Tampilkan postingan dengan label Obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obat. Tampilkan semua postingan

Lacto-B

Lacto-B_Novell_Pharm_Probiotik_Makanan_Pelengkap_Kotak
Bayi kami yang masih berusia 14 bulan sangat sering terkena diare ringan, biasanya diketahui dari pup-nya yang agak cair seperti orang sedang mencret. Kemungkinan besar hal tersebut dikarenakan oleh kebiasaan si kecil yang sering memasukkan tangan ke mulutnya, padahal bisa jadi saat memasukkan tangan itu ia habis memegang benda yang terdapat kuman atau bakteri penyebab diarea.

Saat bayi Anda terkena diare dengan gejala muntah dan mencret seperti itu, mungkin banyak orang yang menyarankan untuk memberi buah hati tercinta obat probiotik yang bernama Lacto-B. Apa sebenarnya Lacto-B itu? Apakah ia adalah obat diare?

Lacto-B bukan merupakan obat diare, melainkan adalah suplemen tambahan makanan pelengkap berupa probiotik yang berfungsi untuk membantu menjaga fungsi normal pencernaan pada bayi (to protect normal function of infant digestive).

Makanan pelengkap non-serealia bubuk instan untuk bayi (bubuk instan) Lacto-B ini diproduksi dengan menggunakan formula khusus untuk anak usia 1-12 tahun.

Lacto-B_probiotik_fomula_khusus_untuk_anak_1_12_tahun
Lacto-B yang dirancang dengan formula khusus untuk anak usia 1 - 12 tahun.

Tetapi apa sebenarnya kandungan dan manfaat dari Lacto-B ini, dan apakah aman bila diberikan pada si kecil yang sedang diare?

Melalui artikel ini, ortubaik.click ingin mengulas tuntas tentang obat probiotik Lacto-B yang memang banyak direkomendasikan oleh sejumlah sumber di internet ini:

Komposisi

Setiap sachet Lacto-B mengandung zat dan vitamin sebagai berikut:
  • Energi 3,4 Kalori,
  • Karbohidrat 0,6 gram,
  • Protein 0,02 gram,
  • Lemak total 0,1 gram,
  • Vitamin C 10 mg,
  • Vitamin B1 0,5 mg,
  • Vitamin B2 0,5 mg,
  • Vitamin B6 0,5 mg,
  • Niacin 2 mg.

Kegunaan

Lactic Acid Bacteria

Bakteri ini menghasilkan asam organik yang menghambat bakteri merugikan, sehingga dapat membantu memperbaiki ketidakseimbangan flora usus pada diare.

Lactobacillales atau bakteri asam laktat (BAL) / Lactic Acid Bacteria (LAB) biasanya ditemukan pada tanaman membusuk dan produk susu, menghasilkan asam laktat sebagai produk akhir metabolisme utama fermentasi karbohidrat. LAB ini umumnya diakui sebagai status safe (GRAS / generally recognized as safe), karena penggunaan mereka di mana-mana dalam makanan. LAB adalah mikroba yang paling umum digunakan sebagai probiotik.


Dua jenis utama dari bakteri probiotik, anggota Lactobacillus dan Bifidobacterium genera, telah dipelajari secara rinci. Probiotik telah dievaluasi dalam studi penelitian pada hewan dan manusia sehubungan dengan antibiotik terkait diare, diare pediatrik, penyakit radang usus, dan sindrom iritasi usus besar. Di masa depan, probiotik kemungkinan akan digunakan untuk penyakit pencernaan yang berbeda, vaginosis, atau sebagai sistem pengiriman untuk vaksin, imunoglobulin, dan terapi lainnya.

Lactobacilli

Lactobacillus adalah jenis bakteri yang sebagian besar spesiesnya pada manusia dianggap tidak berbahaya. Lactobacilli tinggal di kantung kemih, pencernaan dan kelamin manusia. Lactobacillus adalah bakteri yang efektif untuk mencegah diare pada anak-anak, atau infeksi vagina yang disebabkan oleh bakteri. Namun, bakteri ini mungkin tidak efektif untuk ISK, intoleransi laktosa, dan infeksi jamur. Lactobacilli menghasilkan enzim β-Galaktosidase, untuk menghidrolisa laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.

Intoleransi Laktosa

Lacto-B dapat mengurangi "lactose intolerance" (diare akibat mengkonsumsi susu formula yang mengandung laktosa).

Intoleransi laktosa adalah ketidakmampuan untuk mencerna laktosa, gula yang ditemukan dalam susu dan produk susu tingkat rendah, dan dapat menyebabkan efek samping. Hal ini biasanya disebabkan oleh tubuh yang kekurangan laktase, atau hipolaktasia. Defisiensi laktase bawaan mencegah bayi dari minum susu bahkan ASI. Dalam kebanyakan kasus, ini menyebabkan gejala yang mungkin termasuk perut kembung dan kram, perut kembung, diare, mual, borborygmi (gemuruh perut), atau muntah setelah mengkonsumsi sejumlah besar laktosa. Hal ini umum untuk pasien dengan penyakit inflamasi usus mengalami gejala gastrointestinal setelah konsumsi laktosa, meskipun prevalensi defisiensi laktase pada populasi ini belum diteliti dengan baik.

Vitamin B

Kandungan Vitamin B yang terdapat di dalam Lacto-B bisa membantu keseimbangan flora usus.

KEMASAN

Setiap kotak Lacto-B berisi masing-masing kemasan kecil berbentuk sachet dengan berat 1 gram x 40 sachet.
Lacto-B_Novell_Pharm_Probiotik_Makanan_Pelengkap
Lacto-B (Novell Pharm), obat Probiotik sebagai Makanan Pelengkap dalam bentuk Sachet.

DOSIS

Berhubung obat probiotik ini termasuk dalam katagori "Harus Dengan Resep Dokter", maka sebaiknya hubungi Dokter Spesialis Anak (DSA) langganan Anda terlebih dahulu sebelum memberikan obat probiotik Lacto-B kepada putra/putri Anda. Apabila Anda mendapatkan saran dari rekan / orangtua lain yang anaknya pernah mengalami diare, selalu ingat untuk tidak sembarangan memberi obat kepada si kecil dan tetap berhati-hati dalam menentukan dosis yang tepat karena tidak semua anak sama.
  • Dibawah 1 tahun : 2 sachet per hari.
  • Usia 1 sampai 6 tahun : 3 sachet per hari.
  • Dapat diberikan langsung (rasa enak) atau dicampur dengan susu, makanan bayi atau air.
Dapat dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak

Importir / Produsen

Novell Pharmaceutical Laboratories atau NovellPharm didirikan sejak tahun 1998 dan terdaftar dengan Badan Koordinasi Penanaman Indonesia (BKPM). Kata Novell berasal dari kata Novel bahasa Inggris yang diterjemahkan sebagai sesuatu yang baru, segar dan juga membawa makna inovasi. Pada tahun 2013, Novell Pharma menjadi perusahaan pertama farmasi lokal Indonesia yang mendapatkan persetujuan GMP dari otoritas Uni Eropa (Jerman - Lageso) untuk pabrik injeksinya. Novell juga menjadi satu-satunya perusahaan yang memiliki lisensi GMP dari Eropa, Australia, Afrika Selatan dan negara-negara Teluk PICS GCC.

XEPALODIN® TABLET 10mg

Berikut ini adalah informasi lengkap tentang obat biduran atau urtikaria yaitu Xepalodin Loratadin®. Halaman artikel ini hanya bersifat memberikan informasi saja dan tidak menganjurkan apapun sebagai langkah pengobatan terhadap biduran atau urtikaria. Untuk penggunaan obat ini, harus terlebih dulu didahului dengan konsultasi kepada dokter kandungan Anda. Perhatian: Obat Keras! Gunakan resep dokter!

Golongan:

(obat keras dan psikotropika)


Kandungan:
Loratadine 10mg (Loratadine is an antihistamine that reduces the effects of natural chemical histamine in the body. Histamine can produce symptoms of sneezing, itching, watery eyes, and runny nose. Alavert is used for relieving symptoms of seasonal allergies)

Indikasi:
Mencegah gejala yang berhubungan dengan rhinitis alergi, urtikaria kronis, dan gangguan alergi kulit lainnya

Perhatian:
Gangguan hati berat. Anak kurang dari dua tahun. Kehamilan dan menyusui.

Efek samping:
Letih, sakit kepala, somnolen, mulut kering, gangguan pencernaan, mual, gastritis, gejala ruam seperti alergi, alopesia, anafilaksis, fungsi hati abnormal, takiaritmia supraventrikular.

Indeks Keamanan Pada Wanita Hamil:
B: Baik penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan percobaan tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi resiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti resiko pada trisemester selanjutnya).

Kemasan:
Tablet 10mg x 5 x 10s

Dosis:
Dewasa, lanjut usia, dan anak ≥ 12 tahun: 1 tablet sehari
Anak 2-12 tahun dengan berat badan > 30Kg: 10mg sehari ;
Anak 2-12 tahun dengan berat badan ≤ 30Kg: 5mg sehari

Penyajian:
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak.

Sumber:

Biduran (Urtikaria)

Obat_Biduran_alias_Urtikaria_Pada_Saat_Hamil
Bentol-bentol merah saat hamil? Biduran saat hamil? Gatal-gatal menyiksa saat hamil? Mungkin saja, Ibu mengalami suatu kondisi yang disebut dengan Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy (PUPPP).

PUPPP adalah suatu kelainan kulit yang biasanya muncul pada bulan-bulan terakhir kehamilan dan tidak membahayakan janin. Keluhan ini termasuk keluhan kulit kedua terbanyak yang dialami oleh Ibu hamil selama kehamilan. Ibu hamil akan mengeluhkan munculnya bentol-bentol merah yag sangat gatal dimulai dari daerah perut, kemudian menyebar ke daerah bokong, paha dan bahkan dapat menyebar ke seluruh tubuh. Biasanya, keluhan akan menghilang 4-6 minggu setelah persalinan dan sebagian besar tidak kambuh dengan penggunaan kontrasepsi ataupun kehamilan berikutnya.

PUPPP menjadi sangat mengganggu karena rasa gatal yang dirasakan Ibu hamil. Pada trimester ketiga masa kehamilan, Ibu akan mengalami banyak perubahan kondisi tubuh. Gatal-gatal karena PUPPP dapat menambah rasa frustasi bagi Ibu, meningkatkan rasa kuatir dan mengganggu jam tidur. Untuk itu, PUPPP perlu segera ditangani dengan tepat dan cepat.

Penanganan PUPPP

Untuk mengatasi rasa gatal karena PUPPP, Ibu dapat menerapkan cara-cara sebagai berikut.
  1. Membilas daerah yang gatal dengan air hangat (suam-suam kuku), kompres daerah yang gatal dengan handuk dingin/sejuk atau dengan kain basah;
  2. Gunakan pakaian yang longgar dan ringan;
  3. Jangan menggunakan sabun pada daerah yang bermasalah karena dapat menyebabkan kulit menjadi makin kering dan bertambah gatal;
  4. Pelembab juga dapat digunakan untuk meredakan rasa gatal, namun penggunaannya perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar dapat dipilih pelembab yang sesuai dengan kondisi kulit yang bermasalah.

Jika rasa gatal sangat mengganggu Ibu sebaiknya Ibu segera menghubungi dokter. Dokter akan memberikan salep kortikosteroid yang sesuai untuk mengatasi rasa gatal dan sesuai dengan Ibu hamil. Beberapa terapi lain yang juga biasa diberikan adalah kortikosteroid sistemik dan anti-histamin untuk membantu Ibu agar dapat tidur dan mengurangi rasa gatal.

TENTANG URTIKARIA

Urtikaria (dikenal juga dengan “hives, gatal-gatal, kaligata, atau biduran”) adalah kondisi kelainan kulit berupa reaksi vaskular terhadap bermacam-macam sebab, biasanya disebabkan oleh suatu reaksi alergi, yang mempunyai ciri-ciri berupa kulit kemerahan (eritema) dengan sedikit oedem atau penonjolan (elevasi) kulit berbatas tegas yang timbul secara cepat setelah dicetuskan oleh faktor presipitasi dan menghilang perlahan-lahan.

Meskipun pada umumnya penyebab urtikaria diketahui karena rekasi alergi terhadap alergen tertentu, tetapi pada kondisi lain dimana tidak diketahui penyebabnya secara signifikan, maka dikenal istilah urtikaria idiopatik. Urtikaria adalah gangguan dermatologi yang paling sering terlihat di UGD. Eritema berbatas tegas dan edema yang melibatkan dermis dan epidermis yang sangat gatal. Urtikaria dapat bersifat akut (berlangsung kurang dari 6 minggu) atau kronis (lebih dari 6 minggu). Berbagai macam varian urtikaria antara lain imunoglobulin E akut (IgE)-dimediasi urtikaria, kimia-induced urticaria (non-IgE-mediated), vaskulitis urtikaria, urtikaria autoimun, urtikaria kolinergik, urtikaria dingin, mastositosis, Muckle-Wells syndrome, dan banyak lainnya. 

Urtikaria mungkin memiliki kemiripan dengan berbagai penyakit kulit lain yang serupa dalam penampilan antara lain pruritus termasuk dermatitis atopik (eksim), erupsi obat makulopapular, dermatitis kontak, gigitan serangga, eritema multiforme, pityriasis rosea, dan lainnya biasanya. Namun, dokter yang berpengalaman mampu membedakan ini dari urtikaria karena penampilannya yang khas.

Sejumlah faktor, baik imunologi dan nonimunologik, dapat terlibat dalam patogenesis terjadinya urtikaria. Urtikaria dihasilkan dari pelepasan histamin dari jaringan sel mast dan dari sirkulasi basofil. Faktor-faktor nonimunologik yang dapat melepaskan histamin dari sel tersebut meliputi bahan-bahan kimia, beberapa obat-obatan (termasuk morfin dan kodein), makan makanan laut seperti lobster, kerang, dan makanan-makanan lain, toksin bakteri, serta agen fisik. Mekanisme imunologik kemungkinan terlibat lebih sering pada urtikaria akut daripada urtikaria kronik. Mekanisme yang paling sering adalah reaksi hipersensitivitas tipe I yang distimulasi oleh antigen polivalen yang mempertemukan dua molekul Ig E spesifik yang mengikat sel mast atau permukaan basofil.

PENGOBATAN URTIKARIA

Sebagian besar kasus urtikaria tidak perlu diperlakukan sebagai gejala yang berat dan kondisi sering akan lebih baik sendiri dalam beberapa hari.

Jika gejala urtikaria akut lebih serius atau kondisi tersebut terus berlangsung, dapat membeli diatasi dengan antihistamin yang dijual bebas di apotek. Dokter mungkin meresepkan tablet kortikosteroid, meskipun harus kembali ke dokter jika gejala memburuk atau pengobatan tidak berhasil setelah dua minggu.

URTIKARIA AKUT

  1. Antihistamin

    Antihistamin menghambat efek histamin, sehingga mereka dapat menghentikan gejala gatal dan mengurangi ruam. Contoh antihistamin meliputi cetirizine, fexofenadine, loratadin.

    Antihistamin modern tidak menyebabkan kantuk pada kebanyakan orang, tetapi ada beberapa pengecualian. Lihat bagaimana Anda bereaksi terhadap antihistamin sebelum mengemudi atau mengoperasikan mesin berat. Antihistamin modern dapat menyebabkan mengantuk jika dikonsumsi dengan alkohol. Sering penderita mengalami masalah tidur pada malam hari karena urtikaria terutama gatal, dokter dapat memberikan antihistamin tambahan yang diketahui menyebabkan kantuk, seperti chlorphenamine atau hidroksizin.

    Antihistamin biasanya tidak diresepkan selama hamil. Hal ini karena mereka belum ditetapkan sebagai sepenuhnya aman. Namun, dokter dapat merekomendasikan chlorphenamine jika mereka merasakan manfaat lebih besar daripada risiko. Ada beberapa ribu kasus yang diketahui ibu hamil mengambil chlorphenamine, dan tidak ada bukti efek negatif pada bayi yang belum lahir.
  2. Kortikosteroid tablet

    Anda mungkin diberikan resep dosis tinggi tablet kortikosteroid, seperti prednisolon, jika gejala yang berat. Kortikosteroid menekan sistem kekebalan tubuh dan, karenanya, dapat menekan gejala urtikaria. Biasanya, pemberian terapi tiga sampai lima hari prednisolon dianjurkan. Konsumsi tablet steroid secara jangka panjang biasanya tidak dianjurkan karena hal ini dapat menyebabkan berbagai efek samping dan komplikasi, seperti hipertensi, glaukoma, katarak, dan diabetes (atau dapat membuat diabetes yang ada lebih buruk).


URTIKARIA KRONIS

Pengobatan untuk urtikaria kronis membantu Anda mengontrol gejala dan menghindari pemicu yang membuat gejala lebih buruk.

Jika Anda memiliki urtikaria kronis dan angioedema (pembengkakan lapisan lebih dalam dari kulit), Anda juga dapat memeriksakan diri ke dokter kulit Hal ini karena angioedema berpotensi lebih serius karena dapat menyebabkan kesulitan bernapas.

Jika Anda hanya memiliki urtikaria kronis tetapi gejala menetap meskipun telah ada pengobatan, Anda juga harus dirujuk.
  1. Antihistamin

    Gejala-gejala urtikaria kronis diobati dengan antihistamin. Penderita mungkin harus mengkonsumsi secara teratur sampai gejala terakhir. Seperti urtikaria akut, Penderita mungkin akan diberi kombinasi antihistamin non-mengantuk dan mengantuk untuk membantu tidur. Jika gejala tidak berefek terhadap pengobatan, dapat direkomendasikan untuk meningkatkan dosis obat. Meningkatkan dosis sering dapat membantu mengendalikan gejala yang sebelumnya tidak merespon pengobatan. Namun, ini harus dilakukan hanya jika diinstruksikan oleh dokter. Jenis yang lebih baru yang disebut antihistamin rupatadine telah terbukti efektif dalam mengobati kasus yang lebih berat dari urtikaria kronis yang tidak berefek terhadap antihistamin lainnya.

  2. Menthol krim

    Krim Menthol dapat digunakan sebagai alternatif atau di samping antihistamin seperti yang telah ditunjukkan untuk meringankan gatal. Dokter dapat meresepkan ini.

  3. Kortikosteroid tablet

    Episode yang lebih serius dari urtikaria dapat diobati dengan dosis singkat tablet kortikosteroid, seperti prednisolon. Kemungkinan efek samping tablet kortikosteroid termasuk nafsu makan meningkat dan berat badan, perubahan suasana hati, dan kesulitan tidur (insomnia). Penggunaan jangka panjang kortikosteroid pada urtikaria kronis tidak direkomendasikan untuk alasan yang disebutkan di atas.

  4. H2 antihistamin

    Jenis antihistamin yang biasa didapatkan di apotek dikenal sebagai antihistamin H1, tapi ada beberapa jenis lain antihistamin, termasuk antihistamin H2. Ini kadang-kadang dapat berguna dalam mengobati urtikaria kronis karena dapat mempersempit pembuluh darah. Hal ini pada gilirannya sering dapat membantu mengurangi kemerahan pada kulit.

    Antihistamin H2 dapat digunakan dalam kombinasi dengan antihistamin H1 atau sebagai alternatif bagi antihistamin H1. Efek samping antihistamin H2 jarang tetapi mencakup sakit kepala, diare, dan pusing. Efek samping setelah minum antihistamin H2 dapat menyebabkan pusing.

  5. Fototerapi Narrowband Ultraviolet B

    Narrowband UltraViolet B (NUVB) adalah jenis pengobatan dengan mengekspos daerah kulit pada sinar ultraviolet energi tinggi. Cahaya dapat membantu membersihkan daerah lain terus-menerus dari ruam.

    NUVB melibatkan Anda berdiri di ruang, seperti mandi, yang berisi sejumlah lampu neon. Kulit Anda kemudian terkena cahaya untuk waktu yang pendek, biasanya tidak lebih dari beberapa menit.

    Anda biasanya akan menghadiri dua sampai lima sesi seminggu. Kebanyakan orang memerlukan 20 sesi sebelum gejala mereka secara signifikan meningkatkan.

    Cahaya dapat menyebabkan beberapa pembakaran kulit, mirip dengan sengatan matahari ringan. Anda dapat diberi krim untuk membantu menenangkan pembakaran apapun.

    Paparan sinar ultraviolet membawa risiko teoritis menyebabkan kanker kulit di kemudian hari.

    Tidak jelas persis seberapa tinggi risiko yang karena ini adalah pengobatan yang relatif baru, tetapi kebanyakan ahli berpikir risiko harus kecil.

  6. Leukotriene receptor antagonis

    Antagonis reseptor leukotrien adalah jenis obat yang sering dapat mengurangi kemerahan dan pembengkakan kulit.

    Mereka bisa menjadi alternatif jangka panjang berguna untuk menggunakan tablet kortikosteroid karena mereka tidak membawa risiko tinggi yang sama menyebabkan luas efek samping. Efek samping jarang terjadi dan relatif kecil, seperti sakit kepala dan perasaan sakit.

  7. Cyclosporin

    Sebuah obat kuat yang disebut cyclosporin telah terbukti efektif dalam mengobati urtikaria di sekitar dua per tiga kasus. Cyclosporin bekerja dalam cara yang sama seperti kortikosteroid lakukan. Ini menekan efek berbahaya dari sistem kekebalan tubuh dan tersedia dalam bentuk kapsul atau sebagai cairan yang Anda minum.

    Efek samping yang umum dari siklosporin meliputi:
    • Tekanan darah tinggi;
    • Peningkatan kadar kolesterol dalam darah;
    • Sakit kepala;
    • Paksa gemetar (tremor);
    • Meningkatkan kerentanan terhadap infeksi, terutama infeksi dada, infeksi saluran kemih (infeksi setiap bagian dari tubuh yang digunakan untuk menghapus urin dari tubuh) dan jenis infeksi virus yang disebut virus sitomegalo.

    Semakin lama seseorang mengambil siklosporin, cenderung menjadi kurang efektif. Satu studi menemukan bahwa hanya satu orang dari empat masih bebas dari gejala setelah minum obat selama lima bulan.

    Efek samping seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi juga menjadi perhatian karena ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

    Bahkan jika Anda masih menanggapi pengobatan, dapat direkomendasikan bahwa obat ini ditarik setelah beberapa bulan.

  8. Diet

    Ada kontroversi mengenai peran diet pada orang dengan gatal-gatal jangka panjang. Ada dua kelompok bahan kimia dalam makanan yang dapat memicu urtikaria pada beberapa orang: amina vasoaktif dan salisilat.

    Menghindari atau mengurangi asupan bahan kimia ini dapat mengurangi gejala.

    Anda mungkin ingin membuat catatan harian makanan untuk melihat apakah menghindari makanan tertentu membantu gejala. Jika Anda membatasi diet Anda, berkonsultasi dengan ahli diet, yang dapat memastikan bahwa Anda tidak perlu menghindari makanan dan diet Anda adalah cukup.
    1. Amina vasoaktif
      Makanan yang mengandung amina vasoaktif, atau menyebabkan pelepasan histamin, meliputi kerang-kerangan, stroberi, tomat, ikan, coklat, dan nanas.
    2. Salisilat
      Salisilat secara alami terjadi seperti aspirin senyawa yang ditemukan dalam berbagai makanan yang berasal dari tanaman. Anda dapat mencoba menebang pada ini, tapi tidak sepenuhnya menghindarinya. Makanan yang mengandung salisilat meliputi tomat, bumbu-bumbu, jus jeruk, raspberi, teh.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang mengikuti diet rendah histamin, lihat Alergi Inggris: intoleransi histamin.

  9. Menghindari pemicu

    Jika Anda tahu apa yang memicu urtikaria atau membuat lebih buruk, menghindari pemicu dapat menjaga kondisi Anda di bawah kontrol.

    Pemicu seperti alkohol dan kafein dapat dengan mudah dihindari. Dan jika Anda berpikir obat tertentu dapat memicu gejala Anda, hubungi dokter untuk diresepkan obat lain sebagai alternatif yang mungkin tersedia.

    Menghindari stres bisa lebih sulit, terutama jika gejala negatif mempengaruhi kualitas hidup Anda.

    Jika Anda memiliki urtikaria kronis, Anda mungkin menemukan bahwa teknik relaksasi, seperti meditasi atau hipnotis, mengurangi tingkat stres Anda dan tingkat keparahan gejala.

Bedak yang mengandung salisilat belum tentu aman untuk Ibu Hamil!!! Wanita mengandung yang menderita penyakit biduran atau urtikaria, dokter kandungan yang rutin saya kunjungi memberikan resep obat Xepalodin Loratadin Tablet 10mg yang aman untuk Ibu Hamil.

Referensi

  • Pierson JC, et al. Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy. Medscape Education [serial on the Internet]. 2012 May 23 [cited 2013 April 5]; [about 9 p]. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/1123725-overview.
  • dr. Jessica Florencia - KlikDokter.com
  • Pengalaman pribadi
  • Wikipedia