Tampilkan postingan dengan label Sariawan Saat Hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sariawan Saat Hamil. Tampilkan semua postingan

Panas Dalam

Dalam ilmu kedokteran sebenarnya tidak dikenal terminologi atau istilah "panas dalam", namun istilah ini begitu populer sebagai akibat dari publikasi media cetak maupun online serta sejumlah produk yang menggunakan istilah ini untuk menggambarkan berbagai gejala yang timbul sebagai penyakit "panas dalam", sehingga kemungkinan yang sering dimaksud banyak orang sebagai panas dalam adalah radang tenggorokan.

Anda tentunya sering melihat iklan sebuah produk kesehatan herbal yang menggunakan terminologi ini di media cetak dan televisi.

Gejala Panas Dalam

Bagi Anda calon ibu yang sedang hamil dan mengalami penyakit "panas dalam", Anda dapat memperhatikan gejala-gejala "panas dalam" yang mungkin saja muncul pada masa kehamilan, seperti misalnya beberapa diantara berikut ini:
  • Gejala mirip demam dengan suhu tubuh yang meningkat,
  • Tenggorokan terasa kering / panas,
  • Bibir pecah-pecah,
  • Munculnya sariawan pada titik tertentu di daerah rongga mulut.

Klik disini untuk membaca tentang Cara dan Tips Mencegah dan Mengobati Sariawan Pada Saat Hamil.

Tips Mengobati / Mencegah Penyakit Panas Dalam saat Hamil

Berikut ini adalah sejumlah tips yang mungkin bisa Anda pertimbangkan untuk mengobati atau mencegah penyakit panas dalam pada masa kehamilan:

  1. Banyak minum air putih, dikarenakan air putih dikenal sebagai media therapy mujarab yang dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit sejak dahulu kala.

  2. Istirahat yang cukup dan berkualitas. Dengan beristirahat yang cukup dan berkualitas maka akan membantu tubuh Anda untuk mengembalikan metabolisme ketika Anda sedang terlelap.

  3. Anda bisa mencoba untuk meminum segelas jeruk nipis hangat dicampur sedikit madu. Jeruk nipis dikenal dengan khasiatnya menyembuhkan penyakit panas dalam karena kandungan vitamin C nya yang cukup tinggi. Air jeruk nipis ditambah sedikit madu ini juga manjur untuk mengobati sakit tenggorokan yang diakibatkan oleh panas dalam. PENTING: bagi Ibu hamil yang mempunyai riwayat sakit maag, dianjurkan untuk meminum air jeruk nipis plus madu setelah makan untuk menghindari efek pada penderita maag.

  4. Hindari mengkonsumsi produk kesehatan / obat-obatan yang biasanya digunakan untuk menyembuhkan panas dalam seperti "a*em s*ri", "larutan c*p k*ki t*ga" atau "la*egar" karena tidak dianjurkan untuk Ibu hamil (Dibaca ulang apabila ada peringatan keras: Tidak untuk ibu hamil). Selain itu, produk-produk tersebut juga berpotensi mengandung pengawet dan pemanis buatan, yang tentunya tidak baik untuk Ibu hamil.

  5. Anda juga bisa mencoba resep menggunakan rebusan air kacang hijau. Cuci satu genggam kacang hijau, lalu rebus bersama air kurang lebih 500ml hingga mendidih. Setelah mendidih, langsung matikan apinya dan tuangkan air kacang hijau tersebut, tidak perlu menunggu sampai kacang hijaunya pecah (cukup menunggu hingga warnanya sudah berubah menjadi hijau muda) ke dalam gelas. Minum selagi hangat. Anda bisa menambahkan sedikit gula, namun sebaiknya untuk kesehatan sang janin dalam kandungan tidak perlu ditambahkan apa-apa.

Demikian tips-tips yang dapat kami berikan untuk mencegah atau mengobati gejala panas dalam yang muncul pada masa kehamilan. Semoga bermanfaat!

Dikutip dari berbagai sumber.

Sariawan

Anda pernah atau sedang mengalami Sariawan? Seriawan (lebih dikenal dengan sebutan sariawan) atau Stomatitis Aphtosa adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut berupa luka pada mulut yang berbentuk bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung. Munculnya sariawan ini disertai rasa sakit (perih) yang tinggi sehingga mengakibatkan tidak enak makan dan sulit mengunyah. Seriawan merupakan penyakit kelainan mulut yang paling sering ditemukan. Sekitar 10% dari populasi penduduk dunia diperkirakan pernah menderita penyakit ini, dan pada umumnya wanita lebih mudah terserang daripada pria. Ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab munculnya seriawan, seperti:

  • Luka tergigit,
  • Mengonsumsi makanan atau minuman panas,
  • alergi,
  • Kekurangan vitamin C dan zat besi,
  • Kelainan pencernaan,
  • Kebersihan mulut tidak terjaga,
  • Faktor psikologi,
  • Kondisi tubuh yang tidak fit.

Penyebab sariawan pada wanita hamil

Sariawan bukan hanya disebabkan karena kekurangan Vitamin C, namun juga dapat disebabkan oleh alergi citrus atau alergi makanan yang mengandung asam, kondisi imun yang lemah, obat-obatan tertentu, trauma fisik (ataupun penggunaan gigi palsu baru), dan sebagainya. Sering sariawan saat hamil selain sakit dan tidak nyaman, juga dapat mengganggu pola makan karena ibu hamil merasakan sakit saat mengunyah. Munculnya sariawan biasanya terkait dengan ketidakseimbangan hormon kehamilan sehingga response jaringan terhadap plak menjadi lebih lemah.
Namun, sariawan jangan diobati sendiri karena tidak semua obat sariawan aman untuk kehamilan Anda. Sariawan (stomatitis) adalah radang yang terjadi di mulut. Saat hamil dapat disebabkan adanya gangguan hormonal atau menurunnya kekebalan tubuh. Stress juga merupakan salah satu penyebab mulut kering yang memicu munculnya sariawan di daerah sekitar mulut. Sariawan bisa juga mengindikasikan kekurangan asupan asam folat dan vitamin B12. Selain itu, penyebab lain sariawan adalah alergi makanan tertentu, infeksi mikroorganisme, serta kurangnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Konsultasikan ke dokter gigi spesialis mulut, dan mintalah obat sariawan yang aman dikonsumsi saat hamil.

Tips mencegah dan mengobati sariawan pada saat hamil

Jika Anda wanita yang sedang hamil dan sedang mengalami sariawan, maka Anda dapat mencoba tips berikut ini untuk mengurangi dan mencegah resiko terkena sariawan pada masa kehamilan:

  1. Perlu diingat bahwa tidak semua obat sariawan aman untuk kehamilan Anda, jadi jangan mengobati sendiri sariawan Anda dengan obat-obatan yang tidak Anda ketahui efek sampingnya.
  2. Jagalah dengan baik kesehatan mulut dan gigi pada masa kehamilan, yaitu dengan rutin menggosok gigi sehabis makan dan sebelum tidur, dan biasakan berkumur dengan obat kumur setiap pagi setelah bangun tidur usai Anda menggosok gigi.
  3. Pastikan istirahat Anda cukup karena kurang tidur dapat mengakibatkan tubuh Anda tertekan (stress) dan perbanyak minum air putih, karena air putih adalah therapy mujarab untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit sejak dahulu kala.
  4. Perbanyak makan sayur dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C, contohnya seperti jeruk, pisang, strawberry, dan lain-lain.
  5. Cobalah mengganti pasta gigi Anda dengan pasta gigi yang mengandung jeruk nipis, contohnya: Pepsodent Herbal.
  6. Ibu hamil diperbolehkan untuk mengkonsumsi vitamin C dalam dosis yang normal 500-1000mg per hari.
  7. Pilih sikat gigi dengan bulu sikat yang halus dan lembut untuk mengurangi kemungkinan luka pada gusi

Apabila sariawan tidak hilang dalam waktu lebih dari 8 hari, sebaiknya konsultasikan dengan dokter gigi atau dokter kandungan Anda.
Apabila dilakukan dengan benar, maka cara-cara tersebut dapat mencegah timbulnya sariawan dan atau mengobati sariawan dalam waktu 3-8 hari.

Dikutip dari berbagai sumber