menjaga kandungan Anda.

Bagi Anda yang sedang hamil, anda harus melalukan banyak hal yang dapat membuat calon si buah hati Anda terlahir dengan sehat dan akan tumbuh menjadi anak yang cerdas.

Untuk hal tersebut Anda dapat mengikuti tips menjaga kandungan ibu hamil demi mendapatkan buah hati yang terlahir sehat sebagaimana dijelaskan dalam artikel berikut ini.

Semoga bermanfaat!

Tips menjaga kehamilan

Kesehatan seorang ibu hamil ternyata sangat memiliki efek yang sangat besar terhadap calon buah hatinya. Untuk itu jika anda menginginkan buah hati anda terlahir sehat, anda pun harus menjaga kesehatan tubuh anda. berikut ini adalah beberapa tips menjaga kehamilan dan menjaga kesehatan anda dan sang buah hati.
  1. Konsumsi makanan yang bergizi

    Makanan_Bergizi
    Pada saat seorang ibu sedang mengandung, maka makanan yang bergizi adalah faktor yang paling penting untuk menentukan kesehatan janin yang berada di dalam kandungan. Jika anda sedang hamil maka anda di wajibkan untuk mengkonsumsi makanan makanan yang bergizi, penuh oleh nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil. Anda dapat mengkonsumsi makanan sepertisayur sayuran hijau, buah buahan, dan dan sebagai suplemen ibu hamil dapat mengkonsumsi susu ibu hamil, meskipun tidak wajib.

  2. Lakukan olah raga

    Untuk seorang ibu hamil bukan berarti mereka tidak boleh berolah raga. Olah raga untuk ibu hamil juga sangat di butuhkan untuk kesehatan janin, karena dengan berolah raga maka janin yang ada dalam kandungan akan menjadi lebih relaxs dan mereka pun akan tumbuh dengan sehat. Untuk olah raga ibu hamil sendiri mungkin memang sedikit berbeda dengan orang orang biasa. Untuk ibu hamil anda dapat melakuakan beberapa olah raga seperti senam ibu hamil, yoga bahkan lari lari kecil di tanaman dengan pelan.

  3. Istirahat yang cukup

    Untuk seorang ibu hamil memang harus lebih banyak beristirahat, setelah melakuakn beberapa aktifitas maka selanjutnya anda dapat beristirahat untuk rileksasi pikiran dan tubuh yang telah lelah. Seorang ibu hamil harus meluangkan banyak waktu untuk beristirahat, karena dampaknya akan sangat berbahaya untuk seorang ibu amil ang terlalu banyak beraktifitas dan terlalu lelah.

  4. Perhatikan lingkungan

    Untuk ibu hamil biasanya mereka lebih sangat sensitif, mudah merasa lelah, mudah terserang beberapa penyakit dan lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut dan tentunya juga untuk membuat seorang ibu hamil dan buah hati di dalam kandungannya sehat, maka lingkungan juga harus di perhatiakan. Lingkungan adlaah salah satu faktor yang dapat menyebabkan kesehatan seseorang, maka hal tersebut juga harus di perhataikan untuk ibu hamil, karena dampaknya akan di rasakan oleh janin yang berada di dalam kandungannya juga.

  5. Biasakan untuk Kontrol ke dokter

    Untuk tips menjaga kehamilan berikutnya adalah dengan cara sering mengontol kondisi kehamilan, melakukan pemeriksaan kehamilan sehingga dengan anda mengontrol kehamilan anda , maka anda dapat mengetahui tentang perkembangan kehamilan anda. dokterpun akan memberi panduan khusus untuk anda sehingga anda akan mendapatkan kesehatan dan janin anda pun tentunya akan sangat terjaga.

Nah jika Anda sedang mengandung, maka tips menjaga kehamilan yang telah di sebutkan dan di jelaskan di atas dapat anda gunakan sebagai patokan Anda. setiap ibu hamil tentu sjaa menginginkan segalanya yang terbaik untuk janinnya, oleh sebab itu Anda harus benar benar menjaga kesehatan tubuh anda sehingga janin di dalam perut Anda pun akan terlahir sehat.

Sumber

Sebagaimana disadur dari: http://bidanku.com/tips-menjaga-kesehatan-kehamilan

Morning Sickness Trimester Pertama

Apabila Anda adalah wanita yang sedang menjalani kehamilan di trimester pertama, dan sering merasa terganggu dengan serangan mual di pagi hari atau muntah berkepanjangan selama kehamilan, mungkin di dalam artikel ini ada solusi yang bisa Ada temukan.

Gangguan Mual dan Muntah Kehamilan

Gangguan_Mual_Muntah_Kehamilan
Mual dan muntah adalah gejala wajar dalam kehamilan sebagai bagian dari morning sickness. Namun jika gangguan kehamilan ini sudah semakin parah dan mengganggu proses kehamilan, ibuhamil perlu mengambil langkah untuk mengatasinya.

Namun, sekitar 1,5% - 2% ibuhamil bisa mengalami mual dan muntah secara berlebihan, yang disebut dengan hiperemesis gravidarum. Jika sudah demikian, biasanya ibu sampai tidak bisa makan dan minum sama sekali, kekurangan cairan, gangguan elektrolit, lemah dan tidak bertenaga, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, dan membahayakan janin.

Muntah-muntah berlebihan bisa terjadi sampai usia kehamilan 20 minggu. Akibatnya berat tubuh ibuhamil dapat menurun dan janin kekurangan gizi. Penderita hiperemesis gravidarum perlu dirawat di rumah sakit bila kondisinya semakin parah, seperti dehidrasi (kekurangan cairan) yang hebat sehingga tidak dapat melakukan aktivitas apapun.Gangguan kehamilan mual dan muntah ini memiliki gejala: muntah terus, lebih dari 3 – 4 kali sehari. Rasa mual dan muntah menyebabkan ibuhamil tidak nafsu makan sama sekali. Berat badan ibu pun turun 2 – 3 kilogram dalam 2 minggu.

Apa penyebab mual dan muntah pada ibu hamil? Kadar hormon HCG dan estrogen yang meningkat drastis pada trimester pertama akan memicu bagian otak yang mengontrol mual dan muntah. Selain itu, saluran cerna juga menjadi terdesak karena memberi ruang untuk janin tumbuh. Akibatnya terjadi refluks asam (keluarnya asam dari lambung ke tenggorokan) dan lambung bekerja lebih lambat menyerap makanan, sehingga menyebabkan mual dan muntah.

Segera atasi mual dan muntah yang pastinya mengganggu kehamilan Anda!
Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/


Menyiasati Mual dan Muntah Saat Kehamilan Trimester Pertama

Menyiasati Mual dan Muntah Saat Kehamilan Trimester Pertama
Munculnya mual disebabkan adanya peningkatan hormon estrogen pada awal kehamilan. Peningkatan hormon ini membuat kadar asam lambung meningkat, hingga munculah keluhan rasa mual.

Keluhan ini paling parah biasanya muncul di pagi hari saat perut ibu dalam keadaan kosong dan terjadi peningkatan asam lambung. Namun, rasa mual bisa saja muncul pada siang, sore, atau malam hari, bergantung pada kondisi ibu yang satu sama lain tentu berbeda-beda.

Perubahan metabolisme tubuh di awal kehamilan menyebabkan proses pengosongan lambung berlangsung lebih lambat, sehingga menyebabkan perut terasa penuh dan memunculkan rasa mual.

Untuk mengurangi ketidaknyamanan itu, setiap ibu dapat melakukan siasat berdasarkan kebiasaan masing-masing. Ibu yang suka biskuit sebaiknya selalu punya persediaan sekotak biskuit di rumah atau di dalam tas ketika sedang bepergian. Untuk mengurangi mual pagi hari, makanlah biskut kraker (crackers) sesaat setelah bangun sebelum turun dari tempat tidur.

Pilihan lain tentu saja boleh disesuaikan dengan selera, misalnya minum air jahe yang dapat mengurangi rasa mual, makan roti tangkup keju panggang, minum air jeruk, atau makanan ringan lain yang disukai.

Kalau ibu lebih suka camilan buah, hati-hati dengan buah yang rasanya asam dan bumbu rujak yang pedas karena justru dapat merangsang peningkatan asam lambung. Buah asam seperti mangga muda memang enak dimakan dengan bumbu rujak yang pedas ketika perut terasa mual atau penuh. Sedapat mungkin, buah asam dan bumbu pedas tidak dikonsumsi saat perut kosong untuk mencegah peningkatan asam lambung.

Sumber: http://www.tribunnews.com

Kurang Darah Saat Hamil

Pandangan_Mendadak_Gelap_Berdiri_Saat_Hamil
Apakah Anda pernah mengalami ini? Setelah lama duduk atau mungkin berjongkok di toilet, saat berdiri pandangan mendadak gelap dan kehilangan keseimbangan. Jika iya, mungkin Anda perlu membaca artikel ini.

Hamil adalah momen bahagia namun juga sering mendatangkan masalah baru yang sama sekali belum pernah dihadapi oleh seorang wanita sebelumnya. Ketika seorang wanita hamil, tubuhnya akan mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan buah hatinya dan seringkali akan mengalami masalah-masalah yang terjadi karena perubahan tersebut.

Salah satu masalah kesehatan yang akan dialami oleh seorang wanita ketika hamil adalah sering merasa lemas. Merasa lemas ketika sedang hamil adalah hal yang biasa. Perubahan dalam tubuh anda yang dipicu oleh hormon-hormon kewanitaan seringkali akan membuat anda merasa gampang lelah dan lemas sepanjang waktu.

Namun anda tidak perlu khawatir karena, menurut nhs.uk, gejala ini sangatlah wajar untuk dialami oleh seorang ibu hamil. Lemas dan capek ini terjadi karena otak kurang mendapat pasokan oksigen yang disebabkan oleh produksi hormon dalam tubuh. Selain itu, anda juga akan mengalami pandangan gelap ketika berdiri dengan cepat dari posisi duduk atau berbaring. Bila anda tidak ingin mengalami hal ini, ada beberapa cara untuk menghindari merasa lemas dan pandangan gelap seperti ini, antara lain:
  • Berdiri perlahan-lahan dari posisi duduk atau berbaring untuk menjaga agar pasokan udara menuju otak tidak berubah secara drastis
  • Berlatihlah duduk dan berdiri selama beberapa waktu untuk membiasakan diri dengan kondisi tubuh
  • Berbaring mengarah ke samping
  • Seringkali rasa lelah yang serasa ingin pingsan ini akan diiringi dengan juga dengan suara berdengung di telinga, berkeringat, dan nafas yang berat. Jika sudah begitu, segera cari tempat duduk untuk beristirahat sebelum anda kehilangan keseimbangan.
Oleh: Mamor Adi P. - Vemale.com


Kemungkinan Penyebab lainnya:

Kekurangan Cairan Tubuh

Kekurangan air dalam tubuh akan mengakibatkan kesehatan tubuh terganggu sehingga tidak hanya menimbulkan dehidrasi, tetapi juga hipovolemia.

Kekurangan_Cairan_Tubuh
Selain oksigen, air merupakan elemen terpenting yang diperlukan untuk kelangsungan hidup manusia. Kita dapat bertahan hidup tanpa makan selama hampir dua bulan, tetapi tanpa air, mungkin hanya beberapa hari. Namun kebanyakan orang tidak tahu berapa banyak kebutuhan air yang harus mereka dapatkan. Tak jarang bahkan banyak di antara kita hidup dengan tubuh dalam keadaan kekurangan volume cairan, atau mengalami hipovolemia.

Kekurangan volume cairan terjadi saat air dan elektrolit yang hilang berada di dalam proporsi isotonik (dalam jumlah yang sama). Kadar elektrolit dalam serum tetap tidak berubah, kecuali jika terjadi ketidakseimbangan lain. Akibat hipovolemia tersebut bisa bervariasi. Untuk yang ringan, Anda akan merasa lemah, cepat lelah dan haus. Gangguan itu bisa berlanjut menjadi kram otot dan hipotensi ortostatik, yaitu pandangan menjadi gelap ketika berdiri dalam waktu lama. Sedangkan pada tingkat yang lebih berat, hipovolemia dengan tingkat kekurangan cairan hampir 6% ke atas dapat menyebabkan otot melemah, bicara tidak lancar, bibir menjadi biru, bahkan syok.

Perdarahan dan diare merupakan beberapa penyebab tubuh mengalami hipovolemia. Selain itu, hipovolemia juga bisa dialami oleh wanita hamil yang kurang mengonsumsi air. Hipovolemia ringan kronik yang dialami oleh wanita hamil bisa menyebabkan hipertensi dan infeksi saluran kemih. Sedangkan hipovolemia ringan akut akan mengakibatkan terjadinya persalinan yang lama dan gangguan bagi si janin bayi.

Hipovolemia sendiri berbeda dengan dehidrasi, yang terjadi ketika volume air yang keluar dari tubuh lebih besar daripada jumlah natrium yang keluar. Menurut ahli gizi dari PDGMI Jaya, dr. Saptawati Bardosono, MSc, dehidrasi yang dialami tubuh terbukti dapat memengaruhi tingkat kemampuan kognitif dan suasana hati seseorang, namun efeknya pada pria maupun wanita berbeda, tergantung dari persentase tingkat dehidrasi yang dialami.

"Pada pria, bila tingkat dehidrasi 1,5%, maka akan mempengaruhi kemampuan kognitifnya, seperti tingkat kewaspadaan visual, tingkat memori kerja visual. Suasana hatinya pun akan menjadi cepat lelah, lambat, cemas dan tertekan. Namun untuk gejala-gejala dehidrasi sendiri tidak ada," ungkapnya.

Sedangkan, pada wanita, tingkat dehidrasi 1,3% akan berdampak kepada kemampuan kognitif, seperti berkurangnya tingkat kewaspadaan visual, dan suasana hati jadi tak menentu, seperti cepat lelah, tertekan, cemas, aktivitas menurun, bingung dan semangat berkurang. Gejala-gejala dehidrasi, seperti kurang konsentrasi, sulit menyelesaikan segala macam tugas dan sakit kepala, juga dapat timbul.

Sumber: http://www.readersdigest.co.id/
----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Penyebab Ibu hamil merasa pusing dan pandangan mendadak menjadi gelap saat berdiri kemungkinan karena:


  • Otak kurang mendapat pasokan oksigen yang disebabkan oleh produksi hormon dalam tubuh
  • Kekurangan Cairan Tubuh (dehidrasi)
  • Malnutrisi pada Ibu hamil akibat sulit makan dikarenakan rasa mual yang sangat hebat

Rubella

Test_Rubella_IgG_IgM_Reaktif_Reactive
Tes darah rubella digunakan untuk mendeteksi antibodi yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh untuk membantu membunuh virus rubella. Antibodi ini tetap ada dalam aliran darah selama bertahun-tahun. Adanya antibodi tertentu berarti infeksi bisa saja terjadi baru-baru ini, infeksi masa lalu, atau Anda telah divaksinasi terhadap penyakit Rubella.

Rubella (juga disebut "campak Jerman" atau "campak 3 hari") biasanya tidak menyebabkan masalah jangka panjang. Tapi seorang wanita yang terinfeksi virus rubella selama kehamilan dapat menularkan penyakit kepada bayinya (janin) karena virus Rubella yang sanggup menembus plasenta (transplasenta). Dan cacat lahir yang serius yang disebut sindrom rubella bawaan (CRS) bisa berkembang terhadap janin yang dikandung, terutama selama trimester pertama. Cacat lahir dari CRS seperti misalnya katarak dan masalah mata lainnya, gangguan pendengaran, dan penyakit jantung. Keguguran dan bayi meninggal saat kelahiran juga mungkin menjadi konsekuensi bagi wanita hamil yang terinfeksi Rubella. Vaksinasi untuk mencegah rubella melindungi Anda terhadap komplikasi ini.

Tes rubella biasanya dilakukan terhadap wanita yang sedang atau ingin merencanakan kehamilan untuk menentukan apakah dia beresiko untuk terkena virus rubella. Beberapa metode laboratorium dapat digunakan untuk mendeteksi antibodi rubella dalam darah. Metode yang paling umum digunakan adalah Enzim-Linked Immunosorbent Assay (ELISA, EIA).

Salah satu metode yang lazim dikenal dalam dunia kedokteran adalah TORCH yang merupakan tes lengkap termasuk untuk mendeteksni adanya toksoplasmosis. Klik disini untuk mengetahui selengkapnya tentang metode screening laboratorium TORCH: TOxoplasma Rubella Cytomegalovirus Herpes-simplex-virus.


Mengapa Tes Rubella Sangat Penting Bagi Calon Ibu?

Sebuah tes untuk rubella dilakukan untuk mengetahui apakah:
  1. Seorang wanita yang sedang atau ingin merencanakan hamil sudah kebal terhadap ancaman virus rubella.
  2. Infeksi baru-baru ini disebabkan oleh virus rubella. Adanya antibodi IgM positif / reaktif berarti infeksi sedang terjadi saat ini atau baru-baru ini.
  3. Seseorang telah divaksinasi terhadap rubella. Kehadiran antibodi IgG menunjukkan imunitas yang diterima baik melalui vaksinasi atau infeksi di masa lalu (sudah pernah terinfeksi Rubella sehingga muncul Antibodi / sistem kekebalan tubuh terhadap Rubella).
  4. Pekerja di bidang kesehatan yang sering melakukan kontak dengan wanita hamil memiliki/mengidap virus rubella. Seorang pekerja kesehatan yang belum pernah terinfeksi rubella sebaiknya perlu divaksinasi untuk mencegah resiko penyebaran rubella kepada wanita hamil.
Beberapa bayi yang lahir dengan cacat lahir dapat diuji untuk rubella bawaan.

Persiapan Sebelum Melaksanakan Test Rubella:

Tidak ada persiapan khusus yang diperlukan sebelum melakukan tes ini.

Bagaimana Test Dilakukan:

  1. Petugas / Staf Laboratorium / Perawat / Bidan / Dokter yang mengambil sampel darah Anda akan:
  2. membungkus karet gelang di lengan atas Anda untuk menghentikan aliran darah. Hal ini membuat pembuluh darah di bawah menjadi lebih besar sehingga lebih mudah untuk menempatkan jarum ke pembuluh darah.
  3. Membersihkan tempat jarum dengan alkohol.
  4. Memasukan jarum ke pembuluh darah. Lebih dari satu jarum suntik mungkin diperlukan.
  5. Pasang tabung untuk jarum dan mengisinya dengan darah.
  6. Membuka ikatan dari lengan Anda ketika cukup darah dikumpulkan.
  7. Meletakkan pad kasa atau kapas bola atas area jarum setelah jarum dicabut.
  8. Memberikan tekanan pada area tersebut dan kemudian memakaikan perban.

Bagaimana Rasanya:

Sampel darah diambil dari vena di lengan Anda. Karet gelang melilit lengan atas Anda. Ini mungkin terasa kencang. Anda mungkin merasa apa-apa dari jarum, atau Anda mungkin merasa sengatan cepat atau sepert dicubit.

Hasil:

Apabila hasilnya IgG Rubella Anda Reaktif, itu adalah berita yang baik. Tes antibodi Rubella Anda seharusnya reaktif karena ini berarti Anda memiliki Antibodi Rubella dalam aliran darah Anda (vaksinasi Rubella Anda bekerja dan Anda kebal terhadap Rubella).

Sumber:
* webmd.com
* The University of Iowa, Department of Pathology's LABORATORY SERVICES HANDBOOK

TORCH

Permeriksaan laboratorium screening TORCH adalah sebuah kumpulan test darah yang memeriksa beberapa infeksi berbeda pada bayi yang baru lahir ataupun seorang wanita yang sedanga hamil. TORCH adalah singkatan dari toxoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, herpes simplex, dan HIV, tetapi ia juga bisa termasuk infeksi bayi baru lahir lainnya. Terkadang ia dieja sebagai TORCHS, dimana tambahan huruf "S" adalah untuk syphilis.

Infeksi Menular Secara Vertikal

Infeksi menular secara vertikal atau Vertically Transmitted Infection adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, parasit (dalam kasus yang jarang) yang ditularkan secara langsung dari ibu ke embrio, janin atau bayi selama kehamilan atau persalinan.

Hal ini dapat terjadi ketika ibu mendapat infeksi sebagai penyakit kambuhan pada saat sedang mengandung (masa kehamilan). Kekurangan gizi dapat memperburuk risiko infeksi perinatal.

Klasifikasi

Transmisi juga dapat disebut penularan dari ibu ke anak.

Infeksi menular secara vertikal bisa disebut infeksi perinatal jika ditransmisikan dalam periode perinatal, yang merupakan periode yang dimulai pada usia kehamilan 22 - 28 minggu (dengan variasi regional dalam definisi) dan berakhir 7 hari selesai setelah lahir.

Istilah "Infeksi Kongenital" dapat digunakan jika infeksi menular secara vertikal tetap terjadi setelah melahirkan.

Contoh Infeksi Menular Secara Vertikal

Beberapa infeksi menular secara vertikal termasuk dalam kompleks TORCH, yang merupakan singkatan dari:
  • T - Toxoplasmosis / Toxoplasma Gondii
  • O - Other Infection (Infeksi lain) **lihat di bawah**
  • R - Rubella
  • C - Cytomegalovirus
  • H - Herpes simplex virus - 2 atau neonatal herpes simplex

** The "Other Infection" yang mewakili huruf O meliputi:
  • -- Coxsackievirus
  • -- Cacar air (yang disebabkan oleh virus varicella zoster)
  • -- Parvovirus B19.
  • -- Chlamydia
  • -- HIV
  • -- Human T-lymphotropic virus
  • -- Sifilis


Hepatitis B juga dapat diklasifikasikan sebagai infeksi vertikal menular, tapi virus hepatitis B adalah virus yang berukuran besar dan tidak melintasi plasenta (tidak bisa menembus plasenta bayi), sehingga tidak dapat menginfeksi janin kecuali ada celah di dinding penghalang ibu-janin, seperti misalnya terjadi pendarahan saat melahirkan atau amniocentesis.

TORCH kompleks pada awalnya dianggap terdiri dari empat kondisi saja dari yang disebutkan di atas, dengan huruf awal "TO" hanya mengacu pada "Toxoplasma". Bentuk jangka empat masih digunakan dalam banyak referensi modern, dan kapitalisasi "ToRCH" kadang-kadang digunakan dalam konteks ini. Akronim juga telah terdaftar sebagai ToRCHS: Toksoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simplex, Sifilis.

Ekspansi lebih lanjut dari akronim ini, CHEAPTORCHES, diusulkan oleh Ford - Jones dan Kellner pada tahun 1995, yaitu:
  • C - Cacar air dan herpes zoster
  • H - Hepatitis B, C, ( D ), E
  • E - Enterovirus
  • A - AIDS (infeksi HIV)
  • P - Parvovirus B19
  • T - Toxoplasmosis / Toxoplasma gondii
  • O - Others (Lainnya) (Grup B Streptococcus, Listeria, Candida, penyakit Lyme)
  • R - Rubella
  • C - Cytomegalovirus
  • H - Herpes simpleks
  • E - Everything else (Segala sesuatu yang lain menular seksual: Gonorrhea, Chlamydia, Ureaplasma urealyticum, Human papillomavirus)
  • S - Sifilis

Tanda-Tanda dan Gejala

Tanda-tanda dan gejala infeksi menular secara vertikal tergantung pada patogen individu. Hal itu dapat menyebabkan tanda-tanda halus seperti misalnya penyakit mirip-influenza dan bahkan mungkin tidak diperhatikan oleh ibu selama kehamilan -- dalam kasus tersebut, efek dapat dilihat pertama kali saat kelahiran bayi.

Gejala infeksi menular secara vertikal mungkin termasuk demam dan nafsu makan yang menurun. Bayi baru lahir sering kecil untuk usia kehamilan. Ruam petekie pada kulit dapat hadir, dengan kemerahan kecil atau bintik-bintik keunguan akibat perdarahan dari pembuluh kapiler di bawah kulit. Gejala yang umum seperti pembesaran hati dan limpa (hepatosplenomegali), seperti penyakit kuning. Namun, penyakit kuning kurang umum di Hepatitis B karena sistem kekebalan tubuh bayi yang baru lahir tidak dikembangkan cukup baik untuk mengunggah respon terhadap sel-sel hati, karena biasanya akan menjadi penyebab penyakit kuning pada anak yang lebih tua atau orang dewasa. Tunarungu (tuli), masalah mata, keterbelakangan mental, autisme, dan kematian dapat disebabkan oleh infeksi menular secara vertikal. Sang ibu seringkali mengalami infeksi ringan dengan sedikit atau tanpa gejala sama sekali.

Hal ini dimungkinkan untuk kondisi genetik (Aicardi - Goutieres syndrome) untuk hadir dalam cara yang sama.

Penyebab

Rute utama penularan infeksi menular secara vertikal yang melintasi / menembus plasenta (transplasenta) dan di saluran reproduksi wanita saat melahirkan:
  • Transplasenta

    Embrio dan janin tidak memiliki fungsi kekebalan tubuh. Mereka bergantung pada fungsi kekebalan tubuh dari ibu mereka. Beberapa patogen dapat melewati plasenta dan menyebabkan infeksi (perinatal). Seringkali mikroorganisme yang menghasilkan penyakit ringan pada ibu sangat berbahaya bagi perkembangan embrio atau janin. Hal ini dapat mengakibatkan aborsi spontan atau gangguan perkembangan utama. Bagi banyak infeksi, bayi lebih berisiko pada tahap tertentu kehamilan. Masalah yang terkait dengan infeksi perinatal tidak selalu langsung terlihat.
  • Selama Persalinan

    Bayi juga dapat terinfeksi oleh ibu mereka selama proses melahirkan. Beberapa "agen" infeksi dapat ditularkan ke embrio atau janin dalam rahim, saat melewati jalan lahir atau bahkan segera setelah lahir. Perbedaan ini penting karena ketika transmisi terutama selama atau setelah kelahiran, intervensi medis dapat membantu mencegah infeksi pada bayi.

    Selama kelahiran, bayi terpapar darah ibu dan cairan tubuh tanpa penghalang plasenta intervensi dan pada saluran genital ibu. Karena itu, mikroorganisme melalui darah (Hepatitis B , HIV), organisme yang berhubungan dengan penyakit menular seksual (misalnya: Gonore dan klamidia), dan fauna normal genito-saluran kemih (misalnya: Candida) adalah di antara mereka sering terjadi pada infeksi bayi yang baru lahir.

Diagnosa

Ketika pemeriksaan fisik bayi yang baru lahir menunjukkan tanda-tanda infeksi menular secara vertikal, Dokter / Ahli Kandungan dapat menguji darah, urin, dan cairan tulang belakang untuk mencari bukti infeksi yang tercantum di atas. Diagnosis dapat dikonfirmasi oleh kebiasaan dari salah satu patogen tertentu atau dengan peningkatan kadar IgM terhadap patogen.

Beberapa infeksi menular secara vertikal, seperti toksoplasmosis dan sifilis, dapat diobati secara efektif dengan antibiotik jika ibu didiagnosis awal kehamilannya. Banyak infeksi virus menular secara vertikal tidak memiliki pengobatan yang efektif, tetapi beberapa, terutama rubella dan varicella-zoster, dapat dicegah dengan vaksinasi ibu sebelum kehamilan.

Jika ibu memiliki herpes simpleks aktif (yang mungkin disarankan oleh tes pap / papsmear), melahirkan melalui operasi caesar dapat mencegah bayi baru lahir dari kontak, dan infeksi konsekuen, dengan virus ini.

Referensi

Wikipedia, the free encyclopedia

Rubella

Bahaya_Virus_Rubella_Campak_Jerman_Ibu_Hamil
Rubella, juga dikenal sebagai "campak Jerman" atau "campak tiga hari", adalah penyakit yang disebabkan oleh virus rubella. Nama "rubella" berasal dari bahasa Latin, yang berarti "sedikit merah". Rubella juga dikenal sebagai campak Jerman karena penyakit ini pertama kali dijelaskan oleh dokter Jerman pada pertengahan abad kedelapan belas. Penyakit ini seringkali memiliki gejala yang ringan dan serangan rubella sering terjadi dan berlalu tanpa diketahui. Penyakit ini bisa bertahan satu sampai tiga hari. Anak-anak pulih lebih cepat daripada orang dewasa. Infeksi ibu oleh virus Rubella selama kehamilan bisa berdampak serius, sama seperti toksoplasmosis, jika ibu terinfeksi dalam 20 minggu pertama kehamilan, anak dapat lahir dengan sindrom rubella bawaan (CRS), yang mencakup berbagai penyakit tak tersembuhkan yang sangat serius. Keguguran terjadi pada 20% kasus serangan rubella pada Ibu Hamil.

Rubella adalah infeksi anak umum yang kadang-kadang bisa berakibat fatal biasanya dengan gejala sistemik minimal meskipun arthropathy transien dapat terjadi pada orang dewasa. Komplikasi serius seperti kerusakan kulit yang sangat langka. Terlepas dari dampak infeksi transplasenta pada janin berkembang, rubella merupakan infeksi yang relatif sepele.

Acquired (yaitu tidak bawaan) rubella ditularkan melalui droplet emisi udara dari saluran pernapasan bagian atas kasus aktif (dapat diteruskan oleh nafas orang sakit dari Rubella). Virus ini juga akan hadir dalam urin, feses, dan pada kulit. Tidak ada carrier (median pembawa): reservoir ada seluruhnya dalam kasus manusia aktif. Penyakit ini memiliki masa inkubasi 2 sampai 3 minggu. Pada kebanyakan orang, virus dapat dengan cepat dihilangkan. Namun, mungkin bertahan selama beberapa bulan pasca partum (kelahiran) pada bayi yang selamat dari CRS. Anak-anak ini merupakan sumber signifikan dari infeksi pada bayi lain dan, lebih penting lagi, untuk kontak perempuan hamil.

Nama rubella kadang-kadang rancu dengan rubeola, sebuah nama alternatif untuk campak di negara-negara berbahasa Inggris, penyakit yang berhubungan. Dalam beberapa bahasa Eropa lainnya, seperti Spanyol, rubella dan rubeola adalah sinonim, dan beberapa bahasa lainnya rubeola bukanlah nama alternatif untuk campak. Jadi, dalam bahasa Spanyol, "rubeola" mengacu pada rubella dan "sarampión" mengacu pada campak.

Tanda Dan Gejala Rubella

Tanda_Gejala_Rubella
Rubella memiliki gejala yang mirip dengan flu. Namun, gejala utama infeksi virus rubella adalah munculnya ruam (exanthem) pada wajah yang menyebar ke batang tubuh dan anggota badan dan biasanya menghilang setelah tiga hari (itulah sebabnya sering disebut sebagai "campak tiga hari"). Ruam di wajah biasanya akan bersih begitu ruam sudah menyebar ke bagian lain dari tubuh. Gejala lain termasuk demam ringan, pembengkakan kelenjar (sub oksipital & limfadenopati servikal posterior), nyeri sendi, sakit kepala dan konjungtivitis.

Kelenjar bengkak atau kelenjar getah bening bisa bertahan sampai seminggu dan demam jarang naik di atas 38 oC (100,4 oF). Ruam campak Jerman biasanya merah muda atau merah terang. Ruam menyebabkan gatal dan sering berlangsung selama sekitar tiga hari. Ruam menghilang setelah beberapa hari tanpa pewarnaan atau kulit mengelupas. Ketika ruam akan hilang, kulit akan tertumpah dalam serpihan yang sangat kecil di mana ruam menutupinya. Tanda Forchheimer itu terjadi pada 20% kasus, dan ditandai oleh papula merah kecil pada daerah langit-langit lunak.

Rubella dapat menyerang siapa saja dari segala usia dan umumnya merupakan penyakit ringan, jarang terjadi pada bayi atau mereka yang berusia lebih dari 40. Semakin tua orang itu semakin parah gejala yang mungkin terjadi. Sampai dua-pertiga dari perempuan yang lebih tua atau wanita mengalami nyeri sendi atau jenis gejala rematik dengan rubella.

Congenital Rubella Syndrome / CRS (Sindrom Rubella Bawaan)

Rubella dapat menyebabkan sindrom rubella bawaan bagi bayi yang baru lahir. Sindrom (CRS) berikut infeksi intrauterin oleh virus Rubella dan terdiri dari jantung, otak, mata dan cacat pendengaran. Hal ini juga dapat menyebabkan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan trombositopenia neonatal, anemia dan hepatitis. Risiko cacat besar atau organogenesis tertinggi untuk infeksi pada trimester pertama. CRS adalah alasan utama vaksin untuk rubella dikembangkan.


Banyak ibu yang menderita rubella dalam trimester kritis pertama mengalami keguguran atau bayi lahir prematur. Jika bayi sanggup bertahan terhadap infeksi, dapat lahir dengan kelainan jantung yang parah (ductus arteriosus paten yang paling umum), kebutaan, tuli, atau mengancam nyawa gangguan organ lainnya. Manifestasi kulit disebut "blueberry muffin lesi". Untuk alasan ini, analisa virus Rubella juga disertakan pada pemeriksaan lab kompleks TORCH terkait infeksi perinatal.

Penyebab Rubella

Penyakit ini disebabkan oleh virus Rubella, sebuah togavirus yang menyelimuti dan memiliki RNA genom beruntai tunggal. Virus ini ditularkan dengan rute pernapasan dan bereplikasi dalam kelenjar nasofaring dan getah bening. Virus ini dapat ditemukan dalam darah 5 sampai 7 hari setelah infeksi dan menyebar ke seluruh tubuh. Virus ini memiliki sifat teratogenik dan mampu menembus plasenta dan menginfeksi janin di mana virus sanggup menghentikan sel dari perkembangan atau menghancurkan mereka. Selama periode inkubasi ini, pasien menular biasanya selama sekitar satu minggu sebelum ia/dia mengembangkan ruam dan selama sekitar satu minggu setelahnya.

Peningkatan kerentanan terhadap infeksi mungkin diwariskan karena ada beberapa indikasi bahwa HLA-A1 atau faktor sekitarnya A1 pada haplotipe diperpanjang terlibat dalam infeksi virus atau non-resolusi penyakit.

Diagnosa Virus Rubella

Pada anak-anak Rubella biasanya menyebabkan gejala yang berlangsung selama dua hari dan meliputi:
  • Ruam dimulai pada wajah yang menyebar ke seluruh tubuh.
  • Demam rendah kurang dari 38,3° Celcius (101° F).
  • Posterior limfadenopati servikal.

Pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa gejala tambahan termasuk berikut yang mungkin muncul:
  • Pembengkakan kelenjar
  • Coryza (dingin seperti gejala)
  • Nyeri sendi (terutama pada wanita muda)

Masalah serius dapat terjadi termasuk yang berikut:
  • Infeksi otak
  • Masalah Pendarahan yang timbul sebagai akibat infeksi virus Rubella.

Pemeriksaan Laboratorium

Virus Rubella antibodi IgM spesifik yang hadir pada orang yang baru terinfeksi oleh virus Rubella tetapi antibodi ini dapat bertahan selama lebih dari setahun dan hasil tes positif harus ditafsirkan dengan sangat hati-hati. Kehadiran antibodi ini bersamaan dengan, atau waktu yang singkat setelahnya, karakteristik ruam yang membantu menegaskan diagnosis.

Cara Pencegahan

Infeksi Rubella dapat dicegah dengan imunisasi aktif menggunakan vaksin virus hidup yang sudah dinonaktifkan. Dua vaksin virus hidup yang dilemahkan, RA 27/3 dan Cendehill strain, yang efektif dalam pencegahan penyakit dewasa. Namun penggunaannya pada wanita prepubertile tidak menghasilkan penurunan yang signifikan dalam tingkat kejadian secara keseluruhan CRS di Inggris. Penurunan hanya dicapai dengan imunisasi semua anak.

Untuk langkah awal bisa menggunakan test TORCH.

Vaksin ini sekarang biasanya diberikan sebagai bagian dari vaksin MMR. WHO merekomendasikan dosis pertama diberikan pada 12 sampai 18 bulan usia dengan dosis kedua pada 36 bulan. Wanita hamil biasanya diuji untuk kekebalan terhadap rubella sejak dini. Perempuan ditemukan rentan tidak divaksinasi sampai setelah bayi lahir karena vaksin mengandung virus hidup.

Program imunisasi telah cukup berhasil. Kuba menyatakan penyakit dieliminasi pada 1990-an, dan pada tahun 2004 Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengumumkan bahwa baik bawaan dan bentuk yang diperoleh dari rubella telah dieliminasi dari Amerika Serikat.

Skrining untuk kerentanan terhadap virus rubella berdasarkan riwayat vaksinasi atau dengan serologi dianjurkan di Amerika Serikat untuk semua wanita usia subur pada kunjungan konseling prakonsepsi pertama mereka untuk mengurangi kejadian sindrom rubella bawaan (CRS). Hal ini dianjurkan, bahwa semua non wanita hamil usia subur yang rentan harus ditawarkan vaksinasi rubella. Karena kekhawatiran tentang kemungkinan teratogenik, penggunaan vaksin MMR tidak dianjurkan selama kehamilan. Sebaliknya, wanita hamil rentan harus divaksinasi sesegera mungkin dalam postpartum yang periodik.

Pengobatan Bila Terkena Virus Rubella

Tidak ada pengobatan khusus untuk Rubella, namun yang menjadi fokus utama adalah menanggapi gejala yang timbul untuk mengurangi ketidaknyamanan. Pengobatan bayi baru lahir difokuskan pada pengelolaan komplikasi. Cacat bawaan jantung dan katarak bisa diobati dengan operasi langsung.

Manajemen okular sindrom rubella bawaan (CRS) adalah serupa dengan degenerasi makula yang berkaitan dengan usia, termasuk konseling, pemantauan berkala, dan penyediaan perangkat low vision, jika diperlukan.

Referensi

XEPALODIN® TABLET 10mg

Berikut ini adalah informasi lengkap tentang obat biduran atau urtikaria yaitu Xepalodin Loratadin®. Halaman artikel ini hanya bersifat memberikan informasi saja dan tidak menganjurkan apapun sebagai langkah pengobatan terhadap biduran atau urtikaria. Untuk penggunaan obat ini, harus terlebih dulu didahului dengan konsultasi kepada dokter kandungan Anda. Perhatian: Obat Keras! Gunakan resep dokter!

Golongan:

(obat keras dan psikotropika)


Kandungan:
Loratadine 10mg (Loratadine is an antihistamine that reduces the effects of natural chemical histamine in the body. Histamine can produce symptoms of sneezing, itching, watery eyes, and runny nose. Alavert is used for relieving symptoms of seasonal allergies)

Indikasi:
Mencegah gejala yang berhubungan dengan rhinitis alergi, urtikaria kronis, dan gangguan alergi kulit lainnya

Perhatian:
Gangguan hati berat. Anak kurang dari dua tahun. Kehamilan dan menyusui.

Efek samping:
Letih, sakit kepala, somnolen, mulut kering, gangguan pencernaan, mual, gastritis, gejala ruam seperti alergi, alopesia, anafilaksis, fungsi hati abnormal, takiaritmia supraventrikular.

Indeks Keamanan Pada Wanita Hamil:
B: Baik penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan percobaan tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi resiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti resiko pada trisemester selanjutnya).

Kemasan:
Tablet 10mg x 5 x 10s

Dosis:
Dewasa, lanjut usia, dan anak ≥ 12 tahun: 1 tablet sehari
Anak 2-12 tahun dengan berat badan > 30Kg: 10mg sehari ;
Anak 2-12 tahun dengan berat badan ≤ 30Kg: 5mg sehari

Penyajian:
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak.

Sumber:

Biduran (Urtikaria)

Obat_Biduran_alias_Urtikaria_Pada_Saat_Hamil
Bentol-bentol merah saat hamil? Biduran saat hamil? Gatal-gatal menyiksa saat hamil? Mungkin saja, Ibu mengalami suatu kondisi yang disebut dengan Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy (PUPPP).

PUPPP adalah suatu kelainan kulit yang biasanya muncul pada bulan-bulan terakhir kehamilan dan tidak membahayakan janin. Keluhan ini termasuk keluhan kulit kedua terbanyak yang dialami oleh Ibu hamil selama kehamilan. Ibu hamil akan mengeluhkan munculnya bentol-bentol merah yag sangat gatal dimulai dari daerah perut, kemudian menyebar ke daerah bokong, paha dan bahkan dapat menyebar ke seluruh tubuh. Biasanya, keluhan akan menghilang 4-6 minggu setelah persalinan dan sebagian besar tidak kambuh dengan penggunaan kontrasepsi ataupun kehamilan berikutnya.

PUPPP menjadi sangat mengganggu karena rasa gatal yang dirasakan Ibu hamil. Pada trimester ketiga masa kehamilan, Ibu akan mengalami banyak perubahan kondisi tubuh. Gatal-gatal karena PUPPP dapat menambah rasa frustasi bagi Ibu, meningkatkan rasa kuatir dan mengganggu jam tidur. Untuk itu, PUPPP perlu segera ditangani dengan tepat dan cepat.

Penanganan PUPPP

Untuk mengatasi rasa gatal karena PUPPP, Ibu dapat menerapkan cara-cara sebagai berikut.
  1. Membilas daerah yang gatal dengan air hangat (suam-suam kuku), kompres daerah yang gatal dengan handuk dingin/sejuk atau dengan kain basah;
  2. Gunakan pakaian yang longgar dan ringan;
  3. Jangan menggunakan sabun pada daerah yang bermasalah karena dapat menyebabkan kulit menjadi makin kering dan bertambah gatal;
  4. Pelembab juga dapat digunakan untuk meredakan rasa gatal, namun penggunaannya perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar dapat dipilih pelembab yang sesuai dengan kondisi kulit yang bermasalah.

Jika rasa gatal sangat mengganggu Ibu sebaiknya Ibu segera menghubungi dokter. Dokter akan memberikan salep kortikosteroid yang sesuai untuk mengatasi rasa gatal dan sesuai dengan Ibu hamil. Beberapa terapi lain yang juga biasa diberikan adalah kortikosteroid sistemik dan anti-histamin untuk membantu Ibu agar dapat tidur dan mengurangi rasa gatal.

TENTANG URTIKARIA

Urtikaria (dikenal juga dengan “hives, gatal-gatal, kaligata, atau biduran”) adalah kondisi kelainan kulit berupa reaksi vaskular terhadap bermacam-macam sebab, biasanya disebabkan oleh suatu reaksi alergi, yang mempunyai ciri-ciri berupa kulit kemerahan (eritema) dengan sedikit oedem atau penonjolan (elevasi) kulit berbatas tegas yang timbul secara cepat setelah dicetuskan oleh faktor presipitasi dan menghilang perlahan-lahan.

Meskipun pada umumnya penyebab urtikaria diketahui karena rekasi alergi terhadap alergen tertentu, tetapi pada kondisi lain dimana tidak diketahui penyebabnya secara signifikan, maka dikenal istilah urtikaria idiopatik. Urtikaria adalah gangguan dermatologi yang paling sering terlihat di UGD. Eritema berbatas tegas dan edema yang melibatkan dermis dan epidermis yang sangat gatal. Urtikaria dapat bersifat akut (berlangsung kurang dari 6 minggu) atau kronis (lebih dari 6 minggu). Berbagai macam varian urtikaria antara lain imunoglobulin E akut (IgE)-dimediasi urtikaria, kimia-induced urticaria (non-IgE-mediated), vaskulitis urtikaria, urtikaria autoimun, urtikaria kolinergik, urtikaria dingin, mastositosis, Muckle-Wells syndrome, dan banyak lainnya. 

Urtikaria mungkin memiliki kemiripan dengan berbagai penyakit kulit lain yang serupa dalam penampilan antara lain pruritus termasuk dermatitis atopik (eksim), erupsi obat makulopapular, dermatitis kontak, gigitan serangga, eritema multiforme, pityriasis rosea, dan lainnya biasanya. Namun, dokter yang berpengalaman mampu membedakan ini dari urtikaria karena penampilannya yang khas.

Sejumlah faktor, baik imunologi dan nonimunologik, dapat terlibat dalam patogenesis terjadinya urtikaria. Urtikaria dihasilkan dari pelepasan histamin dari jaringan sel mast dan dari sirkulasi basofil. Faktor-faktor nonimunologik yang dapat melepaskan histamin dari sel tersebut meliputi bahan-bahan kimia, beberapa obat-obatan (termasuk morfin dan kodein), makan makanan laut seperti lobster, kerang, dan makanan-makanan lain, toksin bakteri, serta agen fisik. Mekanisme imunologik kemungkinan terlibat lebih sering pada urtikaria akut daripada urtikaria kronik. Mekanisme yang paling sering adalah reaksi hipersensitivitas tipe I yang distimulasi oleh antigen polivalen yang mempertemukan dua molekul Ig E spesifik yang mengikat sel mast atau permukaan basofil.

PENGOBATAN URTIKARIA

Sebagian besar kasus urtikaria tidak perlu diperlakukan sebagai gejala yang berat dan kondisi sering akan lebih baik sendiri dalam beberapa hari.

Jika gejala urtikaria akut lebih serius atau kondisi tersebut terus berlangsung, dapat membeli diatasi dengan antihistamin yang dijual bebas di apotek. Dokter mungkin meresepkan tablet kortikosteroid, meskipun harus kembali ke dokter jika gejala memburuk atau pengobatan tidak berhasil setelah dua minggu.

URTIKARIA AKUT

  1. Antihistamin

    Antihistamin menghambat efek histamin, sehingga mereka dapat menghentikan gejala gatal dan mengurangi ruam. Contoh antihistamin meliputi cetirizine, fexofenadine, loratadin.

    Antihistamin modern tidak menyebabkan kantuk pada kebanyakan orang, tetapi ada beberapa pengecualian. Lihat bagaimana Anda bereaksi terhadap antihistamin sebelum mengemudi atau mengoperasikan mesin berat. Antihistamin modern dapat menyebabkan mengantuk jika dikonsumsi dengan alkohol. Sering penderita mengalami masalah tidur pada malam hari karena urtikaria terutama gatal, dokter dapat memberikan antihistamin tambahan yang diketahui menyebabkan kantuk, seperti chlorphenamine atau hidroksizin.

    Antihistamin biasanya tidak diresepkan selama hamil. Hal ini karena mereka belum ditetapkan sebagai sepenuhnya aman. Namun, dokter dapat merekomendasikan chlorphenamine jika mereka merasakan manfaat lebih besar daripada risiko. Ada beberapa ribu kasus yang diketahui ibu hamil mengambil chlorphenamine, dan tidak ada bukti efek negatif pada bayi yang belum lahir.
  2. Kortikosteroid tablet

    Anda mungkin diberikan resep dosis tinggi tablet kortikosteroid, seperti prednisolon, jika gejala yang berat. Kortikosteroid menekan sistem kekebalan tubuh dan, karenanya, dapat menekan gejala urtikaria. Biasanya, pemberian terapi tiga sampai lima hari prednisolon dianjurkan. Konsumsi tablet steroid secara jangka panjang biasanya tidak dianjurkan karena hal ini dapat menyebabkan berbagai efek samping dan komplikasi, seperti hipertensi, glaukoma, katarak, dan diabetes (atau dapat membuat diabetes yang ada lebih buruk).


URTIKARIA KRONIS

Pengobatan untuk urtikaria kronis membantu Anda mengontrol gejala dan menghindari pemicu yang membuat gejala lebih buruk.

Jika Anda memiliki urtikaria kronis dan angioedema (pembengkakan lapisan lebih dalam dari kulit), Anda juga dapat memeriksakan diri ke dokter kulit Hal ini karena angioedema berpotensi lebih serius karena dapat menyebabkan kesulitan bernapas.

Jika Anda hanya memiliki urtikaria kronis tetapi gejala menetap meskipun telah ada pengobatan, Anda juga harus dirujuk.
  1. Antihistamin

    Gejala-gejala urtikaria kronis diobati dengan antihistamin. Penderita mungkin harus mengkonsumsi secara teratur sampai gejala terakhir. Seperti urtikaria akut, Penderita mungkin akan diberi kombinasi antihistamin non-mengantuk dan mengantuk untuk membantu tidur. Jika gejala tidak berefek terhadap pengobatan, dapat direkomendasikan untuk meningkatkan dosis obat. Meningkatkan dosis sering dapat membantu mengendalikan gejala yang sebelumnya tidak merespon pengobatan. Namun, ini harus dilakukan hanya jika diinstruksikan oleh dokter. Jenis yang lebih baru yang disebut antihistamin rupatadine telah terbukti efektif dalam mengobati kasus yang lebih berat dari urtikaria kronis yang tidak berefek terhadap antihistamin lainnya.

  2. Menthol krim

    Krim Menthol dapat digunakan sebagai alternatif atau di samping antihistamin seperti yang telah ditunjukkan untuk meringankan gatal. Dokter dapat meresepkan ini.

  3. Kortikosteroid tablet

    Episode yang lebih serius dari urtikaria dapat diobati dengan dosis singkat tablet kortikosteroid, seperti prednisolon. Kemungkinan efek samping tablet kortikosteroid termasuk nafsu makan meningkat dan berat badan, perubahan suasana hati, dan kesulitan tidur (insomnia). Penggunaan jangka panjang kortikosteroid pada urtikaria kronis tidak direkomendasikan untuk alasan yang disebutkan di atas.

  4. H2 antihistamin

    Jenis antihistamin yang biasa didapatkan di apotek dikenal sebagai antihistamin H1, tapi ada beberapa jenis lain antihistamin, termasuk antihistamin H2. Ini kadang-kadang dapat berguna dalam mengobati urtikaria kronis karena dapat mempersempit pembuluh darah. Hal ini pada gilirannya sering dapat membantu mengurangi kemerahan pada kulit.

    Antihistamin H2 dapat digunakan dalam kombinasi dengan antihistamin H1 atau sebagai alternatif bagi antihistamin H1. Efek samping antihistamin H2 jarang tetapi mencakup sakit kepala, diare, dan pusing. Efek samping setelah minum antihistamin H2 dapat menyebabkan pusing.

  5. Fototerapi Narrowband Ultraviolet B

    Narrowband UltraViolet B (NUVB) adalah jenis pengobatan dengan mengekspos daerah kulit pada sinar ultraviolet energi tinggi. Cahaya dapat membantu membersihkan daerah lain terus-menerus dari ruam.

    NUVB melibatkan Anda berdiri di ruang, seperti mandi, yang berisi sejumlah lampu neon. Kulit Anda kemudian terkena cahaya untuk waktu yang pendek, biasanya tidak lebih dari beberapa menit.

    Anda biasanya akan menghadiri dua sampai lima sesi seminggu. Kebanyakan orang memerlukan 20 sesi sebelum gejala mereka secara signifikan meningkatkan.

    Cahaya dapat menyebabkan beberapa pembakaran kulit, mirip dengan sengatan matahari ringan. Anda dapat diberi krim untuk membantu menenangkan pembakaran apapun.

    Paparan sinar ultraviolet membawa risiko teoritis menyebabkan kanker kulit di kemudian hari.

    Tidak jelas persis seberapa tinggi risiko yang karena ini adalah pengobatan yang relatif baru, tetapi kebanyakan ahli berpikir risiko harus kecil.

  6. Leukotriene receptor antagonis

    Antagonis reseptor leukotrien adalah jenis obat yang sering dapat mengurangi kemerahan dan pembengkakan kulit.

    Mereka bisa menjadi alternatif jangka panjang berguna untuk menggunakan tablet kortikosteroid karena mereka tidak membawa risiko tinggi yang sama menyebabkan luas efek samping. Efek samping jarang terjadi dan relatif kecil, seperti sakit kepala dan perasaan sakit.

  7. Cyclosporin

    Sebuah obat kuat yang disebut cyclosporin telah terbukti efektif dalam mengobati urtikaria di sekitar dua per tiga kasus. Cyclosporin bekerja dalam cara yang sama seperti kortikosteroid lakukan. Ini menekan efek berbahaya dari sistem kekebalan tubuh dan tersedia dalam bentuk kapsul atau sebagai cairan yang Anda minum.

    Efek samping yang umum dari siklosporin meliputi:
    • Tekanan darah tinggi;
    • Peningkatan kadar kolesterol dalam darah;
    • Sakit kepala;
    • Paksa gemetar (tremor);
    • Meningkatkan kerentanan terhadap infeksi, terutama infeksi dada, infeksi saluran kemih (infeksi setiap bagian dari tubuh yang digunakan untuk menghapus urin dari tubuh) dan jenis infeksi virus yang disebut virus sitomegalo.

    Semakin lama seseorang mengambil siklosporin, cenderung menjadi kurang efektif. Satu studi menemukan bahwa hanya satu orang dari empat masih bebas dari gejala setelah minum obat selama lima bulan.

    Efek samping seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi juga menjadi perhatian karena ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

    Bahkan jika Anda masih menanggapi pengobatan, dapat direkomendasikan bahwa obat ini ditarik setelah beberapa bulan.

  8. Diet

    Ada kontroversi mengenai peran diet pada orang dengan gatal-gatal jangka panjang. Ada dua kelompok bahan kimia dalam makanan yang dapat memicu urtikaria pada beberapa orang: amina vasoaktif dan salisilat.

    Menghindari atau mengurangi asupan bahan kimia ini dapat mengurangi gejala.

    Anda mungkin ingin membuat catatan harian makanan untuk melihat apakah menghindari makanan tertentu membantu gejala. Jika Anda membatasi diet Anda, berkonsultasi dengan ahli diet, yang dapat memastikan bahwa Anda tidak perlu menghindari makanan dan diet Anda adalah cukup.
    1. Amina vasoaktif
      Makanan yang mengandung amina vasoaktif, atau menyebabkan pelepasan histamin, meliputi kerang-kerangan, stroberi, tomat, ikan, coklat, dan nanas.
    2. Salisilat
      Salisilat secara alami terjadi seperti aspirin senyawa yang ditemukan dalam berbagai makanan yang berasal dari tanaman. Anda dapat mencoba menebang pada ini, tapi tidak sepenuhnya menghindarinya. Makanan yang mengandung salisilat meliputi tomat, bumbu-bumbu, jus jeruk, raspberi, teh.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang mengikuti diet rendah histamin, lihat Alergi Inggris: intoleransi histamin.

  9. Menghindari pemicu

    Jika Anda tahu apa yang memicu urtikaria atau membuat lebih buruk, menghindari pemicu dapat menjaga kondisi Anda di bawah kontrol.

    Pemicu seperti alkohol dan kafein dapat dengan mudah dihindari. Dan jika Anda berpikir obat tertentu dapat memicu gejala Anda, hubungi dokter untuk diresepkan obat lain sebagai alternatif yang mungkin tersedia.

    Menghindari stres bisa lebih sulit, terutama jika gejala negatif mempengaruhi kualitas hidup Anda.

    Jika Anda memiliki urtikaria kronis, Anda mungkin menemukan bahwa teknik relaksasi, seperti meditasi atau hipnotis, mengurangi tingkat stres Anda dan tingkat keparahan gejala.

Bedak yang mengandung salisilat belum tentu aman untuk Ibu Hamil!!! Wanita mengandung yang menderita penyakit biduran atau urtikaria, dokter kandungan yang rutin saya kunjungi memberikan resep obat Xepalodin Loratadin Tablet 10mg yang aman untuk Ibu Hamil.

Referensi

  • Pierson JC, et al. Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy. Medscape Education [serial on the Internet]. 2012 May 23 [cited 2013 April 5]; [about 9 p]. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/1123725-overview.
  • dr. Jessica Florencia - KlikDokter.com
  • Pengalaman pribadi
  • Wikipedia 

Ambeien / Wasir

Ambeien atau yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai wasir adalah gejala pelebaran pembuluh darah balik yang berada di anus. Memang, ambeien biasanya dapat sembuh sendiri selama satu atau dua minggu, tetapi jika ambeien yang diderita sudah bengkak dan iritasi tentu akan sangat menganggu. Apalagi jika kondisi Anda sedang hamil, tentu sangat menjengkelkan!

Ya, ambeien tidak hanya diderita oleh pegawai kantoran saja. Ibu hamil pun sering mengalami ambeien dan hal tersebut wajar.

Mengapa Ibu hamil dikatakan wajar jika mengalami ambeien?

Bagaimana cara menyembuhkan penyakit ambeien pada saat kehamilan?

Artikel ini akan membantu kita menemukan jawabannya dan juga membahas 9 rahasia untuk menyembuhkan ambeien pada saat kehamilan.

Mengapa Ambeien Mudah Dialami Ibu Hamil?

Berdiri pegal, duduk juga rasanya tidak nyaman. Itulah yang dirasakan oleh penderita ambeien. Gejala yang sering dialami adalah nyeri, gatal pada bagian anus, keluar cairan, sulit buang air besar dan bahkan seringkali terjadi perdarahan pada saat buang air besar.

Karena gejala tersebut, tak heran bahwa ambeien menjadi salah satu faktor alasan bagi seorang wanita tidak mau mengandung untuk kedua kalinya. Mengapa wanita hamil wajar mengalami ambeien? Berikut faktor penyebabnya:
  • Perubahan Hormon

    Pada masa kehamilan, kadar hormon progesteron pada Ibu hamil akan meningkat. Meskipun hormon tersebut bermanfaat untuk memperkuat atau menahan janin di dalam rahim, hormon tersebut juga dapat menghambat gerak peristaltik otot pencernaan yang memiliki fungsi untuk melancarkan perjalanan makanan dari saluran pencernaan menuju saluran pembuangan.
  • Ukuran janin yang makin besar

    Seiring dengan usia kehamilan, janin dan rahim pun akan ikut membesar yang mengakibatkan terjadinya tekanan pada rongga perut dan panggul.
  • Sembelit

    Sebuah penelitian dilakukan oleh dr Bradley dari Departemen Kebidanan Universitas Iowa, Amerika Serikat. Dari penelitiannya ia menemukan bahwa 25 persen Ibu hamil menderita sembelit dan kondisi ini bisa berlanjut hingga 3 bulan setelah melahirkan.
Jika sembelit tidak segera ditangani, resiko mengalami kerusakan otot panggul menjadi besar. Ya, ambeien memang kondisi yang merepotkan, apa lagi jika dialami saat masa kehamilan.

Jika Anda mengalaminya, tenang dan jangan khawatir! Berikut 9 rahasia yang bisa dicoba Ibu hamil untuk menyembuhkan ambeien.


9 Rahasia Menyembuhkan Ambeien pada Masa Kehamilan

Menyembuhkan ambeien pada saat kehamilan mungkin sedikit sulit dibanding menyembuhkan ambeien setelah melahirkan. Oleh karena itu, seorang pakar kebidanan dan kandungan dari Mayoclinic, Roger W. Harms, M.D. memberikan 9 cara berikut untuk menyembuhkan ambeien.
  1. Duduk berendam di air hangat

    Cara ini cukup efektif untuk menyembuhkan ambeien karena air panas memiliki manfaat untuk mencairkan pengumpalan darah yang beku. Lakukan secara rutin setelah buang air besar. Cukup menyiapkan sebuah baskom atau ember yang bisa Anda duduki selama 10-15 menit, kemudian tuangkan air panas dengan suhu 40-60 derajat celsius atau secukupnya.

  2. Manfaatkan es batu

    Es batu dapat dimanfaatkan untuk meredakan rasa nyeri dan mengurangi aliran darah pada pembuluh darah yang melebar. Ambil beberapa es batu dan pecahkan es batu tersebut menjadi pecahan kecil. Taruh pecahan es batu tersebut ke dalam plastik kemudian tutup dengan handuk tebal lalu duduklah di atasnya sekitar 10 menit. Lakukan secara rutin beberapa kali sehari untuk menyembuhkan ambeien.

  3. Kurangi tekanan perut dengan “SOS”

    “SOS” yang dimaksud di sini bukan save our soul melainkan sleep on side atau berbaring dengan posisi miring. Dengan sering berbaring bolak-balik ke kiri atau kanan, maka Ibu hamil dapat mengurangi tekanan uterus terhadap pembuluh darah besar yang ada di bagian belakang perut sehingga bayi bisa mendapatkan aliran darah dan nutrisi yang maksimal. Selain itu, gerakan ini juga dapat membantu ginjal untuk membuang kotoran dari tubuh Ibu sehingga kaki dan tangan tidak bengkak.

  4. Area dubur harus selalu bersih

    Pakailah tissue basah setelah buang air besar. Tissue basah yang hendak digunakan ada baiknya tidak memiliki kandungan alkohol dan pewangi. Jika perlu, gunakanlah tissue khusus untuk penderita ambeien.

  5. Rutin konsumsi sayur dan buah-buahan setiap hari

    Makanan dan buah-buahan yang baik untuk Ibu hamil yang menderita ambeien adalah yang mengandung banyak serat serta vitamin, seperti pepaya atau bayam. Hindarilah mengonsumsi buah dan makanan yang pedas, lemak atau asam karena makanan tersebut dapat membuat feses menjadi keras dan mengakibatkan proses mengejan jadi lama dan sulit.

  6. Perbanyak minum air putih

    Cara berikutnya yang paling mudah dan murah untuk menyembuhkan ambeien adalah mengonsumsi air putih yang cukup. Dengan mengonsumsi air putih, feses akan cenderung melunak. Anjurannya adalah 1,5 liter-2 liter sehari.

  7. Lakukan orahraga ringan

    Berenang atau jalan kaki selama 30 menit dapat menjadi olahraga yang cocok untuk Ibu hamil. Dengan begitu, Ibu hamil dapat membantu otot-otot di saluran pencernaannya untuk aktif mendorong sisa makanan ke saluran pembuangan.

  8. Biasakan untuk tidak menahan buang air besar

    Jangan biasakan menahan diri untuk buang air besar karena dapat mengakibatkan feses mengeras dan membuat proses mengejan menjadi lama. Jika Anda mengalami kesulitan untuk buang air besar, cobalah untuk mengonsumsi segelas air hangat pada pagi hari sebelum buang air besar. BAB yang tidak lancar juga disebabkan karena kurangnya cairan dalam tubuh.

  9. Mencoba bahan alami untuk menyembuhkan wasir

    Salah satu tanaman alami yang cocok untuk menyembuhkan wasir adalah lidah buaya.Tanaman serbaguna ini pun dapat digunakan untuk menyembuhkan wasir. Tak heran, karena tanaman ini mempunyai sifat anti-radang dan juga memberikan sensasi dingin sehingga dapat mengurangi rasa panas pada dubur. Caranya, potong beberapa lidah buaya, kemudian oleskan lendirnya pada dubur Anda.

Jika saran tersebut di atas masih tidak membantu menyembuhkan ambeien Anda, atau bahkan kondisinya makin parah hingga menimbulkan perdarahan, segera konsultasikanlah ke dokter kandungan Anda untuk mendapatkan resep obat yang aman untuk kandungan.

Mari segera atasi ambeien Anda dan jangan biarkan ambeien menganggu masa kehamilan Anda!

Wasir Saat Hamil

Tidak semua ibu hamil akan mengalami sembelit hingga akhirnya wasir. Tapi kalau Anda mengalaminya, tak perlu juga khawatir. Wasir memang umum dialami ibu hamil, dan ada solusinya. Wasir alias ambeien adalah pembengkakan dan peradangan yang terjadi pada pembuluh darah balik (vena) di daerah sekitar anus. Peradangan di dalam atau luar anus ini terjadi karena sulitnya proses pembuangan “sampah” metabolisme. Akibatnya, Anda terpaksa mengejan setiap kali buang air besar. Repotnya jika wasir terjadi saat Anda hamil.

Peregangan ketika mengejan inilah yang kadang-kadang menyebabkan pecahnya pembuluh-pembuluh darah di sekitar anus, hingga terjadi perdarahan. Mengalami wasir selama hamil, duh, sungguh tak nyaman!

Wasir selama hamil, memang biasa. Apa sebenarnya hubungan antar kehamilan dengan wasir? Berbagai macam faktor bisa menyebabkan timbulnya wasir pada ibu hamil:

Penyebab Wasir Pada Ibu Hamil

  • Perubahan hormon dalam tubuh.

    Selama masa kehamilan, kadar hormon progesteron meningkat untuk memperkuat atau menahan janin di dalam rahim. Di waktu yang sama, hormon tersebut menghambat gerak peristaltik otot pencernaan yang diperlukan agar perjalanan makanan dari saluran pencernaan hingga saluran pembuangan berjalan lancar.
  • Ukuran janin yang kian besar.

    Akibatnya, seringkali janin mendesak sejumlah pembuluh darah di sekitar perut dan panggul. Darah yang meningkat, baik volume maupun alirannya, jadi terhambat.
  • Sembelit.

    Bisa terjadi karena asupan zat besi yang cukup tinggi selama hamil. Tentu saja zat besi penting untuk calon ibu agar terhindar dari risiko anemia. Tetapi pada sebagian calon ibu, ini menyebabkan kesulitan buang air besar hingga akhirnya terjadi wasir.
  • Beban yang ditanggung ibu hamil

    Beban janin dan dirinya sendiri menyebabkan lambung dan rahim saling berhimpitan, sehingga dorongan sedikit saja pada bagian anus akan menyebabkan pembuluh darah di sekitarnya pecah lantas menjadi wasir. Tak jarang peredaran zat makanan pun terhambat hingga akhirnya ibuhamil sulit buang air.
  • Kurang Gerak

    Gerakan fisik terutama bagian perut (abdominal) yang terbatas selama hamil. Ini juga salah satu penyebab kerja usus jadi “malas”.


Cara Mengatasi Wasir Saat Hamil

Atasi dengan tepat. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi wasir, yakni:
  • Perbanyak konsumsi makanan berserat, seperti buah-buahan dan sayuran.
  • Minumlah cairan yang cukup banyak. Paling tidak 2 liter dalam sehari.
  • Biasakan buang air secara rutin pada waktu-waktu tertentu, seperti di pagi hari. Sebelum buang air, minum saja air hangat.
  • Minumlah yoghurt atau susu fermentasi yang dapat merangsang kerja usus agar lebih aktif. Jumlah konsumsi saat hamil dapat Anda konsultasikan dengan dokter gizi.
  • Lakukan renang atau olahraga ringan, seperti jalan kaki yang sesuai dengan ibu hamil. Gerakan yang Anda lakukan ini diharapkan dapat membantu otot-otot di saluran pencernaan untuk bergerak mendorong sisa makanan ke saluran pembuangan.
  • Hindari mengejan ketika buang air besar saat hamil. Dengan tidak mengejan, ini berarti kemungkinan terjadinya pembengkakan maupun peradangan pada pembuluh-pembuluh darah di daerah anus bisa diperkecil.

Wasir sendiri tak terlalu berbahaya. Tapi, karena gangguan ini, tak jarang calon ibu tak bisa menikmati kehamilan. Anda perlu mencermati, apabila wasir dan perdarahan menimbulkan rasa nyeri dan menyebabkan Anda sulit melakukan aktivitas. Konsultasikan hal ini kepada dokter kandung. Terutama, jika Anda menderita anemia sekaligus wasir. Besar kemungkinan Anda harus mencari alternatif lain dari suplementasi zat besi.

Panas Dalam

Dalam ilmu kedokteran sebenarnya tidak dikenal terminologi atau istilah "panas dalam", namun istilah ini begitu populer sebagai akibat dari publikasi media cetak maupun online serta sejumlah produk yang menggunakan istilah ini untuk menggambarkan berbagai gejala yang timbul sebagai penyakit "panas dalam", sehingga kemungkinan yang sering dimaksud banyak orang sebagai panas dalam adalah radang tenggorokan.

Anda tentunya sering melihat iklan sebuah produk kesehatan herbal yang menggunakan terminologi ini di media cetak dan televisi.

Gejala Panas Dalam

Bagi Anda calon ibu yang sedang hamil dan mengalami penyakit "panas dalam", Anda dapat memperhatikan gejala-gejala "panas dalam" yang mungkin saja muncul pada masa kehamilan, seperti misalnya beberapa diantara berikut ini:
  • Gejala mirip demam dengan suhu tubuh yang meningkat,
  • Tenggorokan terasa kering / panas,
  • Bibir pecah-pecah,
  • Munculnya sariawan pada titik tertentu di daerah rongga mulut.

Klik disini untuk membaca tentang Cara dan Tips Mencegah dan Mengobati Sariawan Pada Saat Hamil.

Tips Mengobati / Mencegah Penyakit Panas Dalam saat Hamil

Berikut ini adalah sejumlah tips yang mungkin bisa Anda pertimbangkan untuk mengobati atau mencegah penyakit panas dalam pada masa kehamilan:

  1. Banyak minum air putih, dikarenakan air putih dikenal sebagai media therapy mujarab yang dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit sejak dahulu kala.

  2. Istirahat yang cukup dan berkualitas. Dengan beristirahat yang cukup dan berkualitas maka akan membantu tubuh Anda untuk mengembalikan metabolisme ketika Anda sedang terlelap.

  3. Anda bisa mencoba untuk meminum segelas jeruk nipis hangat dicampur sedikit madu. Jeruk nipis dikenal dengan khasiatnya menyembuhkan penyakit panas dalam karena kandungan vitamin C nya yang cukup tinggi. Air jeruk nipis ditambah sedikit madu ini juga manjur untuk mengobati sakit tenggorokan yang diakibatkan oleh panas dalam. PENTING: bagi Ibu hamil yang mempunyai riwayat sakit maag, dianjurkan untuk meminum air jeruk nipis plus madu setelah makan untuk menghindari efek pada penderita maag.

  4. Hindari mengkonsumsi produk kesehatan / obat-obatan yang biasanya digunakan untuk menyembuhkan panas dalam seperti "a*em s*ri", "larutan c*p k*ki t*ga" atau "la*egar" karena tidak dianjurkan untuk Ibu hamil (Dibaca ulang apabila ada peringatan keras: Tidak untuk ibu hamil). Selain itu, produk-produk tersebut juga berpotensi mengandung pengawet dan pemanis buatan, yang tentunya tidak baik untuk Ibu hamil.

  5. Anda juga bisa mencoba resep menggunakan rebusan air kacang hijau. Cuci satu genggam kacang hijau, lalu rebus bersama air kurang lebih 500ml hingga mendidih. Setelah mendidih, langsung matikan apinya dan tuangkan air kacang hijau tersebut, tidak perlu menunggu sampai kacang hijaunya pecah (cukup menunggu hingga warnanya sudah berubah menjadi hijau muda) ke dalam gelas. Minum selagi hangat. Anda bisa menambahkan sedikit gula, namun sebaiknya untuk kesehatan sang janin dalam kandungan tidak perlu ditambahkan apa-apa.

Demikian tips-tips yang dapat kami berikan untuk mencegah atau mengobati gejala panas dalam yang muncul pada masa kehamilan. Semoga bermanfaat!

Dikutip dari berbagai sumber.

Sariawan

Anda pernah atau sedang mengalami Sariawan? Seriawan (lebih dikenal dengan sebutan sariawan) atau Stomatitis Aphtosa adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut berupa luka pada mulut yang berbentuk bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung. Munculnya sariawan ini disertai rasa sakit (perih) yang tinggi sehingga mengakibatkan tidak enak makan dan sulit mengunyah. Seriawan merupakan penyakit kelainan mulut yang paling sering ditemukan. Sekitar 10% dari populasi penduduk dunia diperkirakan pernah menderita penyakit ini, dan pada umumnya wanita lebih mudah terserang daripada pria. Ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab munculnya seriawan, seperti:

  • Luka tergigit,
  • Mengonsumsi makanan atau minuman panas,
  • alergi,
  • Kekurangan vitamin C dan zat besi,
  • Kelainan pencernaan,
  • Kebersihan mulut tidak terjaga,
  • Faktor psikologi,
  • Kondisi tubuh yang tidak fit.

Penyebab sariawan pada wanita hamil

Sariawan bukan hanya disebabkan karena kekurangan Vitamin C, namun juga dapat disebabkan oleh alergi citrus atau alergi makanan yang mengandung asam, kondisi imun yang lemah, obat-obatan tertentu, trauma fisik (ataupun penggunaan gigi palsu baru), dan sebagainya. Sering sariawan saat hamil selain sakit dan tidak nyaman, juga dapat mengganggu pola makan karena ibu hamil merasakan sakit saat mengunyah. Munculnya sariawan biasanya terkait dengan ketidakseimbangan hormon kehamilan sehingga response jaringan terhadap plak menjadi lebih lemah.
Namun, sariawan jangan diobati sendiri karena tidak semua obat sariawan aman untuk kehamilan Anda. Sariawan (stomatitis) adalah radang yang terjadi di mulut. Saat hamil dapat disebabkan adanya gangguan hormonal atau menurunnya kekebalan tubuh. Stress juga merupakan salah satu penyebab mulut kering yang memicu munculnya sariawan di daerah sekitar mulut. Sariawan bisa juga mengindikasikan kekurangan asupan asam folat dan vitamin B12. Selain itu, penyebab lain sariawan adalah alergi makanan tertentu, infeksi mikroorganisme, serta kurangnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Konsultasikan ke dokter gigi spesialis mulut, dan mintalah obat sariawan yang aman dikonsumsi saat hamil.

Tips mencegah dan mengobati sariawan pada saat hamil

Jika Anda wanita yang sedang hamil dan sedang mengalami sariawan, maka Anda dapat mencoba tips berikut ini untuk mengurangi dan mencegah resiko terkena sariawan pada masa kehamilan:

  1. Perlu diingat bahwa tidak semua obat sariawan aman untuk kehamilan Anda, jadi jangan mengobati sendiri sariawan Anda dengan obat-obatan yang tidak Anda ketahui efek sampingnya.
  2. Jagalah dengan baik kesehatan mulut dan gigi pada masa kehamilan, yaitu dengan rutin menggosok gigi sehabis makan dan sebelum tidur, dan biasakan berkumur dengan obat kumur setiap pagi setelah bangun tidur usai Anda menggosok gigi.
  3. Pastikan istirahat Anda cukup karena kurang tidur dapat mengakibatkan tubuh Anda tertekan (stress) dan perbanyak minum air putih, karena air putih adalah therapy mujarab untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit sejak dahulu kala.
  4. Perbanyak makan sayur dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C, contohnya seperti jeruk, pisang, strawberry, dan lain-lain.
  5. Cobalah mengganti pasta gigi Anda dengan pasta gigi yang mengandung jeruk nipis, contohnya: Pepsodent Herbal.
  6. Ibu hamil diperbolehkan untuk mengkonsumsi vitamin C dalam dosis yang normal 500-1000mg per hari.
  7. Pilih sikat gigi dengan bulu sikat yang halus dan lembut untuk mengurangi kemungkinan luka pada gusi

Apabila sariawan tidak hilang dalam waktu lebih dari 8 hari, sebaiknya konsultasikan dengan dokter gigi atau dokter kandungan Anda.
Apabila dilakukan dengan benar, maka cara-cara tersebut dapat mencegah timbulnya sariawan dan atau mengobati sariawan dalam waktu 3-8 hari.

Dikutip dari berbagai sumber