Tampilkan postingan dengan label Susu Formula. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Susu Formula. Tampilkan semua postingan

Susu Soya

Sebagaimana kita ketahui bersama, susu formula soya yang berasal dari tepung kedelai merupakan alternatif bagi bayi yang memiliki alergi atau intoleransi terhadap susu formula yang berasal dari sapi, selain itu bayi yang memiliki gejala intoleransi laktosa juga dapat mengkonsumsi susu formula soya yang merupakan formula bebas laktosa untuk bayi dan anak yang mengalami alergi terhadap protein susu sapi. Para orang tua yang memiliki anak / bayi alergi terhadap susu berbasis protein sapi sering beralih ke susu formula kedelai (soya) untuk menghindari gejala alergi tersebut.


American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan bahwa susu formula berbasis protein kedelai (soya) merupakan alternatif yang aman untuk bayi cukup bulan yang tidak bisa mentolerir sapi formula berbasis susu atau laktosa yang ditemukan dalam susu formula yang berasal dari hewan sapi.

Berikut adalah sejumlah produk susu soya untuk bayi Anda yang bisa dipilih berdasarkan kandungan terbaik demi si buah hati kesayangan keluarga Anda:
  • Morinaga

    Susu produksi Morinaga (Jepang) memiliki beberapa tahapan susu formula soya diantaranya untuk usia 0-6 bulan, dan usia 6-12 bulan:
    1. BMT 1 Soya (0-6 bulan)

      Morinaga_BMT_Soya_1_0-6_Bulan
      BMT 1 Soya adalah susu bayi formula bayi untuk usia 0-6 bulan yang memiliki alergi terhadap susu sapi dan laktosat. BMT 1 Soya menggunakan bahan dasar isolat protein kedelai tanpa penambahan laktosa untuk mengatasi gejala alergi susu sapi, sehingga aman untuk anak yang memiliki gejala intoleransi terhadap laktosa atau protein susu sapi atau bayi yang menderita galaktosemia.

      BMT Soya 1 mengandung berbagai zat penting untuk pertumbuhan bayi Anda, diantaranya:
      • Asam Linoleat
      • Nukleotida
      • Zat Besi
      • Protein Tinggi
      • Kalisum Tinggi
      • Taurin
      • Vitamin A
      • Vitamin E
      • Vitamin C
      • Kolin

    2. Morinaga Chil-Mil Soya 2

      Morinaga Chil-Mil Soya 2
      Morinaga Chil Mil Soya adalah susu formula lanjutan untuk bayi Anda yang berusia dari 6-12 bulan. Susu ini diformulasikan dengan komposisi gizi makro dan mikro yang membantu mendukung perkembangan buah hati Anda.

      Dalam Morinaga Chil Mil Soya mengandung DHA & AA, kalsium, laktoferin, laktulosa, dan kolin yang berperan untuk menunjang tumbuhkembang bayi Anda, juga mengandung mengandung kalsium dan dilengkapi dengan kandungan gizi yang cukup lengkap untuk membantu pertumbuhan tulang dan gigi anak. Morinaga Chil Mil Soya yang merupakan susu formula lanjutan sebagai tambahan makanan diluar ASI, tetapi sebaiknya Morinaga Chil Mil DHA dikonsumsi hanya saat dibutuhkan ketika Morinaga BMT tidak dapat menjadi pengganti ASI.
  • Nutrilon (Nutricia)

    Produk dari Nutricia ini juga memiliki beberapa tahapan untuk masing-masing rentang usia bayi, diantaranya sebagai berikut:
    1. Nutrilon Soya 1

      Nutricia-susu-soya-nutrilon
      Air Susu Ibu (ASI) adalah yang terbaik untuk bayi anda, sehingga memberikan susu formula kepada bayi Anda tidak disarankan sebagai pengganti ASI.

      Nutrilon Soya 1 adalah susu formula bayi yang diformulasikan untuk bayi usia 0-6 bulan yang mengalami intoleran terhadap laktosa / protein susu sapi atau yang menderita galaktosemia. Dibuat dengan isolat protein kedelai, ditambahkan L-metionin dan L-karnitin, dengan komposisi nutrisi: karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral yang dapat membantu petumbuhan anak.

      Susu Nutrilon Soya 1 ini diproduksi oleh PT Nutricia Indonesia Sejahtera, dengan lisensi dari N.V. Nutricia - Belanda.

    2. Nutribaby Soya

      Nutricia-susu-soya-nutrilon
      Nutribaby Soya 1 adalah susu formula bayi untuk keperluan medis khusus yaitu bayi yang intoleran terhadap laktosa / protein sapi atau bayi yang menderita galaktosemia. Susu formula soya ini dibuat dengan isolat protein kedelai (soya) untuk usia 0-6 bulan.

      Produk formula bayi bukan merupakan produk steril sehingga orang tua tetap harus memperhatikan dengan seksama petunjuk penyiapan. Produk ini bukan sebagai pemberian parental dan sebaiknya digunakan di bawah pengawasan ahli medis.

    3. Nutrilon Soya 2

      Nutricia-susu-soya-nutrilon-2
      Nutricia Nutrilon Soya 2 merupakan formula lanjutan dengan isolat protein kedelai (soya) untuk bayi berusia 6-12 bulan.

      Penggunaan susu formula sebaiknya hanya digunakan sesuai saran dan petunjuk dokter spesialis anak dan ahli kesehatan gizi anak. Pemberian ASI secara eksklusif bagi bayi sangat dianjurkan di Indonesia sejak lahir sampai dengan bayi berumur 6 bulan dan dapat dilanjutkan dengan pemberian makanan tambahan yang sesuai hingga usia dua tahun.

    4. Nutrilon Soya 3

      Nutricia-susu-soya-nutrilon-3
      Nutrilon Soya mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral tanpa penambahan sukrosa maupun laktosa, Nutrilon Soya sangat baik untuk bayi Anda. Zat gizi makro dan mikro dapat membantu pertumbuhan anak. Komposisi dari Nutrilon Soya berupa sirup glukosa padat, maltodekstrin, minyak nabati (mengandung lesitin kedelai), isolat protein kedelai, mineral, Frukto Oligo Sakarida (FOS), vitamin, minyak sel tunggal (AA) dan minyak ikan (DHA).

      Berikan Nutrilon Soya 4, 3 gelas sehari selain makanan yang biasa dimakan. Selain itu dapat juga diberikan untuk anak yang sudah makan. Dengan 3 gelas sehari (+ 700 ml) membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral penting bagi anak usia 1-3 tahun. Wajib diketahui oleh para orang tua bahwa susu ini tidak cocok untuk bayi di bawah usia 12 bulan.

    5. Nutribaby Royal Pronutra Soya 1


    6. Nutribaby Royal Pronutra Soya 2


    7. Nutribaby Royal Pronutra Soya 3


  • S-26 Nursoy Gold

    S-26_Nursoy_Gold
    S26 Nursoy Gold 400gr adalah susu formula untuk bayi dengan keperluan medis khusus yang bebas protein susu sapi sehingga aman bagi anak Anda yang intoleran terhadap susu dengan protein sapi karena susu ini dibuat dengan isolat protein kedelai (soya). Diformulasikan untuk bayi berusia 0-12 bulan.

    Formula ini diperlukan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi bayi dan anak yang alergi terhadap protein susu sapi sehingga bayi dapat tetap memperoleh nutrisi yang diperlukan bagi tumbuh kembangnya.

    Akan tetapi perlu diingat bahwa susu formula bukan merupakan pengganti ASI, karena Air Susu Ibu adalah susu terbaik untuk bayi Anda, dan pemberian susu formula soya sebaiknya atas anjuran dokter.

  • SGM

    Berikut adalah varian dari SGM Soya:

    1. Ananda Soya

    2. Eksplor Soya


Referensi:

http://allergycliniconline.com/2014/07/13/keamanan-penggunaan-susu-formula-kedelai-soya-dan-kontroversinya/

S-26 Gold

Sejak sang ibunda terkena mastitis, putra kami tercinta tidak bisa lagi menikmati asupan ASI ekslusif oleh karena dihentikannya produksi ASI oleh dokter bedah, agar tidak beresiko terjadi pembengkakan / penumpukan ASI lagi di dalam payudaranya. Sejak itu pula kami memutuskan untuk mencari susu terbaik bagi putra kami, agar gap diantara gizi yang didapat dari ASI dan susu formula tidak begitu jauh jaraknya.

Area_yang_terdampak_oleh_Mastitis
Area yang terdampak oleh Mastitis.

Walaupun di semua kaleng susu formula yang kami baca-baca mencantumkan peringatan bahwa "ASI adalah makanan terbaik bagi bayi, dan disarankan untuk memberikan ASI ekslusif kepada bayi setidaknya pada usia enam bulan pertama", namun keadaan memaksa kami untuk memilih salah satu. Akhirnya pilihan kami jatuh kepada susu produksi WYETH yang merknya S-26 Gold. Berdasarkan hasil browsing di internet dan rekomendasi dari saudara dan teman-teman.

Harga S-26 Gold Tahap 1 900 gr Kaleng

S-26-Gold-Tahap-1
Dua bulan terakhir, kami selalu membeli susu S-26 Gold Tahap 1 yang diperuntukkan bagi bayi usia 0 sampai dengan 6 bulan di supermarket terdekat, dimana harganya selalu berbeda-beda satu sama lain. Ada yang lebih mahal sepuluh ribu rupiah, dan ada juga yang lebih murah. Kami menemukan fakta bahwa yang lebih murah justri di supermarket yang tidak begitu terkenal dan jaringannya hanya sebatas lokal saja. Supermarket yang terkenal dan jaringannya internasional justru yang paling mahal, selisihnya diatas sepuluh ribu. Teman-teman di sekitar kompleks perumahan juga menyarankan untuk membeli di sebuah toko khusus kebutuhan bayi di kota kami karena berdasarkan pengalaman mereka harga di toko tersebut bisa lebih murah hingga Rp 20.000,-, namun sayangnya saat kami mencoba kesana, susu S-26 Gold tahap 1 sedang kosong alias tidak ada stok yang tersisa.

Namun baru-baru ini kami menemukan fakta baru bahwa susu formula khusus bayi bisa kami dapatkan dengan harga lebih murah jika membeli dari situs belanja online. Salah satu situs online terbesar di Indonesia ternyata menjualnya dengan nyaris harga empat puluh ribu rupiah lebih murah dari harga di supermarket. Jika di supermarket ada yang menjualnya seharga Rp 287.000,-, maka harga Susu formula S-26 Gold Tahap 1 di toko online store ini hanya Rp 250.000,-. Lebih murah Rp 37.000,-. Tapi tunggu dulu, bukankah toko online mengharuskan kita membayar ongkos kirim. Setelah kami hitung-hitung ongkir ke alamat kami hanya dikenakan Rp 17.000,- saja. Sehingga total harga termasuk ongkos kirim adalah Rp 267.000,-. Tetapi kejutan tidak berhenti sampai disitu saja, toko online tersebut bahkan memberikan potongan harga sebesar Rp 6.500,-, sehingga kami hanya diharuskan membayar Rp 260.500,- saja.


Pada saat akan membayar, ternyata pembayaran ke virtual account Mandiri tidak bisa dilakukan melalui internet banking, jadi saya harus mencoba ke ATM langsung.

Perbedaan Gambar Anak Singa pada Kemasan Kaleng S-26 Gold Tahap 1 900 gram

Hanya saja terdapat sedikit pertanyaan, mengapa gambar dikaleng susu S-26 Gold 900 gram Kaleng yang kami sudah beli dan ada di rumah berbeda dengan display gambar yang ditampilkan di toko online.

Sebagai perbandingan, gambar susu S26 Gold Tahap 1 berat 900gram kaleng yang ada di rumah kami adalah sebagai berikut:
Perbedaan S-26 Gold Tahap 1 900 gram Kaleng
S-26 GOLD for Babies 0-6 Months of Age (Tahap 1)
Sedangkan gambar yang tercantum di toko online tersebut adalah seperti ini:
Wyeth_s-26_gold_900gr_Kaleng
Kemasan Kaleng S-26 Gold Tahap 1 900g Bubuk
yang tercantum di toko online.

Saya kemudian menelepon ke Layanan Bebas Pulsa WYETH Indonesia di nomor 08001821526 dan dilayani oleh customer service mereka yang bernama Ari. Setelah diminta mengisi data, saya kemudian menanyakan tentang perbedaan gambar pada kemasan kaleng susu formula S-26 Gold Tahap 1 900gram. Oleh mbak Ari dijawab bahwa:
  1. Perbedaan gambar tersebut hanya variasi kemasan saja, isinya tetap sama.
  2. WYETH Indonesia belum mendapat laporan tentang adanya produk palsu yang beredar di Indonesia, sehingga pihak WYETH menjamin keaslian produk tersebut.
Dengan demikian, kami merasa sedikit lebih lega dan memberanikan diri untuk memberikan Susu Formula S-26 Gold kepada anak kami. Hingga kini bayi kami masih rutin diberi susu formula S-26 dan sudah masuk ke tahap 2. Semoga Tuhan memberikan kesehatan dan kelancaran dalam proses tumbuh kembang putra kita semua.

Bayi Baru Lahir

Anda mungkin pernah terkejut melihat bagian ubun-ubun di kepala bayi Anda yang baru berusia 1 hingga 3 bulan tiba-tiba berdenyut seperti ada jantung di dalamnya. Tenang saja, jangan panik dulu, kami juga pernah mengalaminya. Hal tersebut membuat kami sempat khawatir, tetapi setelah mencari-cari informasi dan referensi di internet, kami merasa sedikit lega.

kepala_ubun_bayi_berdenyut
Kepala atau Ubun-Ubun bayi berdenyut.

Ada banyak hal yang harus Anda perhatikan setelah bayi baru lahir. Berikut adalah beberapa hal yang tidak perlu dimasukkan dalam daftar kekhawatiran Anda.

  1. Menyentuh titik yang terasa lunak di kepala bayi.

    Jika Anda melakukan ini, jangan khawatir tentang hal itu! Ketika Anda menyentuh titik yang masih lunak di kepala bayi Anda, yang dikenal sebagai fontanel, Anda tidak menyentuh otaknya.

    Jadi apa yang Anda sentuh? Sebuah membran super-protektif yang cukup tebal. Titik lembut di kepala bayi ada karena untuk mengamankan kepala agar bisa menyesuaikan dengan jalan lahir yang sempit, tengkorak bayi dirancang fleksibel, sehingga kepala si kecil yang berambut halus ini tetap aman dan bisa selamat keluar dari rahim dan mulut rahim ibunya sepanjang tidak ada kesalahan yang dilakukan saat proses melahirkan. Sungguh luar biasa rancangan Tuhan Yang Maha Kuasa bukan?

  2. Melihat denyutan di fontanel (ubun-ubun) kepala bayi.

    Apa yang Anda lihat adalah kerja normal dari sistem sirkulasi bayi Anda. Karena fontanel (ubun-ubun) menutupi daerah tengkorak yang belum menyatu bersama-sama, mereka memang masih lunak, membuat pembuluh darah dan arteri dapat terlihat secara kasat mata.

    Ini tidak perlu Anda khawatirkan, denyutan pada fontanel bayi adalah normal terjadi selama masa pertumbuhannya di usia dini. Apabila bayi Anda terlihat memiliki gejala yang tidak biasa ataupun keluhan lain, segera periksakan ke Dokter Spesialis Anak (DSA) langganan Anda.

  3. Darah di popok bayi perempuan Anda.

    Selama kehamilan, lonjakan kadar estrogen ibu bisa merangsang rahim janin betina. Dalam minggu pertama kehidupannya setelah lahir ke bumi, itu tidak biasa bagi bayi perempuan untuk memiliki periode mini dimana di dalam rahimnya tersimpan sedikit darah.

  4. Rongga kecil di dada bayi.

    Tenang, ini bukan masalah pada jantung bayi Anda. Menurut para ahli, dada terdiri dari tiga bagian. Lekukan yang Anda lihat adalah kemungkinan bagian bawah, yang bergerak mundur dan dari luar terlihat seperti ada rongga kecil di dada bayi. Saat bayi Anda mulai tumbuh besar seiring umurnya, dada dan perut ototnya akan menariknya sehingga menjadi lurus kembali. Bahkan sebelum itu, lapisan lemak pada tubuh bayi akan menutupi rongga ini sehingga sedikit terlihat sangat normal untuk anatomi tubuh bayi yang baru lahir.

  5. Kotoran licin dan lunak setiap habis makan.

    Menyusui bayi mungkin akan mengakibatkan bayi sering mengeluarkan kotoran setelah setiap makan karena ASI memang sifat ASI yang begitu cepat dicerna. Bayi yang diberi susu botol (susu formula) mungkin memiliki frekuensi buang air besar yang lebih jarang ataupun lebih sering, tergantung bagaimana respons tubuh bayi terhadap kandungan yang terdapat di dalam susu formula tersebut. Sejauh masalah kotoran licin yang terjadi, sebagian kotoran dari bayi yang baru lahir yang lembut hanya disebabkan oleh bayi berada pada masa "diet khusus" dengan menu makan yang semuanya berbentuk cair.

Sumber: http://www.parents.com/baby/care/newborn/newborn-worries-not-to-worry-about/

Susu Soya

Susu_Soya_Untuk_Bayi
Pada saat imunasi bayi kami yang kedua, dokter anak yang biasa kami kunjungi memberi saran kepada kami untuk mengganti susu formula yang biasa kami berikan kepada buah hati kami dengan susu nabati yang bisa mengurangi alergi susu formula pada bayi, sebagai solusi sementara untuk mencari tahu penyebab bayi sering menangis keras dan lama.

Sebagaimana kami keluhkan sebelumnya, putra kami tercinta yang masih berusia dua bulan harus minum susu formula sebagai akibat dari payudara bundanya yang terkena penyakit mastitis. Nah, setelah diberi susu formula Anmum yang terbuat dari susu sapi, bayi kami menangis dan rewel saat mengejan / ngeden ketika buang air besar (BAB / boker).

Dokter yang memeriksa perutnya mengatakan bahwa di dalam perut bayi kami terdengar seperti sedang bekerja keras mengolah makanan, kemungkinan diakibatkan oleh penggunaan susu formula dari sapi. Sebagaimana yang telah diulas sebelumnya dalam blog OrtuBaik ini, susu soya dapat membantu untuk mengurangi alergi terhadap susu formula yang bisa saja terjadi pada bayi.

"Baca ulasan tentang susu soya disini: Tentang Susu Nabati Soya yang Terbuat dari Kedelai."


Oleh karena itu, istri menyuruh saya untuk mencari tahu tentang susu soya apa yang terbaik untuk kami berikan kepada buah hati kami. Berikut ini adalah tiga diantaranya dari susu soya yang tersedia di supermarket tempat kami mencari susu soya:
  1. Susu Soya BMT

    Morinaga_BMT_Soya
    Susu Soya BMT. Susu soya BMT adalah susu soya yang diproduksi oleh Morinaga. BMT Soya adalah susu bayi formula bayi untuk usia 0-6 bulan yang memiliki alergi terhadap susu sapi dan laktosat.

    BMT Soya berbahan dasar isolat protein kedelai tanpa penambahan laktosa untuk mengatasi gejala alergi susu sapi. Sedangkan Morinaga sendiri selaku produsen dari susu soya BMT ini adalah sebuah perusahaan asal Jepang.

    Morinaga Milk adalah perusahaan produsen dan penjual produk susu dan turunannya di negara matahari terbit, termasuk juga selain susu adalah es krim, berbagai jenis minuman dan makanan yang mengandung susu.

  2. Susu Soya Nutrilon.

    Nutricia_Nutrilon_Soya
    Nutrilon adalah produk susu formula yang diproduksi oleh Nutricia, sebuah perusahaan farmasi yang berfokus pada pengembangan produk suplemen nutrisi asal Belanda.

    Nutrilon soya ini adalah susu yang diformulasikan dengan protein yang terkandung dalam kedelai. Nutrilon Soya 1 adalah susu formula bayi yang dibuat dengan isolat protein kedelai, dengan penambahan L-metionin dan L-karnitin. Nutrilon Soya 1 diformulasikan untuk bayi usia 0-6 bulan yang intoleran terhadap laktosa atau protein susu sapi atau yang menderita galaktosemia.

    Nutrilon Soya 1 dengan komposisi nutrisi: Karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Zat gizi makro dan mikro dapat membantu petumbuhan anak. Diproduksi oleh: PT Nutricia Indonesia Sejahtera, dengan lisensi dari N.V. Nutricia - Holland.
  3. Susu Soya S-26 Nursoy

    S-26_Nursoy_GOLD_Soya
    Susu Soya S-26 Nursoy adalah susu soya yang diproduksi oleh Wyeth, sebuah perusahaan farmasi yang berasal dari Amerika Serikat. S-26 Nursoy adalah formula bayi bebas protein susu sapi, dibuat dengan isolat protein kedelai. Formula ini diperlukan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi bayi dan anak yang alergi terhadap protein susu sapi.

    Wyeth sebelumnya adalah murni sebuah perusahaan farmasi hingga akhirnya dibeli oleh perusahaan Jerman, Pfizer, pada tahun 2009. Perusahaan ini didirikan di Philadelphia, Pennsylvania, pada tahun 1860 oleh John Wyeth Bersaudara.
Berdasarkan informasi yang tersedia di atas, Ayah/Bunda bisa memutuskan akan membeli susu mana yang dirasa paling pas untuk putra/putri tercinta.

Perbedaan_Susu_Soya_MBT_Nutrilon_dan_S26
Perbedaan Susu Soya MBT, Nutrilon, dan S26
Demikian adalah ulasan OrtuBaik tentang Susu Soya yang tersedia di pasaran untuk Anda pilih sebagai susu formula yang paling tepat bagi bayi Anda. Semoga bermanfaat!

Tentang Susu Soya

Selama ini kita lebih mengenal susu yang berasal dari sapi dibandingkan susu kedelai (soya). Sehingga, persepsi yang berkembang selama bertahun-tahun adalah jika ingin anak tumbuh sehat dan cerdas, tidak ada kata lain selain memberikan anak susu sapi secara rutin selama masa pertumbuhannya. Benarkah pendapat tersebut?

Perbedaan_susu_sapi_kacang_kedelai
Perbedaan biasa antara susu sapi dengan susu kacang kedelai.

Di Tiongkok (maaf terpaksa saya edit, karena berdasarkan perpres yang baru saja ditandatangani oleh presiden SBY, kata "Cina" sudah tidak diperbolehkan dan diganti dengan sebutan Tiongkok), soya disebut sebagai “daging tanpa tulang” karena protein soya dikenal setara dengan protein pada daging, susu sapi, dan telur. Dan juga soya diketahui sebagai salah satu dari tidak banyaknya sumber makanan dari tumbuhan yang paling mendekati dalam memenuhi semua bagian penting dalam asam amino (pembangun protein).


Kebenaran tentang soya.

Masih meragukan manfaat susu soya? Fakta berikut ini mungkin akan mengubah persepsi Anda.
  • Soya bebas protein susu sapi, hanya mengandung protein nabati. Protein nabati tidak akan menyebabkan reaksi alergi pada penderita alergi susu sapi (yang juga tidak alergi terhadap protein nabati) dan mempunyai keuntungan karena dpat membuat lebih sedikit kehilangan kalsium pada ginjal.
  • Soya tidak mengandung laktosa. Sekitar 25% dari populasi dunia tidak dapat mentoleransi laktosa.
  • Soya dipakai secara luas untuk anak yang menderita alergi susu sapi. Anak alergi terhadap susu sapi diperkirakan 2,5 – 7,5%, bahkan di beberapa negara angka ini lebih besar.
  • Zat gizi setara dengan susu sapi. Susu formula dari soya yang dibuat untuk balita telah memenuhi Angka Kecukupan Gizi yang setara dengan susu formula yang dibuat dari susu sapid an dapat memastika pemenuhan nutrisi makro dan mikro balita.

Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/gizi+dan+kesehatan/Gizi%20dan%20Kesehatan/mengenal.susu.soya/001/001/1376/8/3

Susu Soya

Banyak dari kita sudah mengenal baik tentang Susu Soya yang terbuat dari kedelai sebagai alternatif dari Susu Formula yang terbuat dari Susu Sapi. Akan tetapi tahukah Anda, baha Bayi juga bisa keracunan susu Formula juga lho!

Susu_Soya
Contoh susu soya untuk anak-anak
Banyak orangtua yang tidak mengetahui bahwa susu formula ternyata bisa membuat bayi menjadi sakit karena keracunan susu formula. Berikut ini adalah sedikit informasi yang mungkin bisa membantu Anda untuk mengetahui lebih banyak tentang susu formula yang biasa Anda berikan kepada buah hati Anda tercinta.

Susu formula terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:
  • Nabati
  • Hewani
Susu bayi nabati sering juga disebut dengan susu soya atau kadang ada juga yang menyebutnya koya tetapi merupakan susu formula nabati yang memang di-formulasikan khusus untuk balita.

Penyebab Bayi Keracunan Susu Formula

Dalam beberapa kasus yang pernah dialami, bayi juga bisa mengalami alergi terhadap susu formula dan bisa juga mengalami keracunan. Hal tersebut bukan hanya disebabakan oleh susu formula yang sudah kadaluarsa namun ada beberapa sebab lain mengapa bayi bisa alergi dan keracunan. Berikut ini adalah dua diantaranya:

  1. Penyebab alergi bisa terjadi akibat dari orangtua yang memiliki alergi tertentu terhadap beberapa makanan seperti udang atau kepiting. Biasanya alergi terjadi karena keturunan atau sistem imun yang kurang pada bayi bukan karena susu tersebut.

  2. Penyebab keracunan susu formula pada bayi ini juga bisa disebabkan oleh cara penyajian susu formula pada buah hati Anda. Untuk menghindari terjadinya keracunan pada bayi, biasakan mencuci botol susu dengan air panas setelah pemakaian dan ini biasanya sudah anda lakukan. Lakukan hal tersebut secara rutin.

    Yang tidak kalah penting perhatikan berapa menit setelah anda membuat susu formula tersebut didalam botol. Tetapi jangan biarkan susu yang sudah anda buat tadi lebih dari setengah jam karena dapat berakibat fatal pada buah hati anda.

    Tidak perlu khawatir dengan harga susu yang mahal tetapi kesehatan bayi Anda tidak ternilai harganya dibandingkan segelas susu. Susu yang mengendap lebih dari setengah jam dapat menyebabkan bayi keracunan karena susu akan mulai memasuki prose basi. Biasanya bayi akan mengalami muntah disertai buih dan buang air besar.